Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pertanyaan Seputar Mesin Mobil Bergetar

Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya sih...
  • Mesin mobil bergetar saat diam bisa disebabkan oleh engine mount atau komponen Idle Air Control yang kotor.
  • Busi aus atau koil pengapian lemah dapat menjadi pemicu utama getaran mesin, terutama saat mobil diberi beban lebih.
  • Sistem bahan bakar yang terhambat juga dapat menyebabkan getaran mesin, sering kali muncul disertai gejala mobil tersendat saat dipacu pada kecepatan tertentu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mesin mobil yang bergetar secara berlebihan merupakan salah satu indikasi awal adanya ketidakharmonisan pada komponen mekanis maupun sistem pembakaran. Getaran ini sering kali dirasakan melalui roda kemudi, pedal gas, hingga merambat ke seluruh kabin, yang jika dibiarkan dapat memicu kerusakan komponen lain yang lebih fatal dan mahal.

Pemilik kendaraan sering kali merasa cemas ketika merasakan denyut mesin yang tidak halus, terutama saat mobil sedang berhenti di lampu merah atau saat dipacu pada kecepatan tinggi. Memahami sumber masalah melalui identifikasi gejala yang muncul secara rutin dapat membantu dalam menentukan langkah perbaikan yang tepat sebelum kondisi kendaraan semakin memburuk.

1. Mengapa mesin bergetar hebat saat posisi mobil diam atau stasioner?

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Daniel Andraski)
ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Daniel Andraski)

Kondisi mesin yang bergetar saat posisi transmisi di "D" atau "N" biasanya berakar pada masalah penyangga mesin atau yang lebih dikenal dengan engine mount. Komponen berbahan karet dan logam ini berfungsi untuk menopang beban mesin sekaligus meredam getaran yang dihasilkan dari proses pembakaran internal. Seiring berjalannya usia kendaraan, karet pada engine mount dapat mengeras, retak, atau pecah, sehingga gagal menyerap getaran dan justru meneruskannya langsung ke rangka bodi mobil.

Selain faktor penyangga, getaran saat stasioner juga bisa disebabkan oleh kotornya komponen Idle Air Control (IAC) atau Throttle Body. Akumulasi debu dan residu karbon pada area ini mengganggu suplai udara ke ruang bakar, sehingga putaran mesin per menit (RPM) menjadi tidak stabil. Ketika RPM turun terlalu rendah dari standar pabrikan, mesin akan terasa seolah-olah ingin mati dan menghasilkan getaran yang sangat terasa hingga ke kursi penumpang.

2. Apakah busi yang sudah lemah bisa menjadi pemicu utama getaran?

ilustrasi mekanik sedang cek mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)
ilustrasi mekanik sedang cek mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Busi merupakan komponen vital dalam proses pengapian yang sangat memengaruhi kehalusan kinerja mesin. Jika salah satu busi sudah aus atau kotor akibat tumpukan sisa pembakaran, percikan api yang dihasilkan menjadi tidak konsisten. Hal ini menyebabkan terjadinya misfire atau gagal bakar pada salah satu silinder. Mesin yang kehilangan sinkronisasi pembakaran pada salah satu bagiannya akan bekerja secara pincang, yang secara otomatis menciptakan getaran ritmik yang kasar.

Masalah pengapian ini biasanya akan semakin terasa saat mobil diberi beban lebih, seperti saat menyalakan penyejuk udara (AC) atau ketika mulai berakselerasi. Selain busi, koil pengapian yang sudah lemah juga memberikan dampak serupa. Jika getaran disertai dengan lampu indikator mesin (check engine) yang menyala, besar kemungkinan sistem komputer mobil telah mendeteksi adanya kegagalan pengapian yang harus segera ditangani.

3. Bagaimana hubungan antara suplai bahan bakar dengan getaran mesin?

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/erik)
ilustrasi mesin mobil (pexels.com/erik)

Sistem bahan bakar yang terhambat adalah tersangka lain yang sering kali luput dari pemeriksaan. Filter bahan bakar yang tersumbat atau injektor yang kotor mengakibatkan aliran bensin ke ruang bakar menjadi tidak merata. Kurangnya asupan bahan bakar menyebabkan campuran udara dan bensin tidak ideal, sehingga ledakan di dalam ruang bakar tidak memiliki tenaga yang cukup untuk menggerakkan piston secara mulus.

Pembersihan injektor secara berkala sangat disarankan untuk menjaga kehalusan mesin. Getaran akibat masalah bahan bakar ini sering kali muncul disertai dengan gejala mobil yang terasa "berebet" atau tersendat saat dipacu pada kecepatan tertentu. Memastikan sistem distribusi bahan bakar tetap bersih tidak hanya menghilangkan getaran, tetapi juga mengembalikan efisiensi konsumsi bahan bakar kendaraan ke level yang lebih optimal.

4. Apakah masalah transmisi bisa disalahartikan sebagai getaran mesin?

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sering kali, getaran yang dirasakan saat mobil berpindah gigi atau mulai melaju dianggap sebagai masalah pada mesin, padahal sumbernya ada pada sistem transmisi. Komponen seperti torque converter yang aus atau kopling yang selip dapat menimbulkan sensasi getaran yang mirip dengan mesin pincang. Pada mobil dengan transmisi manual, plat kopling yang sudah tidak rata juga akan menimbulkan getaran kuat saat pedal kopling mulai dilepaskan.

Selain itu, as roda (drive shaft) yang bengkok atau sendi peluru (CV joint) yang sudah aus juga dapat menimbulkan getaran yang sinkron dengan putaran roda. Untuk membedakannya, perhatikan apakah getaran hilang saat mobil dalam posisi netral. Jika getaran hanya muncul saat mobil bergerak, kemungkinan besar masalah terletak pada sistem pemindah daya atau kaki-kaki, bukan pada unit mesin itu sendiri.

5. Mengapa getaran semakin terasa saat menggunakan AC?

ilustrasi suhu ac mobil (freepik.com/stefamerpik)
ilustrasi suhu ac mobil (freepik.com/stefamerpik)

Getaran yang meningkat tajam saat AC dinyalakan menunjukkan bahwa mesin mengalami beban tambahan yang tidak sanggup dikompensasi dengan baik. Hal ini bisa disebabkan oleh kompresor AC yang sudah mulai oblak atau aus, sehingga menimbulkan beban mekanis yang tidak seimbang. Beban ekstra ini akan menarik RPM mesin turun ke titik terendah, memicu getaran dari engine mount yang sudah lemah menjadi lebih jelas terasa di kabin.

Sistem idle up yang tidak berfungsi dengan benar juga menjadi penyebab umum. Komponen ini bertugas menaikkan putaran mesin secara otomatis saat kompresor AC aktif. Jika sistem ini gagal bekerja, mesin akan terbebani tanpa adanya tambahan tenaga, yang berujung pada getaran hebat. Melakukan pengecekan pada sensor-sensor terkait dan kondisi kompresor dapat menjadi langkah awal untuk mengeliminasi getaran yang mengganggu kenyamanan berkendara ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Test Drive Suzuki New XL7 Alpha Kuro di IIMS 2026, Gagah Banget!

11 Feb 2026, 17:23 WIBAutomotive