Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Arus Lebih Lancar, Kenapa Jalan Tol Justru Bikin Sopir Ngantuk?
Ilustrasi truk (Pexels/Markus Spiske)
  • Jalan tol yang lurus dan pemandangannya monoton dapat menurunkan stimulasi otak, sehingga kewaspadaan pengemudi berkurang, terutama saat tubuh lelah atau kurang tidur.
  • Kecepatan stabil, kabin nyaman, dan suara kendaraan yang konsisten membuat pengemudi terlalu rileks serta berisiko mengalami microsleep, ketika kendaraan melaju cepat tanpa kendali memadai.
  • Pengemudi perlu cukup tidur sebelum perjalanan, beristirahat berkala di tempat resmi, dan segera berhenti aman saat muncul tanda kantuk; musik, jendela terbuka, atau kopi bukan pengganti tidur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jalan tol yang lurus dan sepi bisa bikin sopir mengantuk. Sopir melihat pemandangan yang hampir sama terus. Mobil juga jalan dengan kecepatan tetap dan kursinya nyaman. Kalau sopir lelah, ia bisa tertidur sebentar tanpa sadar. Sekarang sopir harus tidur cukup dan berhenti di tempat istirahat kalau mulai mengantuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jalan tol sering menjadi pilihan pengemudi untuk menempuh perjalanan jauh karena arus lalu lintasnya relatif lancar dan minim persimpangan. Pengemudi bisa melaju dengan kecepatan stabil tanpa harus sering berhenti akibat lampu merah atau kemacetan. Namun, kondisi jalan yang terlihat nyaman ini ternyata menyimpan risiko tersendiri, yaitu rasa kantuk saat berkendara.

Fenomena ini bukan sekadar akibat perjalanan yang panjang. Jalan tol memiliki karakteristik yang bisa membuat pengemudi lebih mudah kehilangan kewaspadaan, terutama ketika melewati jalur lurus dalam waktu lama. Jika tidak diantisipasi, rasa kantuk dapat memperlambat reaksi dan meningkatkan risiko kecelakaan, bahkan ketika kondisi lalu lintas sedang lengang.

1. Pemandangan monoton membuat otak kurang terstimulasi

ilustrasi jalan tol (vecteezy.com/khoidir76)

Salah satu penyebab pengemudi mudah mengantuk di jalan tol adalah pemandangan yang relatif monoton. Ketika melaju dalam waktu lama, pengemudi mungkin hanya melihat permukaan jalan, marka, pembatas jalan, dan kendaraan lain dengan pola yang hampir sama. Minimnya perubahan visual membuat aktivitas berkendara terasa repetitif.

Dalam kondisi tersebut, tingkat kewaspadaan bisa menurun, terutama jika pengemudi sudah lelah atau kurang tidur. Gerakan mengemudi yang cenderung berulang juga membuat perjalanan terasa kurang menuntut perhatian dibandingkan berkendara di jalan perkotaan yang ramai. Meski begitu, bukan berarti jalan tol secara langsung membuat semua orang mengantuk. Kondisi tubuh, durasi perjalanan, dan kualitas tidur tetap menjadi faktor penting.

2. Kecepatan stabil membuat pengemudi merasa terlalu nyaman

ilustrasi jalan tol (freepik.com/freepik)

Berbeda dengan jalan perkotaan, jalan tol memungkinkan kendaraan melaju dengan kecepatan relatif konstan. Pengemudi tidak perlu terlalu sering menginjak rem, berpindah gigi, atau menghadapi persimpangan. Situasi ini memang membantu perjalanan terasa lebih nyaman, tetapi bisa membuat sebagian orang kurang aktif mempertahankan konsentrasi.

Kabinnya yang sejuk, posisi duduk yang nyaman, serta suara mesin dan ban yang konsisten juga dapat menambah rasa rileks. Ketika tubuh sebenarnya sudah lelah, suasana tersebut bisa membuat kantuk semakin terasa. Pengemudi pun berisiko mengalami microsleep, yaitu tertidur sangat singkat tanpa disadari. Dalam kecepatan tinggi, kehilangan kesadaran selama beberapa detik saja sudah cukup membuat kendaraan melaju puluhan meter tanpa kendali yang memadai.

3. Istirahat berkala lebih penting daripada memaksakan perjalanan

ilustrasi Jalan Tol (Pixabay.com/alexanderjungmann)

Untuk mengurangi risiko mengantuk, pengemudi sebaiknya memastikan tubuh cukup istirahat sebelum melakukan perjalanan jauh. Jangan memulai perjalanan ketika mengantuk atau setelah tidur terlalu sedikit. Jika perjalanan berlangsung berjam-jam, manfaatkan tempat istirahat resmi untuk berhenti secara berkala, meregangkan tubuh, dan memulihkan konsentrasi.

Apabila mulai menguap berulang kali, sulit menjaga mata tetap terbuka, atau kendaraan tanpa sadar keluar dari jalur, segera cari tempat aman untuk berhenti. Jangan mengandalkan musik keras, membuka jendela, atau minum kopi sebagai pengganti tidur karena cara tersebut tidak selalu efektif mengatasi kantuk. Jika sudah sangat mengantuk, tidur singkat di tempat yang aman dapat membantu sementara, tetapi istirahat yang cukup tetap menjadi solusi utama. Ingat, perjalanan yang lancar bukan alasan untuk lengah. Di jalan tol, menjaga kewaspadaan sama pentingnya dengan mempertahankan kecepatan dan jarak aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article