Runtuhnya Era Bensin: Penjualan Mobil Bahan Bakar Turun 7 Juta Unit!

- Kontraksi pasar mobil bensin di Tiongkok mencapai 7 juta unit dalam enam tahun terakhir, setara dengan penyusutan pasar sebesar 39 persen.
- Meskipun penurunan total kendaraan bensin, merek lokal Tiongkok seperti Geely Xingyue L dan Boyue menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
- Nissan Sylphy dan Volkswagen Lavida mengalami kemunduran tajam dari masa keemasannya, menandakan kehilangan cengkeraman merek Jerman dan Jepang di pasar Tiongkok.
Pasar otomotif Tiongkok sedang berada di titik balik sejarah setelah mencatatkan penurunan drastis pada penjualan mobil bermesin pembakaran internal (ICE) selama enam tahun terakhir. Seiring dengan penetrasi kendaraan energi baru (NEV) yang mencapai angka 59 persen pada akhir 2025, dominasi mobil bensin kini mulai memudar dan memaksa para raksasa otomotif dunia untuk memikirkan ulang strategi mereka.
Data menunjukkan penurunan volume tahunan yang sangat signifikan, dari 17,8 juta unit pada tahun 2020 menjadi hanya 10,85 juta unit pada tahun 2025. Pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih melirik kendaraan listrik telah membentuk ulang peta permintaan di berbagai segmen pasar, meninggalkan lubang besar dalam angka penjualan produsen mobil konvensional.
1. Kontraksi pasar yang masif dalam enam tahun terakhir

Berdasarkan laporan yang dilansir dari carnewschina.com, penurunan penjualan mobil bensin di Tiongkok mencerminkan pengurangan sekitar 7 juta unit dalam kurun waktu enam tahun saja. Angka ini setara dengan penyusutan pasar sebesar kurang lebih 39 persen. Fenomena ini bukanlah penurunan musiman biasa, melainkan sebuah transformasi struktural karena adopsi mesin berlistrik yang semakin cepat di seluruh negeri.
Di tengah penyusutan pasar ini, beberapa model bensin dari merek luar negeri masih mampu bertahan, meskipun volumenya tidak lagi sefantastis dahulu. Volkswagen Magotan, Tiguan L, dan Toyota Camry tercatat masih membukukan pertumbuhan tahunan yang positif di tahun 2025. Namun, pertumbuhan pada segmen tertentu ini tidak cukup untuk menahan arus besar penurunan total kendaraan bensin di pasar nasional Tiongkok.
2. Dominasi merek lokal di jajaran model bensin terlaris

Meskipun pasar mobil bensin secara keseluruhan menyusut, merek-merek lokal Tiongkok justru menunjukkan taringnya dengan meraih posisi penting dalam peringkat lima besar. Geely Xingyue L mencatatkan penjualan sebanyak 240.000 unit, atau naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Prestasi yang lebih mengejutkan datang dari Geely Boyue yang terjual 230.000 unit dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 148 persen.
Menurut data yang dihimpun carnewschina.com, pertumbuhan Geely Boyue merupakan yang tertinggi di antara model-model bermesin bensin lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun minat terhadap mobil listrik sangat tinggi, konsumen masih menaruh kepercayaan besar pada merek domestik ketika mereka memutuskan untuk tetap membeli mobil bensin. Keberhasilan merek lokal dalam mengintegrasikan fitur-fitur modern dengan harga kompetitif menjadi kunci pertahanan mereka di tengah lesunya pasar ICE.
3. Kemunduran tajam raksasa otomotif Jerman dan Jepang

Tiga model bensin teratas pada tahun 2025 masih ditempati oleh nama-nama besar seperti Volkswagen Sagitar, Volkswagen Lavida, dan Nissan Sylphy. Namun, angka-angka tersebut menyembunyikan kenyataan pahit mengenai kemunduran jangka panjang. Nissan Sylphy, yang memegang posisi puncak dengan 320.000 unit, sebenarnya telah merosot jauh dari masa keemasannya di tahun 2020 yang saat itu mampu terjual sebanyak 538.000 unit.
Nasib serupa dialami oleh Volkswagen Lavida yang penjualannya anjlok dari hampir 500.000 unit pada tahun 2019 menjadi hanya 270.000 unit di tahun 2025. Penurunan volume jutaan unit ini menjadi bukti nyata bahwa merek-merek joint venture dari Jerman dan Jepang mulai kehilangan cengkeraman mereka di pasar Tiongkok. Tanpa percepatan transisi ke model elektrik, dominasi para raksasa dunia ini terancam benar-benar berakhir seiring dengan semakin ditinggalkannya teknologi mesin bensin oleh masyarakat setempat.


















