Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Beli Mobil Bekas, Ini Biaya Tambahan yang Sering Terlupakan

3 min read
Beli Mobil Bekas, Ini Biaya Tambahan yang Sering Terlupakan
ilustrasi mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Pembeli mobil bekas perlu menyiapkan biaya balik nama, administrasi, pajak, serta memeriksa kesesuaian STNK, BPKB, nomor rangka, dan nomor mesin.
  • Servis awal dan inspeksi bengkel penting untuk mengetahui kebutuhan penggantian oli, filter, ban, rem, aki, busi, atau komponen kaki-kaki yang aus.
  • Setelah transaksi, biaya asuransi, bahan bakar, parkir, tol, pencucian, perawatan berkala, dan dana darurat perlu dihitung agar anggaran kepemilikan lebih realistis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan menarik untuk mendapatkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun, jangan hanya terpaku pada harga yang tertera di iklan. Ada sejumlah pengeluaran tambahan yang perlu disiapkan agar mobil bisa langsung digunakan dengan nyaman dan aman.

Sebagian pembeli baru menyadari biaya tersebut setelah transaksi selesai. Mulai dari pengurusan dokumen, servis awal, hingga penggantian komponen yang sudah aus, semuanya bisa menambah pengeluaran. Karena itu, menghitung biaya kepemilikan sejak awal penting dilakukan agar anggaran tidak langsung terkuras setelah mobil berpindah tangan.

  1. 1. Biaya balik nama dan administrasi kendaraan

    ilustrasi mengecek mobil bekas (freepik.com/peoplecreations)
    ilustrasi mengecek mobil bekas (freepik.com/peoplecreations)

    Salah satu pengeluaran yang perlu diperhitungkan adalah biaya administrasi kendaraan. Pembeli mungkin perlu mengurus Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), penerbitan dokumen, serta biaya administrasi lain sesuai ketentuan yang berlaku. Besarannya dapat berbeda berdasarkan wilayah, jenis kendaraan, dan kebijakan pemerintah daerah. Untuk kendaraan bekas, ketentuan pajak daerah juga perlu diperiksa sebelum transaksi dilakukan.

    Selain balik nama, pastikan pajak kendaraan tidak menunggak. Periksa STNK, BPKB, nomor rangka, serta nomor mesin agar sesuai dengan identitas kendaraan. Jika pajak tahunan sudah mendekati jatuh tempo, siapkan anggaran untuk pembayarannya. Jangan lupa mengecek status kendaraan melalui layanan resmi yang tersedia di daerah masing-masing. Langkah ini membantu menghindari masalah administrasi yang bisa merepotkan setelah pembelian.

  2. 2. Servis awal dan penggantian komponen

    ilustrasi jasa inspeksi mobil bekas (pexels.com/Andrea Piacquadio)
    ilustrasi jasa inspeksi mobil bekas (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Mobil bekas yang terlihat bersih belum tentu memiliki kondisi mekanis yang prima. Riwayat perawatan yang tidak lengkap bisa membuat pembeli perlu melakukan servis awal, seperti mengganti oli mesin, filter oli, filter udara, atau cairan lain sesuai jadwal perawatan. Jika kondisi kendaraan belum diketahui secara menyeluruh, pemeriksaan di bengkel tepercaya dapat membantu menentukan komponen yang perlu segera ditangani.

    Biaya tambahan juga bisa muncul dari komponen yang mengalami keausan, misalnya ban, kampas rem, aki, busi, atau bagian kaki-kaki. Tidak semuanya harus diganti sekaligus karena kebutuhan bergantung pada hasil pemeriksaan. Itulah sebabnya, inspeksi sebelum membeli menjadi langkah penting untuk memperkirakan biaya perbaikan. Jangan mudah tergiur harga murah jika ternyata ada kerusakan besar yang belum diperhitungkan dalam anggaran.

  3. 3. Asuransi, bahan bakar, dan kebutuhan harian

    benarkah mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo bikin irit
    ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Ali Mkumbwa)

    Setelah mobil dibeli, pengeluaran belum berhenti. Pembeli perlu mempertimbangkan asuransi kendaraan untuk membantu mengurangi risiko kerugian akibat kejadian yang ditanggung polis. Pilihan perlindungan dapat berupa total loss only (TLO) atau komprehensif, dengan premi yang dipengaruhi nilai kendaraan, wilayah, jenis perlindungan, dan ketentuan perusahaan asuransi.

    Pengeluaran rutin lainnya meliputi bahan bakar, parkir, tol, pencucian, serta perawatan berkala. Jika mobil jarang digunakan, aki tetap perlu diperhatikan agar tidak kehilangan daya akibat terlalu lama dibiarkan. Sebaiknya sisihkan dana darurat untuk kebutuhan perbaikan yang muncul sewaktu-waktu. Dengan menghitung harga pembelian, administrasi, servis awal, dan biaya operasional, pembeli bisa mengetahui gambaran biaya kepemilikan secara lebih realistis. Mobil bekas pun dapat menjadi pilihan ekonomis tanpa membuat keuangan berantakan setelah transaksi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More