Mulai 2028, Semua Kendaraan Penumpang di China Harus Pakai AEB

- Standar nasional baru ini berlaku untuk kendaraan kategori M1 (mobil penumpang seperti sedan, SUV, dan MPV) serta N1 (kendaraan komersial ringan dengan berat kotor hingga 3,5 ton).
- Sistem AEB diwajibkan mampu mendeteksi potensi tabrakan dengan objek di depan kendaraan, termasuk pejalan kaki dan pesepeda, pada rentang kecepatan tertentu.
- Penerapan AEB sebagai fitur wajib juga mencerminkan arah kebijakan China dalam mendorong adopsi Advanced Driver Assistance
Jakarta, IDN Times - China resmi menetapkan regulasi baru yang mewajibkan pemasangan Automatic Emergency Braking (AEB) pada seluruh kendaraan ringan, termasuk mobil penumpang dan kendaraan komersial ringan.
Mengutip Carnewschina, aturan ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2028, menandai langkah penting dalam peningkatan standar keselamatan kendaraan di negara tersebut.
Kebijakan ini diumumkan sebagai bagian dari standar nasional terbaru yang mengatur sistem bantuan keselamatan aktif. Sebelumnya, AEB masih bersifat opsional pada banyak model kendaraan.
Melalui regulasi ini, pemerintah China mendorong produsen otomotif untuk menjadikan teknologi pengereman darurat otomatis sebagai perlengkapan standar, seiring meningkatnya fokus pada perlindungan pengguna jalan dan penurunan angka kecelakaan lalu lintas.
1. AEB wajib untuk mobil penumpang dan komersial ringan

Standar nasional baru ini berlaku untuk kendaraan kategori M1 (mobil penumpang seperti sedan, SUV, dan MPV) serta N1 (kendaraan komersial ringan dengan berat kotor hingga 3,5 ton).
Dengan cakupan tersebut, regulasi ini tidak hanya menyasar mobil pribadi, tetapi juga kendaraan niaga ringan yang banyak digunakan untuk logistik dan distribusi perkotaan.
Pemerintah China menilai kendaraan komersial ringan memiliki risiko kecelakaan yang tinggi di area perkotaan, terutama karena intensitas penggunaan dan interaksi langsung dengan pengguna jalan lain seperti pejalan kaki dan pesepeda.
Oleh karena itu, kewajiban AEB di segmen ini dianggap krusial untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas secara menyeluruh.
2. Fokus pada perlindungan pengguna jalan yang rentan

Dalam regulasi tersebut, sistem AEB diwajibkan mampu mendeteksi potensi tabrakan dengan objek di depan kendaraan, termasuk pejalan kaki dan pesepeda, pada rentang kecepatan tertentu.
Sistem harus memberikan peringatan kepada pengemudi dan secara otomatis melakukan pengereman jika risiko tabrakan terdeteksi.
Langkah ini diambil karena tingginya proporsi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengguna jalan rentan.
Dengan mewajibkan AEB sebagai fitur standar, pemerintah China berharap tingkat keparahan kecelakaan dapat ditekan, sekaligus meningkatkan keselamatan di kawasan perkotaan dengan kepadatan lalu lintas tinggi.
3. Dorong standarisasi ADAS di industri otomotif

Penerapan AEB sebagai fitur wajib juga mencerminkan arah kebijakan China dalam mendorong adopsi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) secara lebih luas.
Dalam beberapa tahun terakhir, penetrasi teknologi keselamatan aktif di mobil baru di China terus meningkat, namun belum merata di semua segmen.
Dengan regulasi ini, seluruh produsen di pasar China diwajibkan memenuhi standar keselamatan yang sama, sehingga mendorong standarisasi teknologi sekaligus mempercepat transformasi industri otomotif menuju kendaraan yang lebih aman dan canggih.

















