ilustrasi defogger kaca mobil (unsplash.com/Mauro Favaron)
Tempered glass umumnya memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap benturan dan perubahan temperatur dibandingkan kaca biasa. Karakteristik ini membuatnya cocok digunakan pada pintu kaca, jendela tertentu, partisi, meja, hingga bagian kendaraan.
Meski lebih kuat, tempered glass memiliki satu kelemahan penting. Setelah kaca selesai melalui proses tempering, bentuknya tidak bisa dipotong atau dibor seperti kaca biasa tanpa membuatnya pecah. Karena itu, seluruh proses pemotongan, pelubangan, dan pembentukan harus dilakukan sebelum kaca menjalani proses tempering.
Jika tempered glass sudah mengalami kerusakan, biasanya kaca perlu diganti secara keseluruhan. Jadi, istilah tempered bukan berarti kaca tersebut kebal pecah, melainkan menunjukkan bahwa kaca telah melalui proses penguatan yang mengubah kekuatan dan karakteristik pecahnya.
Pemilihan antara kaca biasa, tempered glass, atau kaca laminasi bergantung pada lokasi pemasangan dan kebutuhan keselamatan. Untuk kendaraan maupun bangunan, penggunaan kaca sebaiknya mengikuti spesifikasi yang telah ditentukan agar fungsi perlindungan tetap optimal.