Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ban Mobil Listrik Dipasang di Mobil Bensin, Apa Efeknya?

Ban Mobil Listrik Dipasang di Mobil Bensin, Apa Efeknya?
ilustrasi ban mobil (freepik.com/standret
Intinya Sih
  • Ban mobil listrik dengan teknologi Low Rolling Resistance dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar pada mobil bensin karena mengurangi beban kerja mesin saat roda berputar.
  • Pemasangan ban EV di mobil bensin menurunkan kebisingan kabin berkat lapisan busa peredam, namun membuat bantingan suspensi terasa lebih keras di jalan tidak rata.
  • Ban EV memiliki kompon karet lebih keras yang bisa mengurangi daya cengkeram dan memperpanjang jarak pengereman, terutama pada kondisi jalan basah atau pengereman mendadak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tren penggunaan mobil listrik yang semakin masif memicu munculnya berbagai inovasi komponen pendukung, salah satunya adalah ban khusus kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) tires. Ban jenis ini dirancang dengan spesifikasi teknis yang sangat ketat untuk mengakomodasi karakteristik unik mobil bertenaga baterai yang cenderung lebih berat namun sangat senyap.

Banyak pemilik mobil bermesin bensin mulai melirik ban EV karena terpikat oleh klaim efisiensi dan ketahanannya yang tinggi. Namun, memasang karet bundar khusus teknologi masa depan ini pada kendaraan bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) ternyata membawa serangkaian konsekuensi teknis yang perlu dipahami secara mendalam.

1. Peningkatan efisiensi bahan bakar melalui hambatan gulir rendah

ilustrasi memasang ban mobil (unsplash.com/Benjamin Brunner)
ilustrasi memasang ban mobil (unsplash.com/Benjamin Brunner)

Efek paling positif yang langsung terasa saat ban EV dipasang pada mobil bensin adalah peningkatan efisiensi bahan bakar. Ban mobil listrik dirancang dengan teknologi Low Rolling Resistance (LRR) yang sangat ekstrem guna menghemat daya baterai dan memperjauh jarak tempuh. Material kompon karet yang digunakan cenderung lebih kaku dan memiliki struktur dinding samping yang lebih kuat untuk meminimalkan deformasi saat ban berputar.

Ketika teknologi ini diterapkan pada mobil bensin, mesin tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memutar roda dari posisi diam. Hambatan gulir yang minim ini secara otomatis akan mengurangi beban kerja mesin pembakaran, yang pada akhirnya berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih irit per kilometernya. Bagi pengendara yang sering melakukan perjalanan jarak jauh di jalan tol, penggunaan ban EV bisa menjadi solusi cerdas untuk menekan biaya operasional pengisian bahan bakar mingguan.

2. Penurunan tingkat kebisingan kabin namun mengorbankan kenyamanan bantingan

ilustrasi ban mobil (pexels.com/artem)
ilustrasi ban mobil (pexels.com/artem)

Satu fitur unggulan dari ban EV adalah keberadaan lapisan busa peredam di bagian dalam ban yang berfungsi menyerap frekuensi suara tinggi. Karena mobil listrik tidak memiliki suara mesin, kebisingan ban menjadi sangat menonjol, sehingga produsen ban menciptakan produk yang sangat senyap. Saat dipasang pada mobil bensin, suara deru ban yang biasanya masuk ke kabin akan berkurang secara drastis, memberikan sensasi berkendara yang lebih mewah dan tenang.

Namun, ketenangan ini harus dibayar dengan bantingan suspensi yang terasa lebih keras. Mobil listrik secara rata-rata memiliki bobot 20% hingga 30% lebih berat daripada mobil bensin karena tumpukan baterai, sehingga ban EV dibuat dengan konstruksi yang sangat kokoh untuk menopang beban tersebut. Jika ban yang kaku ini dipasang pada mobil bensin yang lebih ringan, daya redam ban terhadap guncangan jalan berlubang akan berkurang. Penumpang kemungkinan besar akan merasakan getaran yang lebih tajam saat melewati jalanan yang tidak rata dibandingkan saat menggunakan ban standar.

3. Risiko pengurangan daya cengkeram pada kondisi pengereman ekstrem

ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)
ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)

Daya cengkeram atau grip adalah aspek krusial yang sering kali menjadi titik kompromi pada ban khusus EV. Demi mengejar angka hambatan gulir yang rendah agar mobil tetap irit, produsen sering kali menggunakan kompon yang lebih keras yang secara alami memiliki koefisien gesek sedikit lebih rendah daripada ban performa tinggi untuk mobil bensin. Hal ini berpotensi memperpanjang jarak pengereman, terutama saat kondisi jalanan basah atau saat dilakukan pengereman mendadak.

Selain itu, karakteristik torsi instan pada mobil listrik membuat ban EV dirancang untuk kuat menahan tarikan, namun bukan berarti selalu unggul dalam hal pengendalian di tikungan tajam bagi mobil bensin. Struktur ban yang dioptimalkan untuk beban vertikal berat mungkin tidak memberikan umpan balik setir yang komunikatif pada mobil bensin yang lincah. Oleh karena itu, pemilik kendaraan harus tetap waspada dan menyesuaikan gaya berkendara, karena batas limit daya cengkeram ban EV mungkin berada sedikit di bawah ban khusus performa yang biasa digunakan pada mobil bensin kencang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More