Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Laba MPMX 2025 Capai Rp462 M, Turun 19 Persen Tertekan Dinamika Pasar

Laba MPMX 2025 Capai Rp462 M, Turun 19 Persen Tertekan Dinamika Pasar
Laba bersih PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) turun 19 persen. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • MPMX mencatat laba bersih Rp462 miliar pada 2025, turun 19 persen yoy akibat tekanan makroekonomi dan moderasi konsumsi domestik yang memengaruhi sektor otomotif dan pembiayaan konsumen.
  • Segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua masih jadi kontributor utama, sementara penjualan mobil bekas lewat AUKSI naik 6 persen berkat integrasi cabang MPMRent untuk memperluas jangkauan operasional.
  • Perseroan membagikan dividen Rp120 per saham untuk tahun buku 2024 serta menegaskan fokus pada penguatan bisnis inti, efisiensi operasional, dan optimalisasi portofolio usaha ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatatkan kinerja yang tertekan sepanjang tahun buku 2025. Emiten konsumer otomotif dan transportasi ini membukukan laba bersih sebesar Rp462 miliar, turun 19 persen secara tahunan (year on year/yoy), seiring dinamika pasar dan normalisasi di sejumlah lini usaha.

Berdasarkan laporan keuangan audit, pendapatan konsolidasi MPMX tercatat sebesar Rp16,2 triliun atau turun tipis 1 persen secara tahunan. Penurunan ini mencerminkan perlambatan pertumbuhan pada sejumlah segmen bisnis utama, khususnya terkait dengan konsumsi domestik.

Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati menyampaikan, 2025 menjadi periode yang menantang bagi perseroan, dengan kinerja keuangan yang berada di bawah capaian tahun sebelumnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh tekanan faktor makroekonomi serta moderasi konsumsi domestik.

“Kami melihat dinamika pasar dipengaruhi berbagai faktor makroekonomi, termasuk tekanan daya beli masyarakat, tingkat suku bunga yang masih relatif tinggi, serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik. Kondisi tersebut tercermin pada melambatnya pertumbuhan di sejumlah sektor terkait konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).

1. Kinerja di tahun lalu akan dijadikan evaluasi strategis

Laba MPMX 2025 Capai Rp462 M, Turun 19 Persen Tertekan Dinamika Pasar
Unit bisnis distribusi sepeda motor PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). (dok. MPMX)

Meski demikian, Suwito menjelaskan, tekanan pada 2025 menjadi momentum penting bagi perseroan untuk melakukan evaluasi strategis, memperkuat fondasi operasional dan meningkatkan adaptabilitas organisasi dalam menghadapi perubahan industri yang semakin cepat.

Sepanjang 2025, MPMX berhasil mendorong berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas operasional, memperkuat kolaborasi antar unit bisnis, serta meningkatkan disiplin dalam pengelolaan biaya dan proses kerja. Perseroan juga terus memperkuat kapabilitas organisasi dan tata kelola, sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam berbagai aspek operasional sebagai bagian dari komitmen terhadap penciptaan nilai jangka panjang.

"Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka seiring dengan potensi perbaikan konsumsi domestik dan meningkatnya aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, perseroan akan terus berfokus pada penguatan bisnis inti, peningkatan produktivitas operasional, serta optimalisasi portofolio usaha untuk memastikan perseroan tetap kompetitif dan mampu menangkap peluang pertumbuhan secara berkelanjutan," tuturnya.

2. Penjualan mobil bekas naik 6 persen

Laba MPMX 2025 Capai Rp462 M, Turun 19 Persen Tertekan Dinamika Pasar
ilustrasi suasana bengkel yang melayani servis mobil bekas (unsplash.com/Mehmet Talha Onuk)

Dari sisi operasional, segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua masih menjadi kontributor utama pendapatan. Melalui unit MPMulia, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun, turun 2 persen.

Sementara itu, volume penjualan distribusi mencapai 699 ribu unit, mencerminkan moderasi permintaan kendaraan roda dua di pasar domestik. Sedangkan bisnis aftermarket atau penjualan suku cadang masih mencatatkan pertumbuhan 3,5 persen.

"Penyesuaian kinerja ini seiring dengan moderasi permintaan kendaraan roda dua di pasar domestik. Bisnis ritel melalui MPMotor berhasil menjual 187 ribu unit, sementara pendapatan ritel dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang dan layanan perbaikan meningkat sebesar 24 persen yoy," ungkapnya.

Perseroan tetap berfokus pada penguatan jaringan distribusi, peningkatan kualitas layanan pelanggan, serta optimalisasi aktivitas penjualan untuk menjaga daya saing di pasar.

Melalui unit usaha MPMRent, perseroan mempertahankan jumlah armada di kisaran 15 ribu unit dengan tingkat utilisasi mencapai 92 persen. Mayoritas armada tersebut berupa mobil penumpang yang melayani klien dari sektor jasa keuangan, perdagangan, dan distribusi.

Adapun, fokus utama pada segmen ini adalah menjaga efisiensi pengelolaan armada serta meningkatkan kualitas layanan guna menyesuaikan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

"Di sisi lain, lini bisnis lelang kendaraan melalui AUKSI menunjukkan pertumbuhan positif. Penjualan mobil bekas meningkat 6 persen secara tahunan (yoy) menjadi sekitar 4.000 unit, yang sebagian besar ditopang oleh kendaraan niaga," ujarnya.

Seiring dengan kinerja tersebut, perseroan menyiapkan langkah ekspansi dengan mengintegrasikan hingga 10 cabang MPMRent menjadi cabang AUKSI. Strategi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan operasional sekaligus meningkatkan volume unit yang dilelang. Selain itu, integrasi ini diharapkan dapat memperbesar partisipasi peserta lelang serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Manajemen menilai sinergi antara bisnis penyewaan dan lelang kendaraan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ke depan, seiring dengan upaya Perseroan dalam mengoptimalkan portofolio bisnis dan meningkatkan nilai tambah layanan.

3. MPMX bagikan dividen Rp120 per saham

Laba MPMX 2025 Capai Rp462 M, Turun 19 Persen Tertekan Dinamika Pasar
ilustrasi uang kertas (unsplash.com/@moneyphotos)

Sebagai bagian dari komitmen kepada pemegang saham, MPMX telah membagikan dividen sebesar Rp120 per saham untuk tahun buku 2024. Perseroan menegaskan akan terus menjaga kebijakan pembagian dividen secara konsisten dalam jangka panjang.

Ke depan, MPMX melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka seiring potensi perbaikan konsumsi domestik dan peningkatan aktivitas ekonomi, dengan fokus pada penguatan bisnis inti dan peningkatan produktivitas operasional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More