Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Deretan Mobil Listrik Terbakar di Indonesia, Ini Kasusnya
Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Letjen S. Parman, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (12/9/2026) pagi. (Dok. Command Center Damkar DKI Jakarta)
  • Hyundai Ioniq 6 terbakar di Slipi, Jakarta Barat, 11 September 2026, setelah diduga menabrak separator busway. Api dipadamkan, tanpa korban jiwa maupun luka.
  • BYD Seal terbakar di Tol Jakarta-Cikampek pada 31 Juli 2026 setelah dilaporkan mengalami gangguan. Pengemudi selamat, sementara BYD masih menginvestigasi penyebab kebakaran.
  • Wuling Air ev terbakar di Bandung pada Juli 2025, namun baterai tegangan tinggi dan motor listrik dinyatakan utuh. Ketiga kasus memiliki kronologi berbeda dan penyebabnya perlu diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil Hyundai Ioniq 6 terbakar di Slipi setelah diduga menabrak pemisah jalur bus. Petugas pemadam datang dan mematikan api. Tidak ada orang yang terluka. Dulu mobil BYD Seal dan Wuling Air ev juga pernah terbakar. Penyebab semua kebakaran itu masih diperiksa. Baterainya belum tentu jadi penyebab api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kasus mobil listrik terbakar kembali menjadi perhatian setelah satu unit Hyundai Ioniq 6 dilaporkan terbakar di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Jumat (11/9/2026) pagi.

Mobil tersebut diduga mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak separator busway. Benturan kemudian disebut menimbulkan percikan api yang membesar hingga menghanguskan kendaraan.

Peristiwa ini menambah daftar mobil listrik yang mengalami kebakaran di Indonesia. Sebelumnya, kejadian serupa menimpa beberapa merek mobil listrik seperti BYD Seal di Tol Jakarta-Cikampek dan Wuling Air ev di Bandung.

Meski sama-sama melibatkan mobil listrik, ketiga kejadian tersebut memiliki kronologi berbeda. Sumber kebakaran juga tidak bisa langsung dikaitkan dengan baterai karena masing-masing kasus membutuhkan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

1. Hyundai Ioniq 6 terbakar di Slipi

Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Letjen S. Parman, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (12/9/2026) pagi. (Dok. Command Center Damkar DKI Jakarta)

Kasus paling baru terjadi pada Hyundai Ioniq 6 di Jalan Letjen S. Parman, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (11/9/2026) pagi.

Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, kejadian dilaporkan pada pukul 05.04 WIB. Mobil diduga menabrak separator busway hingga menimbulkan percikan api.

Api kemudian membesar dan membakar kendaraan. Petugas Pos Jati Pulo tiba di lokasi pada pukul 05.17 WIB dan mulai melakukan pemadaman satu menit kemudian.

“Diduga dari laka tunggal menabrak separator busway sehingga menimbulkan percikan api kemudian api membesar dan membakar mobil,” demikian keterangan Gulkarmat DKI Jakarta.

Petugas berhasil melokalisasi api pada pukul 05.20 WIB. Proses pendinginan dilakukan mulai pukul 05.22 WIB, sedangkan pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 06.18 WIB.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam dengan 15 personel dikerahkan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

"Kami juga baru mengetahui pagi ini, sedang konfirmasi langsung terkait unitnya," ujar Head of Brand Interactive PT Hyundai Motors Indonesia, Rouli Sijabat, saat dihubungi IDN Times, Jumat (11/9/2026).

2. BYD Seal terbakar di Tol Jakarta-Cikampek

ilustrasi BYD Seal (byd.com)

Sebelumnya, BYD Seal terbakar di ruas Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya setelah Gerbang Tol Cikampek Utama 1 arah Cikampek, Jumat (31/7/2026).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Mobil dilaporkan mengalami gangguan sebelum api membakar kendaraan hingga sebagian besar bodi mengalami kerusakan parah.

Pengemudi berhasil keluar dari kendaraan sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka. Petugas kemudian melakukan pemadaman dan memastikan api berhasil dikendalikan.

PT BYD Motor Indonesia selanjutnya melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran. Kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan cukup parah membuat pemeriksaan membutuhkan waktu.

"Kita melihat memang kejadian ini sangat jarang ya bisa terjadi hal seperti itu. Kita perlu investigasi lebih mendalam lagi," ujar Head of Public & Goverment Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan, beberapa waktu lalu.

3. Wuling Air ev terbakar di Bandung

Wuling Air ev hangus dilalap api (Instagram.com/@bdg.siaga113.uptselatan)

Kasus lainnya melibatkan Wuling Air ev yang terbakar di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat, pada 5 Juli 2025.

Saat kejadian, asap terlihat keluar dari bagian depan kendaraan sebelum api membesar dan menghanguskan mobil. Peristiwa tersebut sempat memunculkan dugaan adanya masalah kelistrikan.

Namun, Wuling memastikan baterai tegangan tinggi dan motor listrik tidak menjadi sumber api. Setelah pemadaman, baterai yang berada di bawah kabin serta motor listrik di bagian belakang kendaraan ditemukan dalam kondisi utuh dan normal.

Direktur Purnajual Wuling Motors Maulana Hakim mengatakan pemeriksaan kemudian difokuskan pada bagian depan kendaraan.

“Komponen baterai tegangan tinggi yang terletak di bawah kabin mobil dan motor listrik yang berada di bagian belakang mobil ditemukan dalam kondisi yang utuh dan normal usai proses pemadaman selesai," ujarnya beberapa waktu lalu.

Kasus tersebut menjadi contoh bahwa kebakaran mobil listrik tidak otomatis disebabkan baterai. Komponen kelistrikan dan perangkat lain di kendaraan juga perlu diperiksa untuk mengetahui sumber api.

Tiga kasus tersebut memperlihatkan bahwa kebakaran mobil listrik dapat terjadi dalam kondisi dan kronologi yang berbeda.

Karena itu, kebakaran mobil listrik tidak bisa langsung disimpulkan sebagai kegagalan baterai. Baterai, sistem kelistrikan tegangan tinggi, kabel, perangkat elektronik, hingga kerusakan akibat benturan merupakan sejumlah faktor yang perlu diperiksa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article