Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kesalahan Merawat Mobil Listrik yang Bisa Picu Biaya Servis Tinggi

5 min read
5 Kesalahan Merawat Mobil Listrik yang Bisa Picu Biaya Servis Tinggi
ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/JUICE)
  • Perawatan mobil listrik tetap krusial; kebiasaan mengisi daya ekstrem atau tidak mengikuti rekomendasi pabrikan dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai dan mengurangi jarak tempuh.
  • Pemeriksaan rutin sistem pendingin, tekanan serta keselarasan ban, dan komponen rem diperlukan untuk mencegah penurunan performa, keausan dini, gangguan pengereman, serta biaya perbaikan membengkak.
  • Pemilik perlu memasang pembaruan perangkat lunak melalui prosedur resmi dan segera memeriksa peringatan baterai, tegangan tinggi, atau elektronik di bengkel dengan teknisi terlatih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil listrik sering dianggap lebih hemat biaya perawatan dibandingkan mobil berbahan bakar bensin karena memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit dan gak membutuhkan penggantian oli mesin secara berkala. Meski begitu, anggapan tersebut bukan berarti pemiliknya bisa mengabaikan perawatan kendaraan begitu saja. Kebiasaan yang keliru, mulai dari cara mengisi daya hingga mengabaikan kondisi sistem pendingin baterai, dapat memicu kerusakan komponen dan membuat biaya servis membengkak.

Perawatan mobil listrik memang memiliki karakteristik tersendiri karena melibatkan baterai bertegangan tinggi, perangkat elektronik, serta sistem pengelolaan suhu yang harus bekerja secara optimal. Kesalahan kecil yang terus berulang dapat mempercepat penurunan performa komponen tertentu, bahkan berpotensi memerlukan perbaikan yang menguras anggaran. Supaya kendaraan tetap awet dan pengeluaran lebih terkendali, yuk pahami lima kesalahan perawatan mobil listrik yang sebaiknya dihindari berikut ini!

  1. 1. Mengabaikan kesehatan baterai dan kebiasaan pengisian daya

    ilustrasi charging mobil listrik
    ilustrasi charging mobil listrik (unsplash.com/Marek Studzinski)

    Baterai merupakan salah satu komponen termahal pada mobil listrik sehingga kondisinya perlu mendapat perhatian khusus. Kesalahan yang kerap terjadi adalah membiarkan kendaraan terlalu lama berada pada kondisi daya sangat rendah atau terus mempertahankan daya penuh ketika kendaraan tidak akan digunakan dalam waktu lama. Kebiasaan tersebut dapat menambah tekanan pada baterai, terutama jika dilakukan berulang kali tanpa memperhatikan rekomendasi pabrikan.

    Pengisian daya cepat juga bukan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik kendaraan. Pemilik sebaiknya mengikuti batas pengisian daya yang disarankan produsen karena kebutuhan baterai dengan kimia berbeda belum tentu sama. Jika kesehatan baterai menurun lebih cepat akibat pola penggunaan yang kurang tepat, jarak tempuh dapat berkurang dan pemeriksaan lanjutan berpotensi menambah biaya perawatan.

  2. 2. Menunda pemeriksaan sistem pendingin baterai

    ilustrasi servis mobil
    ilustrasi servis mobil (unsplash.com/set.sj)

    Sistem pendingin pada mobil listrik berperan menjaga suhu baterai dan komponen penggerak agar tetap berada dalam rentang kerja yang sesuai. Pada kendaraan yang menggunakan pendingin cairan, kondisi cairan, saluran, pompa, dan sambungan perlu diperiksa sesuai jadwal perawatan yang ditetapkan pabrikan. Mengabaikan pemeriksaan tersebut dapat membuat gangguan kecil berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

    Ketika sistem pendingin gak bekerja secara optimal, baterai bisa mengalami kesulitan mempertahankan suhu kerja yang ideal, terutama saat kendaraan digunakan dalam kondisi berat atau cuaca panas. Dampaknya dapat berupa pembatasan daya, penurunan kinerja, atau munculnya peringatan pada sistem kendaraan. Jika gangguan terus dibiarkan, biaya perbaikan bisa meningkat karena kerusakan berpotensi melibatkan lebih dari satu komponen, bukan sekadar penggantian cairan pendingin.

  3. 3. Membiarkan ban aus tanpa memperhatikan tekanan dan keselarasan roda

    ilustrasi ban mobil
    ilustrasi ban mobil (pexels.com/JÉSHOOTS)

    Ban mobil listrik menghadapi beban yang cukup besar akibat bobot baterai dan harus menyalurkan torsi motor listrik yang tersedia dengan cepat. Tekanan ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi keausan, kenyamanan, efisiensi energi, serta kemampuan kendaraan mempertahankan daya cengkeram. Karena itu, memeriksa tekanan ban secara berkala sesuai angka rekomendasi pabrikan merupakan langkah sederhana yang gak sebaiknya diabaikan.

    Selain tekanan, keselarasan roda atau wheel alignment juga perlu diperhatikan, terutama jika mobil terasa menarik ke satu sisi atau ban aus secara tidak merata. Membiarkan kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan ban dan membuat pemilik harus menggantinya sebelum masa pakainya berakhir. Pemeriksaan tekanan, rotasi ban sesuai jadwal, dan pengecekan keselarasan roda ketika diperlukan dapat membantu menekan pengeluaran tanpa mengorbankan keselamatan berkendara.

  4. 4. Mengabaikan minyak rem dan pemeriksaan sistem pengereman

    ilustrasi suspensi mobil
    ilustrasi suspensi mobil (unsplash.com/Erik Mclean)

    Mobil listrik yang menggunakan pengereman regeneratif memang dapat mengurangi penggunaan rem mekanis dalam kondisi tertentu karena sebagian energi perlambatan diubah kembali menjadi energi listrik. Namun, hal tersebut gak berarti sistem rem konvensional bebas dari perawatan. Kampas rem, cakram, kaliper, serta minyak rem tetap perlu diperiksa karena korosi, keausan, atau penurunan kualitas cairan dapat terjadi seiring waktu dan kondisi penggunaan.

    Kesalahan yang cukup merugikan adalah menunda pemeriksaan ketika muncul suara tidak wajar, pedal terasa berbeda, atau terdapat tanda gangguan pada sistem pengereman. Minyak rem juga perlu diganti mengikuti interval yang ditetapkan produsen karena cairan yang menyerap kelembapan dapat memengaruhi kinerja pengereman. Jika masalah baru ditangani setelah kerusakan meluas, biaya servis bisa bertambah sekaligus meningkatkan risiko keselamatan saat kendaraan digunakan.

  5. 5. Mengabaikan pembaruan perangkat lunak dan tanda gangguan elektronik

    ilustrasi dashboard mobil modern
    ilustrasi dashboard mobil modern (pexels.com/Redyar Rzgar)

    Mobil listrik modern mengandalkan perangkat lunak untuk mengatur berbagai fungsi, mulai dari pengelolaan baterai hingga sistem penggerak dan fitur keselamatan. Mengabaikan pembaruan resmi atau membiarkan peringatan pada panel instrumen tanpa pemeriksaan dapat membuat gangguan tertentu terlambat diketahui. Padahal, pembaruan yang disediakan produsen terkadang membawa perbaikan kinerja, peningkatan keamanan, atau penyelesaian masalah pada sistem kendaraan.

    Meski demikian, pembaruan perangkat lunak sebaiknya dilakukan melalui prosedur resmi dan sesuai petunjuk pabrikan, bukan menggunakan berkas atau perangkat yang sumbernya gak jelas. Jika muncul peringatan terkait baterai, sistem tegangan tinggi, atau perangkat elektronik, pemilik sebaiknya segera meminta pemeriksaan di bengkel yang memiliki peralatan dan teknisi terlatih. Penanganan sejak awal dapat membantu mengidentifikasi sumber masalah sebelum gangguan berkembang dan membutuhkan proses perbaikan yang lebih rumit.

    Merawat mobil listrik bukan sekadar menjaga kebersihan kendaraan atau memastikan baterai selalu terisi sebelum bepergian. Kebiasaan mengisi daya dengan tepat, memeriksa sistem pendingin, merawat ban dan rem, serta memperhatikan kondisi perangkat lunak berperan penting dalam menjaga keandalan kendaraan. Dengan mengikuti jadwal servis dan rekomendasi pabrikan, pemilik dapat mengurangi risiko kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah sekaligus menjaga biaya perawatan tetap terkendali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More