Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Industri Otomotif MPMX Masuk Ranah Konservasi Laut
MPMX targetkan penanaman 500 bibit terumbu karang (Dok. MPMX)
  • MPMX meluncurkan program transplantasi terumbu karang di Labuan Bajo sebagai bagian dari MPM Green Action 2026 untuk mendukung prinsip ESG dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
  • Program ini mencakup rehabilitasi ekosistem laut, edukasi nelayan tentang praktik ramah lingkungan, serta pelatihan pembuatan coral nursery guna membuka peluang wisata berbasis konservasi.
  • Pada tahap awal, ditargetkan penanaman 500 bibit karang dengan 20 spider frame, melibatkan masyarakat Desa Pasir Putih agar tercipta dampak lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada perusahaan mobil namanya MPMX yang mau bantu laut di Labuan Bajo supaya sehat lagi. Mereka tanam karang baru di laut yang rusak dan ajak orang desa ikut belajar jaga laut. Katanya nanti ada banyak karang kecil ditanam pakai alat besi. Orang desa juga bisa dapat kerja baru dan wisata laut bisa jadi lebih ramai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan otomotif PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program transplantasi terumbu karang di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Inisiatif ini menjadi bagian dari MPM Green Action 2026 yang menyasar pelestarian lingkungan, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Program tersebut dijalankan di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, kawasan penyangga Taman Nasional Komodo, yang dinilai sebagai salah satu titik prioritas pemulihan ekosistem laut. Selain fokus pada konservasi, kegiatan ini juga dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

1. ESG jadi bagian strategi bisnis mobilitas berkelanjutan

Ilustrasi Bisnis Ritel Motor MPM Group/Dok MPMX

MPMX menempatkan ESG bukan sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan di sektor mobilitas. Terumbu karang dipilih karena perannya yang krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, sekaligus menopang sektor perikanan dan pariwisata.

GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, menegaskan keberlanjutan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui program transplantasi terumbu karang ini, MPMX tidak hanya berupaya menjaga ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” kata Natalia, Sabtu (18/4/2026).

Ia menyebut program ini dirancang sebagai inisiatif jangka panjang dengan dampak yang terukur, sekaligus melanjutkan program lingkungan sebelumnya seperti penanaman 100 ribu mangrove di NTT.

2. Fokus rehabilitasi ekosistem dan edukasi masyarakat pesisir

MPMX masuk ranah konservasi laut (Dok. MPMX)

Pemilihan Pulau Messah sebagai lokasi program dilakukan berdasarkan rekomendasi Balai Taman Nasional Komodo, yang mengidentifikasi adanya kerusakan terumbu karang cukup signifikan di wilayah tersebut.

Program tidak hanya berhenti pada transplantasi, tetapi juga mencakup pendekatan edukatif kepada masyarakat, khususnya nelayan. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut serta mendorong praktik penangkapan ikan yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, masyarakat juga dilibatkan dalam pelatihan pembuatan media coral nursery. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan keterampilan baru sekaligus membuka potensi wisata berbasis konservasi, seperti aktivitas penanaman baby coral yang bisa menjadi daya tarik wisata bahari.

3. Target 500 bibit karang dan penguatan ekonomi lokal

Ilustrasi MPM Group/Dok MPMX

Pada tahap awal, MPMX menargetkan penanaman 500 bibit terumbu karang menggunakan 20 unit spider frame sebagai media transplantasi. Program ini juga dirancang untuk terus berkembang dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kepala Desa Pasir Putih, Mustaming, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan masyarakat untuk terlibat aktif dalam pelaksanaannya.

Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci agar program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga dalam jangka panjang.

Melalui langkah ini, MPMX berupaya memperkuat peran industri otomotif tidak hanya sebagai penyedia solusi mobilitas, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam mendorong keberlanjutan lingkungan dan ekonomi di wilayah operasionalnya.

Editorial Team