Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mobil Listrik Bekas China Diburu Eropa, Harga Turun Hingga 40 Persen

3 min read
Mobil Listrik Bekas China Diburu Eropa, Harga Turun Hingga 40 Persen
ilustrasi berapa bunga kredit mobil bekas di Indonesia? (pexels.com/Luke Miller)
  • Penjualan mobil listrik bekas asal China ke Uni Eropa mencapai 7.900 unit pada Januari–September 2026, melonjak 280 persen, sementara penjualan baru turun 44 persen.
  • Tarif BEV baru hingga 45,3 persen dan kuota impor hibrida mendorong pembeli Eropa memilih mobil bekas China yang tidak terkena bea tambahan maupun kuota tersebut.
  • CEVM menawarkan lebih dari 2.600 unit, termasuk mobil berjarak tempuh sekitar 6.000 km dengan harga hingga 40 persen di bawah harga awal China; retensi nilai tiap model berbeda-beda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil listrik bekas asal China semakin menarik perhatian konsumen di Eropa. Di tengah tarif impor dan pembatasan kendaraan baru, mobil listrik bekas menawarkan alternatif dengan harga lebih rendah. Bahkan, sejumlah unit dilaporkan dijual hingga 40 persen di bawah harga jual awalnya di China.

Menurut laporan CarNewsChina.com pada 22 Oktober 2026, perubahan kebijakan perdagangan Uni Eropa turut memengaruhi pilihan konsumen. Penjualan kendaraan bekas asal China ke pelanggan Eropa meningkat tajam, sementara penjualan kendaraan baru justru mengalami penurunan.

  1. 1. Penjualan mobil listrik bekas China melonjak

    ilustrasi berapa bunga kredit mobil bekas di Indonesia?
    ilustrasi berapa bunga kredit mobil bekas di Indonesia? (pexels.com/Bryan Javier)

    Kenaikan tarif impor mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) asal China hingga 45,3 persen pada 2024 membuat sebagian konsumen Eropa beralih ke mobil hibrida plug-in (PHEV) dan kendaraan listrik bekas. Menurut China EV Marketplace (CEVM), kendaraan bekas tidak terkena bea tambahan penyeimbang yang berlaku bagi BEV baru tersebut.

    Perubahan kembali terjadi setelah Uni Eropa memperkenalkan batas impor 350.000 unit untuk kendaraan hibrida dari China. Kebijakan ini mendorong sebagian pembeli mempertimbangkan mobil bekas karena tidak terkena tarif tambahan BEV maupun kuota impor hibrida yang disebutkan dalam laporan. Data CEVM menunjukkan penjualan kendaraan bekas kepada pelanggan Uni Eropa mencapai 7.900 unit pada Januari hingga September 2026, meningkat 280 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, penjualan kendaraan baru turun 44 persen.

  2. 2. Harga mobil bekas bisa lebih murah 40 persen

    ilustrasi berapa bunga kredit mobil bekas di Indonesia?
    ilustrasi berapa bunga kredit mobil bekas di Indonesia? (pexels.com/chickenbunny)

    COO China EV Marketplace, Jakub Geršl, menjelaskan bahwa tarif telah melemahkan permintaan mobil listrik baru China di kalangan pelanggan Eropa. Ia juga memperkirakan pembatasan impor hibrida akan menekan penjualan PHEV baru. Menurutnya, kendaraan bekas menjadi fokus utama bisnis perusahaan di Eropa karena tidak terkena tarif tambahan BEV dan kuota impor hibrida tersebut.

    CEVM kini menawarkan lebih dari 2.600 mobil listrik bekas melalui situsnya, dengan daftar yang diperbarui setiap hari. Pilihannya mencakup merek Xiaomi, BYD, iCar, Denza, Lynk & Co, dan Avatr. Geršl menyebut, “We regularly find cars with around 6,000 km on the clock priced 40% below their original Chinese list price.” Artinya, perusahaan kerap menemukan mobil dengan jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer yang dijual 40 persen lebih murah daripada harga awalnya di China. Persaingan ketat di pasar domestik China turut menekan harga mobil baru maupun bekas.

  3. 3. Nilai jual kembali mobil listrik berbeda-beda

    Screen Shot 2025-06-27 at 8.46.45 AM.png
    ilustrasi mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)

    Data China Automobile Dealers Association (CADA) bersama Jingzhengu untuk September 2026 menunjukkan bahwa penyusutan harga mobil listrik bekas di China sangat bervariasi. Tesla Model 3 menempati posisi teratas dalam daftar retensi nilai setelah tiga tahun, dengan harga yang masih bertahan 61,4 persen dari nilai awal. Tesla Model X menyusul dengan 59,5 persen, sedangkan Tesla Model Y mencapai 53,9 persen.

    BYD Seagull mempertahankan 50,5 persen nilainya setelah tiga tahun. Sementara itu, Wuling Bingo berada di posisi ke-15 dengan retensi nilai 46,1 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian model kehilangan lebih dari separuh nilai awalnya dalam tiga tahun. CEVM juga mengumumkan pusat pengiriman di Praha, Republik Ceko, dengan tahap awal 20 mobil listrik agar pembeli dapat mengambil kendaraan tanpa menunggu hingga tiga bulan untuk impor langsung dari China. Meski menawarkan harga menarik, pembeli tetap perlu memperhatikan kondisi baterai, riwayat kendaraan, garansi, dan dukungan servis sebelum membeli.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More