Melakukan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor seharusnya menjadi aktivitas yang efisien dan tidak terlalu menguras energi fisik secara berlebihan. Namun, kenyataan di lapangan sering kali menyajikan tantangan berbeda berupa kondisi infrastruktur jalan raya yang tidak merata, berlubang, dan bergelombang di banyak titik. Perjalanan yang semula diperkirakan akan berlangsung dengan nyaman dan santai bisa berubah menjadi sebuah aktivitas luar ruangan yang sangat melelahkan.
Banyak orang merasakan bahwa tubuh mereka menjadi jauh lebih cepat letih dan remuk redam ketika harus melewati rute yang rusak parah. Fenomena kelelahan ekstrem ini sering kali dianggap hanya sebagai dampak dari stres psikologis akibat perjalanan yang terhambat. Padahal, jika ditinjau dari sudut pandang biomekanika tubuh manusia, terdapat serangkaian proses fisik yang menjelaskan mengapa medan jalan yang buruk dapat menguras stamina dengan sangat cepat.
