Cetak Sejarah! Waymo Jadi Taksi Otonom Pertama Berizin di New York

- Waymo menjadi taksi otonom pertama yang diizinkan beroperasi di New York
- Izin memungkinkan pengujian delapan unit SUV Jaguar I-Pace dengan sistem otonom hingga akhir September
- Persaingan ketat dengan Tesla, namun Waymo memiliki keunggulan pengalaman dan rencana ekspansi layanan robotaxi ke kota lain
New York dikenal sebagai salah satu kota dengan lalu lintas paling padat di dunia, sehingga menjadi tantangan besar bagi pengembangan teknologi kendaraan otonom. Kini, perusahaan Waymo berhasil mencetak sejarah setelah memperoleh izin untuk menguji taksi otonom atau robotaxi mereka di jalanan kota tersebut. Keputusan ini sekaligus menjadikan Waymo sebagai perusahaan taksi otonom pertama yang mendapat izin resmi dari pemerintah Kota New York.
Izin ini dianggap sebagai langkah penting karena membuka jalan bagi masa depan transportasi perkotaan yang lebih modern. Dengan keberhasilan uji coba di kota sebesar New York, Waymo berharap bisa membuktikan keandalan sistem navigasi otomatisnya di lingkungan lalu lintas yang rumit. Keberhasilan ini juga menegaskan posisi Waymo sebagai pemain utama dalam persaingan kendaraan otonom, bersaing dengan nama besar lain seperti Tesla yang juga berambisi menguasai pasar taksi otonom di kota-kota besar Amerika Serikat.
1. Rincian izin dan pengujian di New York

Berdasarkan laporan Mashable, izin yang diberikan kepada Waymo memungkinkan mereka mengoperasikan delapan unit SUV Jaguar I-Pace yang sudah dilengkapi sistem otonom. Pengujian dilakukan di kawasan Manhattan dan Downtown Brooklyn hingga akhir September. Selama masa uji coba, setiap kendaraan tetap harus diawasi oleh operator keselamatan yang duduk di balik kemudi dan siap mengambil alih kapan saja jika terjadi kondisi darurat.
Sistem yang diuji mencakup kamera berteknologi tinggi, sensor LIDAR, dan RADAR yang dirancang untuk mengenali kondisi jalan, kendaraan lain, serta pejalan kaki. Meski sudah mendapat izin, Waymo belum diperbolehkan mengangkut penumpang berbayar. Perusahaan diwajibkan terlebih dahulu mengajukan rencana tambahan ke sistem layanan darurat kota dan Departemen Transportasi sebelum bisa melayani masyarakat umum.
2. Persaingan ketat dengan Tesla dan pemain lain

Waymo bukan satu-satunya perusahaan yang ingin menguasai pasar kendaraan otonom di wilayah metropolitan Amerika. Tesla, yang dipimpin Elon Musk, sudah lebih dulu melakukan langkah agresif dengan mengumumkan peluncuran robotaxi tahun ini. Tesla berupaya membangun citra sebagai pemimpin di sektor kendaraan listrik sekaligus mengintegrasikan fitur otonom ke dalam ekosistem produknya.
Namun, Waymo memiliki keunggulan pengalaman. Perusahaan ini sudah lebih dulu mengoperasikan armada taksi otonom di beberapa kota besar seperti San Francisco, Austin, Phoenix, dan Los Angeles. Dengan rekam jejak tersebut, peluang Waymo untuk bersaing di pasar New York cukup besar, meskipun Tesla tetap menjadi pesaing tangguh dengan daya tarik global dan basis konsumen yang luas.
3. Langkah strategis menuju layanan penuh

Waymo menyatakan bahwa mereka akan segera memulai uji coba di New York setelah semua persiapan teknis selesai. Perusahaan menargetkan layanan robotaxi bisa diluncurkan di lebih banyak kota dalam waktu dekat, termasuk Dallas pada tahun 2026. Jika semua berjalan sesuai rencana, New York akan menjadi ajang pembuktian penting bahwa kendaraan otonom bisa beroperasi dengan aman di salah satu kota tersibuk di dunia.
Selama bertahun-tahun, uji coba kendaraan otonom banyak dilakukan di kota-kota California, namun hanya sedikit yang benar-benar berhasil masuk ke pasar layanan transportasi. Dengan izin resmi di New York, Waymo berharap bisa membuka babak baru dalam transportasi perkotaan. Tantangan ke depan adalah bagaimana meyakinkan regulator, masyarakat, dan konsumen bahwa teknologi ini aman, efisien, serta mampu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Waymo di New York menjadi tonggak bersejarah dalam perkembangan kendaraan otonom. Jika uji coba ini sukses, bukan tidak mungkin taksi otonom akan menjadi bagian dari keseharian warga kota besar di Amerika Serikat, bahkan dunia. Langkah ini sekaligus menandai transisi besar dari transportasi konvensional menuju masa depan mobilitas cerdas yang sepenuhnya ditenagai teknologi.