Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, baru saja mengumumkan langkah restrukturisasi besar-besaran dengan memangkas sekitar 100.000 tenaga kerja sepanjang tahun 2025. Penurunan jumlah karyawan sebesar 10% ini menyisakan 870.000 staf, sebuah langkah yang diklaim perusahaan sebagai upaya meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan pasar mobil listrik yang semakin sengit.
Meski jumlah karyawan menyusut, kinerja keuangan BYD tetap menunjukkan angka yang fantastis dengan pendapatan mencapai 8.039,6 miliar yuan atau sekitar 1.123 miliar USD. Strategi ini menandai babak baru bagi BYD dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan volume penjualan yang masif dengan pengelolaan biaya internal yang lebih ketat agar tetap kompetitif di kancah internasional.
