Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Otoritas China Bongkar Jaringan Penyebar Fitnah Mobil Listrik

ilustrasi hacker yang melakukan pencurian identitas (Freepik.com/freepik)
ilustrasi hacker yang melakukan pencurian identitas (Freepik.com/freepik)

Pemerintah Tiongkok melalui media pemerintah baru-baru ini membongkar jaringan gelap yang terkoordinasi untuk menjatuhkan reputasi industri kendaraan energi baru (NEV). Di tengah dominasi mobil listrik yang kini menguasai lebih dari separuh total penjualan otomotif nasional, serangan informasi palsu dan manipulasi opini publik menjadi ancaman serius bagi persaingan sehat di pasar tersebut.

Investigasi ini mengungkap bahwa kampanye hitam tidak hanya menyasar perusahaan otomotif, tetapi juga merembet pada pelecehan terhadap pemilik kendaraan secara personal. Dengan menggunakan alat canggih dan jaringan pemberi pengaruh (influencer), kelompok ini berusaha mendistorsi persepsi masyarakat melalui konten negatif yang disebarkan secara masif sebelum peluncuran produk baru.

1. Manipulasi konten menggunakan kecerdasan buatan

ilustrasi hacker (Unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
ilustrasi hacker (Unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Berdasarkan laporan dari carnewschina.com, jaringan fitnah ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memproduksi konten negatif dalam volume besar secara otomatis. Ribuan unggahan kritik pedas sering kali muncul di berbagai platform digital berminggu-minggu sebelum sebuah kendaraan resmi diluncurkan. Hal ini menunjukkan adanya upaya sistematis yang direncanakan untuk menyabotase momentum pemasaran merek-merek tertentu.

Selain penggunaan bot, penyelidikan juga menemukan fakta mengejutkan mengenai keterlibatan para komentator otomotif terkemuka. Beberapa influencer dengan ratusan ribu pengikut diketahui sengaja menerbitkan ulasan palsu yang menyesatkan konsumen. Bahkan, terdapat laporan bahwa para pemberi pengaruh ini memasang tarif yang jauh lebih tinggi untuk mengunggah konten bermuatan negatif dibandingkan dengan tarif promosi komersial standar.

2. Sengketa hukum dan denda jutaan yuan bagi pelaku pencemaran

ilustrasi pengadilan (Tingey Injury Law Firm /Unsplash)
ilustrasi pengadilan (Tingey Injury Law Firm /Unsplash)

Pihak berwenang Tiongkok mulai bertindak tegas dengan menyeret para pelaku ke meja hijau. Beberapa perusahaan besar seperti BYD, Great Wall Motor, dan Xpeng telah memenangkan gugatan pencemaran nama baik terhadap pembuat konten nakal. Pada Januari 2026, sebuah pengadilan memerintahkan seorang blogger untuk membayar kompensasi sebesar 2,01 juta yuan (sekitar 290.000 USD) kepada BYD karena menyebarkan klaim palsu mengenai konsumsi bahan bakar SUV Denza B5.

Fenomena ini juga melibatkan persaingan antar-perusahaan yang tidak sehat, di mana beberapa eksekutif otomotif kedapatan menggunakan saluran media sosial untuk menyebarkan informasi negatif tentang kompetitor mereka. Hingga Desember 2025, pengadilan telah menjatuhkan denda berat dan perintah permohonan maaf publik kepada individu maupun organisasi yang terbukti melakukan manipulasi opini publik secara ilegal di dunia maya.

3. Langkah regulasi ketat demi menjaga stabilitas pasar

ilustrasi media sosial (unsplash.com/William Hook)
ilustrasi media sosial (unsplash.com/William Hook)

Menanggapi kekacauan ini, Administrasi Ruang Siber Tiongkok (CAC) telah mengintensifkan penegakan hukum dengan menangani puluhan ribu keluhan perusahaan. Ribuan akun media sosial telah dibatasi atau ditutup permanen, sementara konten fitnah dihapus secara masif dari berbagai platform. Pemerintah meluncurkan kampanye gabungan untuk memberantas iklan palsu dan manipulasi opini yang dapat merusak citra industri NEV yang sedang tumbuh pesat.

Langkah tegas ini diambil karena industri kendaraan listrik merupakan pilar ekonomi penting, dengan angka penjualan yang menembus 16 juta unit pada tahun 2025. Pemerintah Tiongkok menegaskan bahwa mereka tidak akan menoleransi segala bentuk serangan reputasi yang tidak berdasar. Penegakan hukum akan terus dilakukan guna memastikan bahwa konsumen mendapatkan informasi yang objektif dan industri tetap kompetitif berdasarkan kualitas produk, bukan kekuatan manipulasi digital.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Runtuhnya Era Bensin: Penjualan Mobil Bahan Bakar Turun 7 Juta Unit!

01 Feb 2026, 18:05 WIBAutomotive