Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahaya Menahan Haus saat Menyetir, Setara Mabuk Alkohol?
ilustrasi sopir (pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi)
  • Riset Universitas Loughborough menunjukkan pengemudi dehidrasi melakukan kesalahan lebih dari dua kali lipat dalam simulator dua jam, setara dampak alkohol ringan.
  • Kekurangan cairan menurunkan volume darah serta suplai oksigen dan nutrisi ke otak, sehingga refleks, memori jangka pendek, pemrosesan visual, dan fokus berkendara terganggu.
  • Kesalahan akibat dehidrasi mencakup pengereman terlambat, perpindahan jalur tak disengaja, dan gagal mendeteksi bahaya; kondisi ini kerap tidak disadari meski refleks sudah menurun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau orang menyetir sambil haus, otaknya bisa jadi kurang fokus. Peneliti dari Universitas Loughborough di Inggris bilang orang yang kurang minum bisa membuat salah lebih banyak, seperti orang kena alkohol ringan. Mereka bisa telat mengerem atau pindah jalur. Sekarang, pengemudi sebaiknya bawa air minum supaya tetap waspada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjaga konsentrasi penuh saat mengemudikan kendaraan merupakan faktor paling krusial demi keselamatan di jalan raya. Banyak pengemudi sudah memahami bahaya mengantuk saat menyetir, tetapi masih banyak yang meremehkan rasa haus atau kondisi dehidrasi.

Sebuah riset ilmiah mengungkapkan bahwa menahan haus saat mengemudi memiliki dampak negatif yang sangat serius terhadap performa otak. Bahkan, tingkat kesalahan pengemudi yang mengalami dehidrasi terbukti setara dengan seseorang yang menyetir di bawah pengaruh alkohol ringan.

1. Hasil riset ilmiah mengenai dehidrasi dan kesalahan mengemudi

ilustrasi sopir istirahat (unsplash.com/Elvis Bekmanis)

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Loughborough di Inggris menunjukkan bahwa pengemudi yang kekurangan cairan melakukan jumlah kesalahan yang hampir sama dengan pengemudi terpengaruh alkohol. Dalam uji coba simulator berkendara selama dua jam, pengemudi yang terdehidrasi membuat kesalahan lebih dari dua kali lipat dibanding saat cairan tubuhnya terpenuhi.

Bentuk kesalahan yang sering terjadi antara lain terlambat melakukan pengereman, perpindahan jalur yang tidak disengaja, hingga gagal mendeteksi potensi bahaya di depan. Hasil studi ini membuktikan bahwa penurunan volume cairan tubuh berbanding lurus dengan penurunan drastis refleks dan kewaspadaan pengemudi.

2. Mekanisme dampak rasa haus terhadap penurunan fungsi otak

ilustrasi sopir yang taksadar sambil menyetir (freepik.com/user18526052)

Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah akan menurun sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke otak menjadi berkurang. Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi kognitif, mengganggu daya ingat jangka pendek, serta memperlambat pemrosesan informasi visual saat berkendara.

Selain penurunan fungsi organ fisik, rasa haus yang ditahan juga menciptakan gangguan psikologis berupa hilangnya fokus mental. Otak yang terus-menerus memproses sinyal ketidaknyamanan akibat kekurangan cairan tidak lagi mampu memberikan perhatian maksimal terhadap dinamika lalu lintas di sekitar kendaraan.

3. Perbandingan bahaya menyetir haus dengan kondisi mengantuk

ilustrasi sopir yang hilang fokus (freepik.com/pch.vector)

Mengantuk saat mengemudi memang membahayakan karena dapat memicu micro-sleep atau tertidur sesaat di balik kemudi. Namun, rasa haus dan dehidrasi sering kali dianggap lebih berbahaya karena terjadi secara terselubung tanpa disadari oleh pengemudi.

Pengemudi yang mengantuk biasanya masih menyadari rasa lelahnya, sementara pengemudi yang haus sering kali merasa tetap bugar padahal refleksnya sudah setara dengan orang mabuk. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan selalu membawa air minum saat berkendara menjadi langkah wajib untuk menjamin keselamatan perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article