Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Rem Tangan dan Rem Belakang Menggunakan Kampas yang Sama?
Mitsubishi Grandis (PT MMKSI)
  • Kampas rem tangan dan kampas rem belakang bisa berbeda atau sama tergantung jenis sistem pengereman, seperti cakram dengan desain drum-in-hat atau tromol konvensional.
  • Rem belakang bekerja dengan sistem hidrolik untuk pengereman utama, sedangkan rem tangan memakai kabel mekanik sebagai cadangan darurat jika sistem hidrolik gagal.
  • Masa pakai kampas rem belakang lebih cepat aus karena sering digunakan, sementara kampas rem tangan cenderung awet karena hanya berfungsi saat kendaraan berhenti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia otomotif sering kali memunculkan kebingungan teknis bagi para pemilik kendaraan, terutama mengenai komponen yang letaknya berdekatan namun memiliki fungsi berbeda. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah kampas rem tangan dan kampas rem belakang merupakan satu komponen yang sama atau dua perangkat yang berdiri sendiri.

Secara fungsional, keduanya memang bertugas untuk menghentikan putaran roda, namun cara kerja dan momen penggunaannya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk memastikan perawatan sistem pengereman dilakukan dengan tepat demi menjaga keamanan serta fungsionalitas kendaraan dalam berbagai kondisi jalan.

1. Integrasi fungsi pada sistem rem cakram dan tromol

Ilustrasi perbaikan rem mobil (pixabay/geraldoswald62)

Pada banyak mobil modern yang menggunakan sistem rem cakram di keempat rodanya, kampas rem tangan dan kampas rem belakang sering kali merupakan komponen yang berbeda secara fisik. Beberapa pabrikan menggunakan desain "drum-in-hat", di mana piringan cakram belakang memiliki bagian tengah yang menonjol seperti tromol kecil. Di dalam tromol kecil inilah terdapat sepatu rem khusus yang hanya bekerja saat tuas rem tangan ditarik, sementara kaliper cakram di luarnya berfungsi untuk pengereman utama saat mobil melaju.

Namun, pada kendaraan yang menggunakan sistem rem belakang tipe tromol (drum brake), kampas rem belakang dan rem tangan biasanya berbagi komponen yang sama. Sepatu rem yang digunakan untuk menghentikan mobil saat berjalan juga merupakan komponen yang ditarik oleh kabel mekanis saat rem tangan diaktifkan. Perbedaan hanya terletak pada sistem penggeraknya; rem utama digerakkan oleh tekanan hidrolik minyak rem, sedangkan rem tangan digerakkan secara mekanis melalui kabel baja.

2. Perbedaan mekanisme penggerak hidrolik dan mekanik

ilustrasi mengeringkan rem mobil (pexels.com/gustavo fring)

Perbedaan mendasar lainnya terletak pada cara kedua sistem ini diaktifkan oleh pengemudi. Rem belakang merupakan bagian dari sistem rem utama yang bekerja berdasarkan prinsip hidrolik. Ketika pedal rem ditekan, tekanan minyak rem akan mendorong piston untuk menjepit kampas ke piringan atau dinding tromol. Sistem ini dirancang untuk menangani suhu tinggi dan gesekan ekstrem yang terjadi saat kendaraan sedang melaju kencang di jalan raya.

Sementara itu, rem tangan atau rem parkir hampir selalu menggunakan mekanisme kabel mekanik yang sepenuhnya terpisah dari sistem hidrolik. Tujuan dari penggunaan kabel mekanik ini adalah sebagai sistem cadangan darurat. Jika terjadi kegagalan sistem hidrolik (seperti kebocoran minyak rem), rem tangan tetap dapat berfungsi karena digerakkan secara fisik oleh tarikan kabel. Oleh karena itu, meskipun dalam beberapa model mereka menggunakan kampas yang sama, jalur perintahnya tetap harus berbeda demi alasan keselamatan yang sangat krusial.

3. Karakteristik material dan masa pakai komponen

ilustrasi rem mobil bermasalah (pexels.com/Gustavo Fring)

Karena memiliki pola penggunaan yang berbeda, masa pakai antara kampas rem belakang dan kampas rem tangan pun tidaklah sama. Kampas rem belakang akan lebih cepat aus karena terus-menerus bergesekan untuk mengurangi kecepatan kendaraan setiap kali pedal rem ditekan. Materialnya dirancang khusus untuk tahan terhadap panas tinggi dan pemudaran daya cengkeram (brake fade) akibat penggunaan yang intensif selama perjalanan.

Di sisi lain, kampas rem tangan yang bertipe independen cenderung memiliki masa pakai yang jauh lebih lama, bahkan bisa bertahan sepanjang umur kendaraan jika digunakan secara normal. Hal ini dikarenakan rem tangan hanya bertugas menahan posisi mobil saat sedang berhenti atau parkir, sehingga hampir tidak ada gesekan yang mengikis permukaannya. Kerusakan pada sistem rem tangan lebih sering disebabkan oleh kabel yang berkarat, macet, atau setelan yang mengendur, bukannya karena penipisan material kampas sebagaimana yang terjadi pada sistem rem utama belakang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team