Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pertanyaan Paling Sering Ditanyakan Seputar Pengecasan Mobil Listrik

Mobil Listrik/Unsplash.com
Mobil Listrik/Unsplash.com
Intinya sih...
  • Durasi pengisian baterai kendaraan listrik bergantung pada kapasitas baterai dan output daya alat pengisi.
  • Keamanan pengisian daya di bawah hujan terjamin melalui standar keamanan internasional dan protokol komunikasi digital.
  • Mengisi baterai hingga 100% setiap hari dapat mempercepat proses degradasi, disarankan untuk menjaga level 20-80% untuk pemakaian harian.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Transisi menuju mobilitas berkelanjutan melalui kendaraan listrik membawa perubahan besar dalam kebiasaan pengisian energi harian. Berbeda dengan pengisian bahan bakar minyak yang memakan waktu singkat di stasiun pengisian umum, metode pengisian daya baterai menawarkan fleksibilitas lokasi namun menuntut pemahaman teknis yang lebih mendalam dari setiap penggunanya.

Banyak calon pembeli maupun pemilik baru kendaraan listrik masih sering merasa bingung mengenai durasi, jenis konektor, hingga faktor keamanan saat melakukan pengecasan dalam berbagai kondisi cuaca. Menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar ini sangat penting untuk menghilangkan kecemasan akan jarak tempuh dan memastikan kesehatan baterai tetap terjaga secara optimal dalam jangka panjang.

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai baterai penuh?

Ilustrasi Mobil Listrik (https://pixabay.com/id/illustrations/kecerdasan-buatan-keganjilan-7768524/)
Ilustrasi Mobil Listrik (https://pixabay.com/id/illustrations/kecerdasan-buatan-keganjilan-7768524/)

Durasi pengisian daya sangat bergantung pada kapasitas baterai kendaraan dan output daya dari alat pengisi yang digunakan. Pengisian di rumah biasanya menggunakan arus bolak-balik (AC) melalui wallbox dengan daya berkisar antara 7 kW hingga 22 kW, yang membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 12 jam untuk pengisian dari kondisi kosong. Metode ini sangat ideal dilakukan pada malam hari saat kendaraan tidak digunakan, sehingga mobil siap dengan daya penuh di pagi hari.

Di sisi lain, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sering kali menyediakan fitur pengisian daya cepat atau DC fast charging. Dengan arus searah (DC) yang memiliki daya mulai dari 50 kW hingga 350 kW, baterai mobil listrik dapat terisi dari 10% hingga 80% hanya dalam waktu 20 sampai 45 menit. Kecepatan ini akan melambat secara otomatis setelah mencapai kapasitas 80% guna melindungi sel baterai dari panas berlebih dan menjaga stabilitas kimia di dalamnya.

2. Apakah aman mengisi daya saat kondisi hujan lebat?

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Philippe WEICKMANN)
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Philippe WEICKMANN)

Keamanan saat mengisi daya di bawah guyuran hujan sering menjadi kekhawatiran utama bagi masyarakat awam. Namun, sistem pengecasan mobil listrik telah dirancang dengan standar keamanan internasional yang sangat ketat, termasuk sertifikasi ketahanan air pada level tinggi untuk seluruh komponen kelistrikan utama. Soket pengisian dan konektor memiliki desain fisik yang kedap air untuk mencegah masuknya kelembapan ke area kontak listrik yang bertegangan tinggi.

Selain perlindungan fisik, terdapat protokol komunikasi digital antara mobil dan alat pengisi daya. Aliran listrik tidak akan mulai mengalir sebelum konektor terkunci dengan sempurna dan sistem melakukan pengecekan keamanan menyeluruh. Jika sensor mendeteksi adanya kebocoran arus atau ketidakstabilan akibat air, sistem akan secara otomatis memutus aliran listrik dalam hitungan milidetik untuk mencegah korsleting atau bahaya sengatan listrik.

3. Amankah mengisi baterai hingga seratus persen setiap hari?

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Kindel Media)
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Kindel Media)

Banyak orang mempertanyakan kebiasaan pengisian daya yang paling baik untuk menjaga keawetan baterai litium-ion. Para ahli menyarankan untuk menjaga level baterai di rentang 20% hingga 80% untuk penggunaan harian. Mengisi daya hingga 100% secara terus-menerus dapat memberikan tekanan termal tambahan pada sel baterai yang dalam jangka panjang dapat mempercepat proses degradasi atau penurunan kapasitas simpan energi.

Sebagian besar mobil listrik modern memiliki pengaturan batas pengisian daya yang dapat disesuaikan melalui layar infotainment. Membatasi pengisian hingga 80% untuk rutinitas di dalam kota sangat direkomendasikan, sementara pengisian penuh hingga 100% sebaiknya hanya dilakukan saat akan melakukan perjalanan jarak jauh. Strategi ini terbukti efektif dalam memastikan masa pakai baterai tetap prima bahkan setelah digunakan selama lebih dari sepuluh tahun.

4. Apa perbedaan antara berbagai tipe soket pengisian daya?

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Gustavo Fring)

Dunia kendaraan listrik memiliki beberapa standar tipe soket yang sering kali membingungkan pengguna baru. Di Indonesia, standar yang paling umum digunakan untuk pengisian AC adalah tipe 2 (Type 2), sementara untuk pengisian cepat DC menggunakan standar CCS2 (Combined Charging System). Mengetahui jenis soket yang dimiliki kendaraan sangat penting agar tidak salah saat mencari titik pengisian daya di aplikasi penyedia layanan SPKLU.

Terdapat juga standar lain seperti CHAdeMO yang banyak ditemukan pada mobil listrik keluaran pabrikan Jepang model lama. Meskipun ada berbagai jenis, tren industri saat ini mulai bergerak menuju standardisasi global untuk memudahkan integrasi antar-wilayah. Penggunaan adaptor sering kali menjadi solusi bagi kendaraan yang memiliki tipe soket berbeda, namun pastikan adaptor tersebut memiliki standar kualitas resmi untuk menghindari risiko kerusakan pada sistem kelistrikan mobil.

5. Mengapa kecepatan pengisian daya terkadang melambat secara tiba-tiba?

Ilustrasi mobil listrik (pexels.com/MikeBird)
Ilustrasi mobil listrik (pexels.com/MikeBird)

Fenomena melambatnya kecepatan pengisian daya, terutama pada stasiun pengisian cepat, sering kali disebabkan oleh suhu baterai atau kurva pengisian daya. Saat suhu baterai terlalu panas akibat perjalanan jauh atau cuaca ekstrem, sistem manajemen baterai (BMS) akan menurunkan daya masuk secara otomatis untuk mendinginkan sel. Hal ini merupakan fitur perlindungan demi mencegah kerusakan permanen pada struktur baterai.

Selain itu, hampir semua baterai mobil listrik mengikuti "kurva pengisian" di mana kecepatan maksimal hanya terjadi saat kapasitas baterai masih rendah. Begitu baterai mendekati kapasitas 80%, hambatan internal meningkat dan sistem akan menurunkan aliran listrik secara bertahap untuk memastikan pengisian tetap stabil dan aman. Oleh karena itu, pengisian dari 80% ke 100% sering kali memakan waktu yang hampir sama lamanya dengan pengisian dari 10% ke 80%.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

3 Mobil Konsep di IIMS 2026, Punya Teknologi Modern

11 Feb 2026, 18:15 WIBAutomotive