CATL Dan BYD Rajai Golden Lithium Awards 2026!

- CATL dan BYD mendominasi Golden Lithium Awards 2026 lewat inovasi baterai solid-state, semi-solid-state, serta produksi massal teknologi unggulan seperti Qilin generasi ketiga dan Blade Battery generasi kedua.
- Ajang ini menyoroti investasi besar China pada baterai natrium-ion, metode dry-electrode, dan material baru yang menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan industri baterai.
- Daftar pemenang mencerminkan ekspansi rantai pasok baterai China dari hulu ke hilir, memperkuat posisi negara tersebut sebagai pemimpin global dalam ekosistem kendaraan listrik.
Industri kendaraan listrik global kembali dikejutkan oleh gebrakan teknologi terbaru dari China melalui ajang bergengsi Golden Lithium Awards 2026. Penghargaan perdana ini menjadi panggung pembuktian bagi para raksasa manufaktur baterai Negeri Tirai Bambu yang sukses memamerkan lompatan teknologi masa depan, mulai dari baterai solid-state hingga kimia natrium-ion.
Ajang yang diselenggarakan oleh platform riset industri baterai RealLi Research ini mencakup para produsen baterai, pemasok material, hingga perusahaan daur ulang. Di tengah tingginya permintaan pasar, dominasi perusahaan raksasa dalam kompetisi ini kian mempertegas posisi kuat China sebagai pemimpin mutlak rantai pasok ekosistem kendaraan listrik dunia.
1. Pembuktian dominasi teknologi solid-state oleh CATL dan BYD

Sejumlah produsen baterai terbesar di China sukses menyabet penghargaan berkat program pengembangan baterai solid-state dan semi-solid-state. CATL diakui atas kesuksesannya dalam produksi massal Baterai Qilin generasi ketiga, kemajuan baterai natrium-ion generasi kedua, serta teknologi integrasi bodi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0. Melalui data dari China EV DataTracker, keandalan teknologi ini terbukti di pasar, di mana CATL sukses mencatatkan volume instalasi baterai sebesar 29,06 GWh di China dengan pangsa pasar mencapai 46,6%.
Tidak ingin kalah, divisi baterai BYD yaitu FinDreams Battery, sukses membawa pulang "Technical Breakthrough and Innovation Award" berkat produksi massal Blade Battery generasi kedua serta terobosan besar pada proyek baterai solid-state Hohan. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi korporasi di tengah tantangan kapasitas produksi. Mengenai tingginya minat pasar terhadap teknologi pengisian daya cepat ini, Chairman BYD, Wang Chuanfu sempat mengakui adanya keterbatasan pasokan dengan menyatakan bahwa perusahaan menghadapi kendala pasokan baterai yang terkait dengan meningkatnya permintaan kendaraan listrik bermetode flash-charging.
2. Eksplorasi teknologi alternatif natrium-ion dan metode dry-electrode

Selain fokus pada material litium konvensional, ajang penghargaan ini juga menyoroti investasi besar-besaran China pada teknologi kimia alternatif dan metode manufaktur mutakhir. Program baterai natrium-ion generasi kedua milik CATL menjadi salah satu proyek yang memenangkan penghargaan. Di sisi lain, teknologi pembuatan elektroda kering (dry-process electrode), material garam litium, kimia berbasis mangan, hingga anoda silikon-karbon juga mulai mendapatkan perhatian besar dari industri.
Perusahaan seperti Hunan Yuneng diakui atas pengembangan teknologi Lithium Iron Phosphate (LFP) melalui proses kering, sementara Jiatuo New Energy menerima penghargaan untuk peralatan produksi dry-electrode serta sistem manufaktur baterai solid-state. Berbagai inovasi proses produksi ini dirancang untuk memotong biaya manufaktur, meningkatkan efisiensi kerja sel baterai, sekaligus menciptakan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
3. Ekspansi masif ekosistem rantai pasok baterai kendaraan listrik China

Daftar pemenang dalam ajang ini merefleksikan strategi ekspansi rantai pasok baterai China yang semakin menggurita dari hulu hingga ke hilir. Perusahaan-perusahaan besar seperti Ganfeng Lithium, Enjie, StarCharge Materials, Ronbay Technology, BTR, dan Tianci Materials turut menerima penghargaan yang berkaitan dengan pemurnian litium, separator, material katoda, elektrolit, hingga infrastruktur sistem daur ulang baterai.
Langkah ini memastikan bahwa China tidak hanya unggul dalam merakit baterai jadi, melainkan juga menguasai setiap jengkal komponen mentah penyusunnya. Penguatan ekosistem yang masif ini terjadi di tengah ketatnya kompetisi global, termasuk aktivitas perusahaan rintisan seperti Pure Lithium yang baru-baru ini berhasil memproduksi baterai solid-state berkapasitas 500 MWh yang tetap berfungsi normal meski telah melewati uji potong ekstrem.


















