Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Inovasi Baterai Freevoy Gen 2: Mobil Hybrid Kini Tembus Jarak 600 KM

Inovasi Baterai Freevoy Gen 2: Mobil Hybrid Kini Tembus Jarak 600 KM
Ilustrasi mobil hybrid (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya Sih
  • CATL meluncurkan Freevoy Super Hybrid Battery Gen 2 dengan jarak tempuh hingga 600 km, menetapkan standar baru bagi kendaraan hibrida listrik jarak jauh.
  • Teknologi Super-Hybrid menggabungkan material LFP dan NCM, meningkatkan kepadatan energi hingga 230 Wh/kg serta menurunkan penggunaan mesin bensin di bawah 1%.
  • Baterai ini memiliki perlindungan benturan hingga 1.500 joule dan ketahanan air ekstrem selama lebih dari 200 jam di kedalaman 2 meter, menjamin keamanan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Raksasa baterai asal Tiongkok, CATL, kembali menggebrak pasar otomotif dengan meluncurkan generasi kedua Freevoy Super Hybrid Battery dalam ajang CATL Tech Day 2026. Teknologi terbaru ini dirancang khusus untuk kendaraan listrik jarak jauh (EREV), menawarkan solusi komprehensif bagi segmen kendaraan hibrida yang semakin populer.

Lompatan teknologi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas daya, tetapi juga mengubah standar industri mengenai kemampuan jelajah mobil hibrida. Melalui baterai ini, CATL menegaskan bahwa era ketergantungan pada mesin bensin sebagai pendukung daya cadangan akan segera berakhir, membawa pengalaman berkendara yang lebih murni dan efisien.

1. Standar baru jarak tempuh elektrik dan kecepatan pengisian

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

Pada acara peluncurannya, CATL secara terbuka menetapkan standar kompetisi baru bagi industri otomotif dunia. "Jarak tempuh elektrik murni sejauh 400 km hanyalah batas kelulusan untuk kendaraan extended-range, sementara 600 km merupakan tolok ukur kompetisi yang baru," ungkap pihak CATL dalam presentasi resminya. Baterai Freevoy generasi kedua ini akan ditawarkan dalam tiga versi material: LFP, hibrida (campuran LFP dan NCM), serta litium terner.

Varian LFP ditargetkan untuk pengguna keluarga arus utama dengan jarak tempuh 500 km, yang memungkinkan pengisian daya cukup sekali seminggu untuk komuter harian. Hebatnya, semua varian baterai ini sudah dilengkapi standar kemampuan pengisian daya 4C. Artinya, pengemudi tidak perlu menunggu lama di stasiun pengisian daya untuk mendapatkan energi yang cukup guna melanjutkan perjalanan panjang.

2. Teknologi super hibrida dengan kepadatan energi tinggi

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

Salah satu terobosan paling menarik dari laporan carnewschina.com adalah penggunaan "Super-Hybrid Technology". Teknologi ini mencampurkan material LFP dan NCM pada tingkat partikel bubuk secara presisi. Dengan menggunakan struktur kristal olivin dari besi fosfat sebagai kerangka inti, sistem ini mencapai kepadatan energi sebesar 230 Wh/kg. Hasilnya, jarak tempuh meningkat 15% hingga 20% dibandingkan baterai LFP tunggal dengan berat paket baterai yang tetap sama.

Selain efisiensi ruang, peningkatan jarak tempuh elektrik murni hingga 600 km membawa transformasi kualitatif bagi pengguna. Data CATL menunjukkan bahwa pada mobil hibrida dengan jarak di bawah 400 km, mesin pembakaran (range extender) masih aktif sekitar 15%. Namun, dengan jarak 600 km, kemungkinan mesin bensin menyala turun di bawah 1%. Hal ini membuat penggunaan sehari-hari hampir sepenuhnya menggunakan listrik, sementara jika dikombinasikan dengan bahan bakar, total jarak tempuh bisa melampaui 2.000 km.

3. Perlindungan keamanan ekstrem dan daya tahan tangguh

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

Aspek keamanan menjadi prioritas utama pada Freevoy generasi kedua ini dengan adopsi dua teknologi perlindungan inti. Lapisan bawah baterai dirancang mampu menahan energi benturan hingga 1.500 joule—sepuluh kali lipat dari standar nasional Tiongkok. Kekuatan ini setara dengan daya tembak dari senapan standar, memastikan baterai tetap aman dari benturan benda tajam atau keras di jalanan.

Ketangguhan lainnya terletak pada kemampuan kedap air yang luar biasa. Baterai ini mampu terendam dalam air kedalaman 2 meter selama lebih dari 200 jam secara terus-menerus tanpa mengalami kebocoran atau gangguan pengiriman daya. Standar ini jauh melampaui persyaratan umum yang hanya mewajibkan ketahanan 30 menit di kedalaman 1 meter. Dengan performa output yang stabil mencapai 1,2 MW bahkan saat sisa baterai rendah, CATL Freevoy Gen 2 siap mendominasi pasar kendaraan ramah lingkungan di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More