Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Memakai Earplug Bisa Membuat Biker Lebih Mendengar Suara Jalanan?

Kenapa Memakai Earplug Bisa Membuat Biker Lebih Mendengar Suara Jalanan?
ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Suara gemuruh angin di dalam helm bisa mencapai 95–100 dB, melebihi batas aman pendengaran dan membuat pengendara sulit mendengar suara penting di jalan.
  • Earplug khusus otomotif menyaring frekuensi tinggi dari suara angin tanpa menutup total suara, sehingga bunyi klakson atau mesin kendaraan lain terdengar lebih jelas.
  • Penggunaan earplug membantu mencegah kelelahan otak akibat kebisingan terus-menerus, menjaga fokus dan respons cepat pengendara terhadap potensi bahaya di jalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor sering kali diidentikkan dengan paparan suara bising yang melelahkan. Banyak pengendara mengira bahwa menggunakan penyumbat telinga (earplug) saat berkendara adalah tindakan yang berbahaya karena ditakutkan dapat mengisolasi pendengaran dari lingkungan sekitar, seperti suara klakson atau sirene ambulans.

Padahal, asumsi tersebut keliru jika dilihat dari kacamata sains keselamatan berkendara. Menggunakan penutup telinga khusus justru menjadi kunci utama untuk meningkatkan kepekaan pendengaran terhadap detail situasi jalan raya, sekaligus melindungi otak dari kelelahan akustik yang fatal.

Berikut adalah alasan ilmiah mengapa menyumbat telinga dengan earplug justru membuat suara di jalanan terdengar jauh lebih jelas.

1. Bahaya laten gemuruh angin sebagai musuh utama pendengaran

ilustrasi touring naik motor (pexels.com/Zaur Takhgiriev)
ilustrasi touring naik motor (pexels.com/Zaur Takhgiriev)

Banyak orang salah fokus dan mengira bahwa knalpot bising atau raungan mesin adalah sumber suara paling merusak di atas motor. Faktanya, musuh utama telinga seorang pengendara adalah suara gemuruh angin (wind noise) yang tercipta akibat turbulensi di sekitar helm saat motor bergerak maju.

Pada kecepatan standar sekitar 80 km/jam, tingkat kebisingan akumulatif dari gemuruh angin di dalam helm dapat dengan mudah menyentuh angka 95 hingga 100 desibel (dB). Tingkat kebisingan yang setara dengan suara mesin jet dari jarak dekat ini berada jauh di atas batas aman pendengaran manusia. Paparan suara konstan sekeras ini dalam hitungan menit sudah cukup untuk menenggelamkan frekuensi suara penting lainnya di jalan raya, sehingga telinga justru menjadi tuli sesaat terhadap lingkungan sekitar.

2. Mekanisme penyaringan frekuensi tinggi oleh penutup telinga

ilustrasi earplugs (pexels.com/Kindel Media)
ilustrasi earplugs (pexels.com/Kindel Media)

Di sinilah fungsi krusial dari penggunaan earplug bekerja secara paradoksikal. Penyumbat telinga, terutama tipe filter earplug khusus otomotif, dirancang secara mekanis untuk tidak mematikan semua suara secara total, melainkan bertindak sebagai penyaring frekuensi akustik.

Alat ini secara spesifik memotong dan meredam gelombang suara berfrekuensi tinggi yang merusak, yang mendominasi karakteristik suara gemuruh angin. Ketika volume suara angin berhasil dipangkas drastis, ruang pendengaran di dalam telinga menjadi lebih bersih. Akibatnya, suara-suara berfrekuensi rendah hingga sedang yang bersifat intermiten (putus-putus)—seperti ketukan suara mesin mobil di sebelah, decit rem kendaraan, atau bunyi klakson—justru akan menonjol dan terdengar jauh lebih jernih di otak pengendara.

3. Mencegah kelelahan otak demi menjaga kecepatan respons bahaya

ilustrasi pengendara motor yang sedang touring (pexels.com/Nishant Aneja)
ilustrasi pengendara motor yang sedang touring (pexels.com/Nishant Aneja)

Mendengar suara gemuruh angin yang bising secara terus-menerus selama lebih dari satu jam akan memicu kondisi medis yang disebut auditory fatigue atau kelelahan otak akibat beban suara. Ketika sistem pendengaran dihujani suara bising tanpa jeda, otak harus bekerja ekstra keras untuk menyaring polusi suara tersebut, yang menguras energi mental dalam jumlah besar.

Otak yang mengalami kelelahan auditori akan mengalami penurunan fungsi kognitif secara drastis, sehingga menjadi lambat dalam merespons ancaman bahaya fisik di jalan raya. Dengan memakai earplug, beban kerja otak untuk memproses kebisingan berkurang drastis, sehingga konsentrasi dan tingkat kewaspadaan mental pengendara tetap terjaga optimal sepanjang sisa perjalanan. Memastikan otak tetap rileks dan bebas dari kelelahan suara adalah investasi terbaik untuk keselamatan jiwa di atas aspal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More