Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bercak Jamur Putih di Velg Mobil, Dari Mana Datangnya?

Bercak Jamur Putih di Velg Mobil, Dari Mana Datangnya?
ilustrasi velg mobil (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Bercak putih di velg bukan jamur, melainkan hasil oksidasi aluminium akibat reaksi air hujan asam yang mempercepat korosi pada permukaan logam.
  • Velg variasi lebih rentan karena lapisan pelindungnya tipis atau bahkan tidak ada, membuat pori-pori aluminium terbuka terhadap air dan zat kimia jalanan.
  • Membersihkan bercak perlu cairan pembersih logam khusus, sementara pencegahannya dilakukan dengan segera membilas setelah hujan dan memberi lapisan pelindung seperti wax atau nano coating.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Hujan yang mengguyur jalanan sering kali menyisakan pekerjaan rumah tambahan bagi para pencinta otomotif. Salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan oleh pemilik sepeda motor adalah munculnya bercak jamur putih pada velg variasi, terutama jenis velg dengan finis alumunium poles (polished) atau chrome. Banyak yang bingung mengapa bercak ini tetap muncul padahal velg sudah dicuci setelah melewati genangan air. Fenomena ini sebenarnya bukan sekadar kotoran biasa, melainkan sebuah proses reaksi kimia senyap yang merusak estetika pelindung kaki-kaki motor.

1. Proses oksidasi air hujan pada lapisan aluminium

ilustrasi velg mobil (pexels.com/Esmihel Muhammad)
ilustrasi velg mobil (pexels.com/Esmihel Muhammad)

Bercak putih yang sering kali dikira jamur biasa sebenarnya adalah hasil dari proses oksidasi alumunium, atau yang secara teknis dikenal dengan istilah korosi alumunium oksida. Berbeda dengan besi yang menghasilkan karat berwarna merah keperakan, alumunium menghasilkan zat padat berwarna putih saat bereaksi dengan oksigen dan air. Air hujan di daerah perkotaan umumnya memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi akibat polusi udara. Ketika air hujan asam ini menempel pada permukaan velg variasi yang tidak terlindungi dengan sempurna, zat asam tersebut akan langsung menyerang lapisan logam. Jika cairan ini dibiarkan mengering sendiri karena tidak segera dibilas, konsentrasi asam akan meningkat dan mempercepat pembentukan bercak putih yang mengeras dan mengikis permukaan velg secara perlahan.

2. Kelemahan lapisan pelindung pada velg variasi

ilustrasi memperbaiki velg mobil (pexels.com/Artem Podrez)
ilustrasi memperbaiki velg mobil (pexels.com/Artem Podrez)

Mengapa velg variasi cenderung lebih mudah terserang bercak putih dibandingkan velg bawaan pabrik? Jawabannya terletak pada kualitas lapisan pelindung atau clear coat. Velg standar pabrik umumnya melalui proses pengecatan dan pelapisan yang sangat ketat dengan standar industri yang tinggi untuk menahan cuaca ekstrem. Di sisi lain, beberapa produsen velg variasi—terutama yang mengejar estetika kilap logam mentah—terkadang memberikan lapisan clear coat yang lebih tipis, atau bahkan tidak melapisinya sama sekali demi mempertahankan efek visual chrome yang maksimal. Tanpa adanya pembatas fisik yang kuat, pori-pori alumunium pada velg variasi menjadi sangat terbuka terhadap paparan air hujan, keringat garam dari jalanan, serta sabun cuci yang bersifat pekat.

3. Cara tepat mengatasi dan mencegah bercak putih

ilustrasi velg mobil (Pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi velg mobil (Pexels.com/Karolina Grabowska)

Jika bercak putih sudah terlanjur mengeras, mencucinya dengan sabun biasa tidak akan cukup untuk mengembalikan kilau velg. Pemilik kendaraan perlu menggunakan cairan pembersih khusus logam (metal polish) atau pasta penggosok yang memiliki sifat abrasif halus untuk mengikis lapisan oksidasi tersebut tanpa merusak logam di bawahnya. Proses penggosokan sebaiknya dilakukan menggunakan kain mikrofiber secara perlahan dengan gerakan searah.

Untuk langkah pencegahan di masa mendatang, sangat disarankan untuk langsung membilas velg dengan air bersih setelah motor terkena hujan agar zat asam tidak mengendap. Selain itu, pemberian lapisan pelindung tambahan seperti wax khusus velg atau cairan pelapis fusi (nano coating) secara berkala dapat menutup pori-pori logam, sehingga air hujan tidak langsung bersentuhan dengan material alumunium.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More