CATL dan BAIC Bidik Satu Juta Mobil Listrik Tukar Baterai

- CATL dan BAIC menandatangani kerja sama strategis di Beijing untuk menargetkan satu juta mobil listrik yang kompatibel dengan sistem tukar baterai.
- Kolaborasi mencakup pengembangan kendaraan, pasokan baterai, jaringan stasiun, Battery Bank, serta standardisasi; BAIC akan memanfaatkan jaringan dealer untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
- CATL telah membangun 2.520 stasiun penukaran baterai; teknologi ini menawarkan penggantian cepat dan peluang harga awal mobil lebih rendah melalui pemisahan kepemilikan baterai.
Industri mobil listrik China terus mencari cara untuk membuat pengisian energi lebih praktis. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah teknologi battery swapping, yaitu mengganti baterai yang habis dengan baterai terisi penuh di stasiun khusus. Cara ini memungkinkan pengguna melanjutkan perjalanan tanpa harus menunggu proses pengisian daya seperti pada umumnya.
Peluang tersebut mendorong CATL dan BAIC Group menjalin kerja sama strategis. Kedua perusahaan menargetkan satu juta mobil listrik dengan teknologi tukar baterai melalui pengembangan kendaraan, pasokan baterai, perluasan infrastruktur, dan model bisnis yang mendukung penggunaan teknologi tersebut secara lebih luas.
1. CATL dan BAIC menargetkan satu juta mobil listrik

Ilustrasi CATL. (catl.com) Mengutip laporan CarNewsChina, CATL dan BAIC Group resmi menandatangani perjanjian kerja sama strategis di Beijing pada 22 Oktober 2026. Kesepakatan ini menargetkan pencapaian satu juta kendaraan listrik yang kompatibel dengan sistem tukar baterai. Penandatanganan dilakukan oleh Zhang Guofu, wakil manajer umum BAIC Group, dan Yang Jun, Co-President of the Market System di CATL. Acara tersebut turut disaksikan pimpinan kedua perusahaan, termasuk Zhang Jianyong dan Robin Zeng.
Melalui kemitraan ini, BAIC berencana memasukkan berbagai model dari sejumlah mereknya ke dalam ekosistem Chocolate milik CATL. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan kendaraan, penyediaan baterai, pembangunan jaringan stasiun penukaran, serta pengembangan konsep Battery Bank. Kedua perusahaan juga ingin mendorong standardisasi agar teknologi tukar baterai dapat digunakan secara lebih luas oleh industri otomotif.
2. Jaringan stasiun tukar baterai terus diperluas

Ilustrasi CATL. (catl.com) Salah satu tantangan utama teknologi battery swapping adalah ketersediaan infrastruktur. Mobil yang mendukung sistem ini tidak akan memberikan banyak keuntungan jika stasiun penukaran baterai sulit ditemukan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, BAIC akan memanfaatkan jaringan dealernya guna membantu mempercepat pembangunan stasiun penukaran baterai CATL. Keduanya juga akan menjajaki model operasional bersama agar layanan penggantian baterai lebih mudah diakses pengguna.
Menurut laporan tersebut, CATL telah membangun 2.520 stasiun penukaran baterai. Jaringan Chocolate juga mendukung sejumlah kendaraan, termasuk BAIC Arcfox S3, GAC Aion UT Sport, GAC Aion RT Super, Changan Oshan 520, dan FAW Hongqi E-QM5. Meski begitu, jumlah kendaraan yang kompatibel masih relatif terbatas sehingga pemanfaatan jaringan belum merata. Di Chongqing, misalnya, stasiun tertentu sudah ramai berkat popularitas Changan Oshan 520.
3. Teknologi tukar baterai berpotensi menekan biaya

Ilustrasi CATL. (catl.com) Teknologi tukar baterai menawarkan keunggulan berupa waktu penggantian yang relatif singkat dibandingkan menunggu baterai terisi melalui pengisian konvensional. Sistem ini juga membuka peluang pemisahan kepemilikan kendaraan dan baterai melalui model bisnis tertentu. Dengan demikian, harga awal mobil berpotensi lebih terjangkau apabila konsumen tidak perlu membeli baterai secara langsung. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada skema biaya dan layanan yang diterapkan.
CATL dan BAIC kini berupaya memperbesar skala penggunaan teknologi tersebut agar semakin menarik bagi konsumen maupun produsen kendaraan. Jika target satu juta mobil tercapai, jaringan stasiun berpeluang memperoleh lebih banyak pengguna dan operasionalnya menjadi lebih efisien. Meski demikian, keberhasilannya tetap ditentukan oleh perluasan infrastruktur, kompatibilitas kendaraan, serta biaya layanan. Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam persaingan teknologi pengisian energi mobil listrik di China.




















