Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Harga Mobil Diesel Selalu Lebih Mahal Dibanding Mobil Bensin?

Toyota Fortuner (auto2000bandung.id)
Toyota Fortuner (auto2000bandung.id)
Intinya sih...
  • Konstruksi mesin diesel lebih kokoh dan berat
  • Kompleksitas sistem injeksi dan turbocharger
  • Standar emisi dan pengolahan gas buang yang rumit
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perbedaan harga antara mobil bermesin diesel dan mobil bermesin bensin sering kali menjadi bahan pertimbangan utama bagi calon pembeli kendaraan. Meski secara fisik terlihat serupa, label harga pada varian diesel biasanya terpaut jauh lebih tinggi, terkadang mencapai puluhan juta rupiah lebih mahal dibandingkan saudara kembarnya yang mengonsumsi bensin.

Kesenjangan harga ini bukanlah tanpa alasan, melainkan hasil dari perbedaan fundamental dalam konstruksi mesin, material yang digunakan, serta kompleksitas sistem pendukungnya. Mesin diesel dirancang untuk bekerja dalam kondisi tekanan yang jauh lebih ekstrem, sehingga memerlukan standar rekayasa teknik yang lebih tinggi dan komponen yang jauh lebih kuat untuk memastikan keandalan jangka panjang.

1. Konstruksi mesin yang jauh lebih kokoh dan berat

Ilustrasi mesin diesel (group1mitsubishi.co.za)
Ilustrasi mesin diesel (group1mitsubishi.co.za)

Penyebab utama tingginya harga mobil diesel terletak pada tuntutan kekuatan material mesinnya. Berbeda dengan mesin bensin yang menggunakan percikan busi, mesin diesel mengandalkan prinsip kompresi tinggi untuk meledakkan bahan bakar. Rasio kompresi mesin diesel bisa mencapai dua kali lipat dari mesin bensin, yang berarti seluruh blok mesin, kepala silinder, piston, hingga poros engkol harus dibuat dari material logam yang jauh lebih kuat dan tebal agar tidak hancur saat terjadi ledakan di dalam ruang bakar.

Penggunaan material baja atau besi tuang yang lebih berkualitas ini secara otomatis meningkatkan biaya produksi secara signifikan. Selain itu, berat mesin diesel yang lebih besar mengharuskan pabrikan untuk memperkuat sektor suspensi dan sasis kendaraan agar mampu menopang beban ekstra tersebut. Rangkaian penguatan struktural ini menciptakan efek domino pada biaya manufaktur yang pada akhirnya dibebankan kepada harga jual akhir kendaraan di diler.

2. Kompleksitas sistem injeksi dan perangkat turbocharger

ilustrasi mesin mobil hybrid (auto2000.co.id)
ilustrasi mesin mobil hybrid (auto2000.co.id)

Mesin diesel modern sangat bergantung pada sistem pengabutan bahan bakar yang sangat presisi, yang dikenal dengan sistem common rail. Sistem ini bekerja dengan tekanan yang sangat tinggi agar solar dapat berubah menjadi butiran kabut super halus yang mudah terbakar. Komponen seperti pompa injeksi tekanan tinggi dan injektor piezoelektrik memiliki toleransi pengerjaan yang sangat kecil dan rumit, sehingga harga satu unit injektor diesel saja bisa berkali-kali lipat lebih mahal daripada injektor mesin bensin.

Hampir semua mobil diesel saat ini juga telah dilengkapi dengan perangkat turbocharger dan intercooler untuk mendongkrak performa dan efisiensi. Kehadiran perangkat turbo ini menambah daftar komponen mahal dalam skema produksi. Sementara banyak mobil bensin masih menggunakan sistem aspirasi natural yang lebih sederhana, mesin diesel tidak dapat beroperasi secara optimal tanpa asupan udara bertekanan tinggi dari turbo, yang secara otomatis menambah kompleksitas dan biaya teknologi pada setiap unitnya.

3. Standar emisi dan sistem pengolahan gas buang yang rumit

ilustrasi knalpot mobil keluar embun (pexels.com/Khunkorn Laowisit)
ilustrasi knalpot mobil keluar embun (pexels.com/Khunkorn Laowisit)

Seiring dengan semakin ketatnya regulasi lingkungan global, produsen mobil diesel harus menyematkan teknologi pengolahan limbah yang sangat canggih untuk menekan polusi jelaga dan nitrogen oksida (NOx). Mobil diesel memerlukan perangkat tambahan seperti Diesel Particulate Filter (DPF) dan terkadang sistem Selective Catalytic Reduction (SCR) yang menggunakan cairan urea. Perangkat pemurni gas buang ini menggunakan logam mulia dalam jumlah banyak sebagai katalisator, yang harganya di pasar dunia sangatlah tinggi.

Di sisi lain, sistem pengolahan emisi pada mobil bensin jauh lebih sederhana dan murah. Kerumitan dalam menyaring partikel mikroskopis dari asap diesel mengharuskan adanya sensor-sensor tambahan dan komputer manajemen mesin yang lebih cerdas untuk memantau emisi secara real-time. Seluruh investasi pada teknologi ramah lingkungan inilah yang membuat harga produksi mobil diesel sulit ditekan, meskipun sebagai imbalannya, pemilik kendaraan mendapatkan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik dan torsi yang melimpah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Runtuhnya Era Bensin: Penjualan Mobil Bahan Bakar Turun 7 Juta Unit!

01 Feb 2026, 18:05 WIBAutomotive