Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alasan Mobil Diesel Jadi Pilihan Utama Pencinta Overlanding

Overlanding (Pexels/ Oskar Smethurst)
Overlanding (Pexels/ Oskar Smethurst)
Intinya sih...
  • Mesin diesel memiliki torsi besar untuk medan berat
  • Efisiensi bahan bakar tinggi dan jarak tempuh lebih jauh
  • Ketahanan mesin terhadap air dan konstruksi yang kuat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kegiatan overlanding menuntut kendaraan yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki keandalan mekanis untuk menghadapi medan yang tidak terduga. Dalam komunitas petualang jarak jauh, mobil bermesin diesel hampir selalu menjadi pilihan utama dibandingkan varian bensin. Kemampuan mesin ini dalam menempuh ribuan kilometer dengan beban berat menjadikannya kawan setia bagi mereka yang hobi menjelajahi pelosok negeri yang minim fasilitas.

Keunggulan mesin diesel dalam dunia petualangan lintas alam bukan sekadar masalah selera, melainkan didasarkan pada perhitungan teknis yang matang. Mulai dari efisiensi konsumsi bahan bakar hingga karakteristik tenaga yang dihasilkan, setiap aspek pada mesin diesel seolah dirancang untuk menaklukkan tantangan alam. Bagi para penggiat overlanding, mesin diesel memberikan rasa aman dan kepercayaan diri ekstra saat harus membelah hutan, menyeberangi sungai, atau mendaki jalur pegunungan yang curam.

1. Torsi melimpah untuk menaklukkan medan berat

Toyota Land Cruiser (Pexels/Roger Capper)
Toyota Land Cruiser (Pexels/Roger Capper)

Kekuatan utama mesin diesel yang sangat dihargai oleh para petualang adalah torsi yang besar pada putaran mesin rendah. Karakteristik ini sangat krusial saat kendaraan harus merayap di medan berlumpur, berbatu, atau saat melakukan crawling di tanjakan ekstrem dengan beban muatan penuh. Mesin diesel memungkinkan pengemudi untuk mengontrol laju kendaraan dengan lebih presisi tanpa perlu menginjak pedal gas terlalu dalam, sehingga risiko ban selip atau kehilangan traksi dapat diminimalisir secara signifikan.

Selain itu, torsi yang melimpah ini memudahkan kendaraan untuk membawa perlengkapan overlanding yang berat, seperti tenda atap (rooftop tent), tangki air cadangan, hingga peralatan memasak. Mesin bensin cenderung membutuhkan putaran tinggi untuk menghasilkan tenaga serupa, yang justru berisiko membuat mesin cepat panas atau overheat saat dipaksa bekerja keras di kecepatan rendah. Dengan mesin diesel, kendaraan dapat melaju dengan stabil dan tenang meski harus memikul beban berat di jalur yang menyiksa komponen penggerak.

2. Efisiensi bahan bakar dan jarak tempuh yang lebih jauh

Toyota Land Cruiser (Pexels/Alexandra Bakhareva)
Toyota Land Cruiser (Pexels/Alexandra Bakhareva)

Dalam perjalanan overlanding, ketersediaan bahan bakar sering kali menjadi kendala utama, terutama saat memasuki wilayah terpencil yang jauh dari stasiun pengisian reguler. Mesin diesel dikenal memiliki efisiensi termal yang lebih tinggi dibandingkan mesin bensin, yang berarti setiap liter solar dapat dikonversi menjadi jarak tempuh yang lebih jauh. Efisiensi ini sangat vital karena memungkinkan petualang untuk menjelajah lebih dalam ke pelosok tanpa rasa khawatir akan kehabisan bahan bakar di tengah hutan.

Kemudahan dalam membawa bahan bakar cadangan juga menjadi pertimbangan penting. Solar memiliki titik nyala yang lebih tinggi dibandingkan bensin, sehingga jauh lebih aman untuk disimpan di dalam jeriken cadangan yang dipasang di bagian luar kendaraan. Risiko kebakaran akibat penguapan bahan bakar saat terpapar panas matahari atau benturan menjadi jauh lebih kecil. Jarak tempuh yang panjang dan keamanan penyimpanan bahan bakar inilah yang membuat mesin diesel menjadi standar emas bagi perjalanan ekspedisi lintas batas.

3. Ketahanan mesin dan kemampuan menerjang air

Toyota Land Cruiser (Pexels/Twilight Kenya)
Toyota Land Cruiser (Pexels/Twilight Kenya)

Mesin diesel memiliki konstruksi yang jauh lebih kuat dan sederhana dalam hal sistem pengapian. Berbeda dengan mesin bensin yang sangat bergantung pada sistem kelistrikan yang sensitif seperti busi, kabel busi, dan koil, mesin diesel bekerja berdasarkan prinsip kompresi. Hal ini membuat mesin diesel memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap air saat kendaraan harus melakukan water crossing atau menyeberangi sungai yang cukup dalam. Selama saluran asupan udara terlindungi oleh snorkel, mesin diesel dapat terus bekerja dengan stabil di bawah permukaan air tanpa risiko mati mendadak akibat korsleting pada sistem pengapian.

Selain itu, mesin diesel dirancang untuk masa pakai yang lebih lama. Komponen internalnya dibuat dari material logam yang tebal dan kuat untuk menahan tekanan kompresi tinggi, sehingga lebih tahan banting terhadap keausan meski digunakan secara ekstrem dalam waktu lama. Keandalan mekanis ini memberikan ketenangan pikiran bagi para overlander, karena peluang terjadinya kerusakan fatal di tengah perjalanan yang jauh dari bengkel dapat ditekan seminimal mungkin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

[QUIZ] Jika Pikiranmu Jalan Raya, Lalu Lintasnya Akan Seperti Apa?

01 Feb 2026, 19:45 WIBAutomotive