Kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sering kali memicu perubahan pola konsumsi masyarakat secara signifikan. Salah satu momentum yang menjadi sorotan adalah ketika harga Pertamax mengalami lonjakan cukup tajam, dari yang semula berada di angka Rp12.300 per liter meroket menjadi Rp16.250 per liter.
Kenaikan yang mencapai hampir empat ribu rupiah per liter ini tentu menambah beban pengeluaran bulanan para pemilik kendaraan bermotor secara drastis. Di tengah situasi tekanan ekonomi tersebut, muncul sebuah pertanyaan besar di kalangan pengendara mengenai apakah ini saat yang tepat untuk menurunkan kelas konsumsi BBM dengan beralih ke Pertalite yang harganya jauh lebih murah.
