Sistem penggerak mesin mobil memiliki sejumlah komponen penting yang bekerja secara presisi, salah satunya timing belt atau timing chain. Keduanya bertugas menyelaraskan putaran poros engkol (crankshaft) dan poros bubungan (camshaft) agar katup mesin dapat membuka dan menutup sesuai waktu yang tepat. Meski fungsinya serupa, kedua komponen ini memiliki perbedaan dari segi material, perawatan, hingga ketahanan yang perlu dipahami pemilik kendaraan.
Perbedaan tersebut gak sekadar urusan komponen mana yang lebih awet, tetapi juga berkaitan dengan biaya perawatan dan risiko kerusakan mesin dalam jangka panjang. Kesalahan memahami jadwal penggantian dapat berujung pada pengeluaran besar, terutama jika kerusakan sampai mengganggu kerja katup dan piston. Yuk, kenali lima perbedaan timing belt dan timing chain berikut agar lebih mudah menentukan perawatan yang tepat untuk mobil kesayangan!
