Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Hantaman Lubang Bisa Membuat Ban Jadi Benjol?

ilustrasi memasang ban mobil (unsplash.com/Benjamin Brunner)
ilustrasi memasang ban mobil (unsplash.com/Benjamin Brunner)

Ban mobil yang tiba-tiba memiliki benjolan setelah menghantam lubang jalanan merupakan masalah serius yang sering kali diabaikan oleh para pemilik kendaraan. Fenomena ini bukan sekadar cacat estetika, melainkan tanda adanya kerusakan struktur internal yang sangat membahayakan keselamatan selama perjalanan di aspal.

Kecepatan saat benturan terjadi menjadi faktor penentu seberapa parah kerusakan yang akan dialami oleh material karet tersebut. Pemahaman mengenai mekanisme kerusakan ini sangat penting agar setiap pengemudi bisa lebih waspada terhadap ancaman tersembunyi yang ada di balik genangan air atau retakan jalan yang tidak rata.

1. Putusnya benang nilon dan kawat baja di dalam ban

ilustrasi ban mobil (freepik.com/standret
ilustrasi ban mobil (freepik.com/standret

Struktur utama yang menjaga bentuk ban tetap kokoh bukanlah lapisan karet luarnya, melainkan anyaman benang nilon dan kawat baja yang berada di balik permukaan tersebut. Saat ban menghantam lubang dengan keras, sisi samping ban atau sidewall akan terjepit di antara pinggiran lubang yang tajam dan bibir velg mobil yang keras.

Tekanan ekstrem yang terkonsentrasi pada satu titik ini menyebabkan anyaman penguat di dalam ban putus secara mendadak. Karena struktur penyangga internal sudah tidak lagi mampu menahan tekanan udara dari dalam, maka udara akan mendorong lapisan karet luar hingga membentuk tonjolan atau benjol. Kondisi ini menunjukkan bahwa dinding ban sudah kehilangan integritas strukturnya dan sangat rentan untuk meledak kapan saja.

2. Kurangnya tekanan udara memperparah risiko kerusakan

ilustrasi memasang ban mobil (unsplash.com/Benjamin Brunner)
ilustrasi memasang ban mobil (unsplash.com/Benjamin Brunner)

Kondisi tekanan udara yang tidak ideal menjadi salah satu pemicu utama mengapa hantaman lubang bisa berakibat fatal pada ban. Ban yang kekurangan angin memiliki dinding samping yang lebih fleksibel dan mudah tertekuk saat menerima beban kejut. Ketika ban yang kurang angin tersebut melintasi lubang, kemungkinan dinding ban untuk "tercekik" antara jalan dan velg menjadi jauh lebih tinggi.

Tekanan udara yang pas berfungsi sebagai bantalan yang membantu menyebarkan energi benturan ke seluruh bagian roda. Tanpa dukungan tekanan udara yang cukup, material ban dipaksa bekerja melampaui batas elastisitasnya. Itulah sebabnya, menjaga tekanan ban sesuai dengan standar pabrikan adalah langkah preventif paling sederhana namun paling efektif untuk mencegah munculnya benjolan setelah insiden di jalanan.

3. Bahaya laten mengemudi dengan ban yang benjol

ilustrasi ban mobil (freepik.com/standret
ilustrasi ban mobil (freepik.com/standret

Banyak pengemudi yang merasa masih aman melanjutkan perjalanan selama ban tersebut belum kempes, namun ini adalah kekeliruan yang sangat berisiko. Benjolan pada ban adalah titik terlemah yang sewaktu-waktu bisa robek akibat panas yang dihasilkan saat mobil melaju atau akibat tekanan tambahan saat mobil berbelok. Ban yang benjol tidak dapat diperbaiki karena kerusakan terjadi pada struktur tulang ban, bukan sekadar kebocoran permukaan.

Jika ban meledak secara tiba-tiba dalam kecepatan tinggi, pengemudi bisa kehilangan kendali atas kendaraannya secara instan, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. Oleh karena itu, jika terlihat adanya tonjolan pada dinding samping ban, segera lakukan penggantian dengan ban serep dan carilah bengkel terdekat untuk menggantinya dengan unit yang baru demi menjamin keamanan seluruh penumpang di dalam kabin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Harga Mobil PHEV Lebih Mahal dari Mobil Listrik?

26 Jan 2026, 18:05 WIBAutomotive