Kapan Fitur Traction Control Mobil Perlu Dimatikan Saat Berkendara?

- Traction control mengurangi selip roda penggerak saat akselerasi, terutama di permukaan licin, dengan membatasi tenaga mesin atau mengerem roda tertentu.
- Fitur dapat dinonaktifkan sementara saat mobil terjebak lumpur, pasir, salju tipis, atau medan off-road tertentu agar roda mendapat putaran cukup; gunakan gas halus.
- Untuk berkendara normal, termasuk jalan basah, traction control sebaiknya aktif kembali; pastikan ban dan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan.
Mobil modern kini dilengkapi berbagai fitur keselamatan untuk membantu pengemudi menjaga kendali kendaraan, salah satunya traction control. Fitur ini bertugas mengurangi selip pada roda penggerak ketika ban kehilangan traksi, misalnya saat berakselerasi di jalan licin atau ketika pedal gas diinjak terlalu dalam.
Meski berguna dalam berbagai kondisi, traction control terkadang perlu dinonaktifkan sementara agar mobil bisa keluar dari situasi tertentu. Namun, bukan berarti fitur ini sebaiknya dimatikan setiap kali melewati jalan sulit. Pengemudi perlu memahami cara kerjanya, kapan fitur tersebut boleh dinonaktifkan, dan kapan harus kembali diaktifkan demi menjaga keselamatan berkendara.
1. Saat mobil terjebak di lumpur atau pasir

Mobil SUV JAECOO J7 SHS-P (JAECOO Indonesia) Traction control bekerja dengan mendeteksi putaran roda yang berlebihan dan mengurangi tenaga mesin atau melakukan pengereman pada roda tertentu. Mekanisme ini membantu ban mendapatkan kembali traksi ketika melaju di permukaan licin. Akan tetapi, saat mobil terjebak di lumpur tebal atau pasir lepas, pembatasan tenaga tersebut terkadang membuat roda sulit berputar cukup untuk membantu kendaraan keluar dari jebakan.
Dalam kondisi seperti ini, menonaktifkan traction control sementara dapat membantu roda mempertahankan putaran yang diperlukan untuk melewati permukaan lunak. Pengemudi tetap perlu menginjak pedal gas secara halus dan menghindari putaran roda berlebihan karena ban justru bisa semakin tenggelam. Jika mobil memiliki mode berkendara khusus untuk lumpur atau pasir, sebaiknya gunakan pengaturan tersebut sesuai petunjuk pabrikan.
2. Ketika melewati salju atau medan off-road tertentu

ilustrasi mobil off-road di Ciwidey (unsplash.com/Jeff James) Pada kendaraan yang digunakan di wilayah bersalju, traction control terkadang perlu disesuaikan ketika mobil kesulitan bergerak dari posisi diam. Sedikit putaran roda dapat membantu ban menembus lapisan salju tipis untuk mendapatkan cengkeraman pada permukaan di bawahnya. Prinsip serupa bisa berlaku saat melewati jalur off-road tertentu yang memiliki kerikil lepas atau permukaan tidak rata.
Namun, kondisi medan sangat menentukan. Pada jalan bersalju yang licin, traction control justru umumnya membantu menjaga stabilitas ketika mobil melaju. Karena itu, fitur ini tidak seharusnya dimatikan sepanjang perjalanan hanya karena jalan tertutup salju atau berlumpur. Ikuti petunjuk pabrikan dan aktifkan kembali fitur tersebut setelah mobil berhasil melewati bagian yang sulit.
3. Saat berkendara normal, traction control sebaiknya aktif

ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Andraz Lazic) Untuk penggunaan sehari-hari, traction control sebaiknya tetap aktif, termasuk ketika melaju di jalan tol, jalan perkotaan, atau permukaan aspal basah. Hujan dapat mengurangi daya cengkeram ban, terutama jika terdapat genangan atau permukaan jalan yang licin. Dalam situasi tersebut, fitur ini membantu mengurangi selip ketika kendaraan berakselerasi.
Pengemudi juga perlu memahami bahwa traction control berbeda dari electronic stability control (ESC), meskipun keduanya dapat bekerja bersama. Traction control berfokus pada pengendalian selip roda saat berakselerasi, sedangkan ESC membantu menjaga arah kendaraan ketika mulai kehilangan stabilitas. Mematikan traction control tidak selalu berarti seluruh sistem stabilitas ikut dinonaktifkan, karena hal tersebut bergantung pada desain kendaraan. Jadi, gunakan tombol penonaktifan hanya saat benar-benar diperlukan dan aktifkan kembali setelah melewati kondisi sulit. Jangan lupa memastikan kondisi ban serta tekanan anginnya sesuai rekomendasi pabrikan agar sistem keselamatan bekerja optimal.












![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin Ini, Kamu Bisa Jadi Pembalap F1 atau MotoGP?](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)







