Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Volkswagen dan Xpeng Siapkan Lima Model Baru untuk 2026

Screen Shot 2025-08-26 at 5.17.17 PM.png
Volkswagen XL1 (volkswagen-newsroom.com)
Intinya sih...
  • Kolaborasi strategis dalam pengembangan arsitektur CEA
  • Efisiensi produksi dan pemangkasan biaya melalui perangkat lunak
  • Target ambisius peluncuran lima model baru pada 2026
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Volkswagen Group China baru saja mengumumkan pencapaian besar dengan dimulainya produksi perdana kendaraan berbasis arsitektur elektronik CEA hasil kolaborasi dengan Xpeng. Langkah strategis ini menandai era baru bagi raksasa otomotif Jerman tersebut dalam mengadopsi teknologi digital yang sepenuhnya dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar Tiongkok yang sangat dinamis.

Arsitektur baru ini bukan sekadar pembaruan perangkat lunak biasa, melainkan transformasi struktural yang akan diaplikasikan pada berbagai lini produk mulai tahun 2026. Dengan menggandeng keahlian teknologi Xpeng, Volkswagen bertekad mempercepat siklus pengembangan kendaraan sekaligus memangkas biaya produksi secara signifikan untuk mempertahankan daya saingnya di tengah ketatnya persaingan mobil pintar.

1. Kolaborasi strategis dalam pengembangan arsitektur CEA

Ilustrasi pabrik mobil. (unsplash.com/carlos aranda)
Ilustrasi pabrik mobil. (unsplash.com/carlos aranda)

Berdasarkan laporan yang dilansir dari carnewschina.com, arsitektur elektronik dan elektrik regional CEA (China Electronic Architecture) telah resmi memasuki jalur produksi pada akhir tahun 2025. Proyek ambisius ini merupakan hasil kerja sama erat antara Volkswagen China Technology Company, Cariad China, dan produsen EV pintar Xpeng. Arsitektur ini dirancang menggunakan desain kontrol regional yang terintegrasi dengan platform komputasi sentral berperforma tinggi.

Sistem CEA ini memiliki fleksibilitas luar biasa karena dapat diterapkan pada berbagai platform kendaraan dan berbagai jenis mesin, mulai dari kendaraan listrik murni (BEV), hibrida, hingga mesin pembakaran internal (ICE). Integrasi ini memungkinkan Volkswagen untuk memperbarui portofolio kendaraan konektivitas cerdasnya secara masal di seluruh merek yang bernaung di bawah tiga perusahaan patungannya di Tiongkok, mencakup segmen mobil kecil hingga kompak.

2. Efisiensi produksi dan pemangkasan biaya melalui perangkat lunak

Ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)
Ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)

Salah satu keunggulan utama dari arsitektur CEA ini adalah kemampuannya menyederhanakan sistem elektronik kendaraan. Volkswagen mengklaim bahwa penggunaan sistem baru ini mampu mengurangi jumlah unit kontrol elektronik (Electronic Control Unit/ECU) hingga sekitar 30 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Pengurangan ini tidak hanya menurunkan kompleksitas sistem, tetapi juga memungkinkan kendaraan untuk mendukung sistem kokpit berbasis kecerdasan buatan (AI) serta fungsi bantuan pengemudi tingkat lanjut yang spesifik untuk pasar China.

Selain kecanggihan teknis, Volkswagen juga melaporkan peningkatan efisiensi yang luar biasa dalam proses pengembangan kendaraan yang berbasis perangkat lunak (Software-Defined Vehicle). Dengan kolaborasi riset lokal yang lebih intensif sejak tahap konsep, efisiensi pengembangan kendaraan diklaim meningkat hingga 30 persen. Bahkan, biaya pengembangan untuk beberapa model kunci baru diproyeksikan dapat ditekan hingga 50 persen, sebuah angka yang sangat krusial untuk menjaga margin keuntungan di era elektrifikasi.

3. Target ambisius peluncuran lima model baru pada 2026

ilustrasi pabrik mobil (unsplash.com/carlos aranda)
ilustrasi pabrik mobil (unsplash.com/carlos aranda)

Setelah produksi model pertama dimulai di pabrik Volkswagen Anhui, perusahaan kini bersiap untuk melakukan ekspansi besar-besaran. Volkswagen Group China mengonfirmasi bahwa mereka akan meluncurkan lima model baru berbasis arsitektur CEA sepanjang tahun 2026. Model-model ini akan dilengkapi dengan kemampuan pembaruan jarak jauh atau Over-the-Air (OTA), yang memastikan kendaraan tetap mutakhir dengan fitur-fitur terbaru bahkan setelah sampai di tangan konsumen.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya besar Volkswagen untuk mentransformasi diri menjadi penyedia mobilitas yang didorong oleh perangkat lunak. Dengan arsitektur yang dikembangkan secara lokal, Volkswagen dapat lebih responsif terhadap tren teknologi di Tiongkok, seperti integrasi aplikasi pihak ketiga dan fitur berkendara otonom yang lebih canggih. Keberhasilan proyek ini di Tiongkok kemungkinan besar akan menjadi cetak biru bagi pengembangan kendaraan Volkswagen di pasar global lainnya di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Biker sering Selap-selip di Jalan Sempit? Ini Penjelasan Psikologinya

30 Jan 2026, 21:05 WIBAutomotive