Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Toyota Eco Youth 2026 Dimulai, Cetak EcoPioneer untuk Dekarbonisasi

Toyota Eco Youth 2026 Dimulai, Cetak EcoPioneer untuk Dekarbonisasi
Seremoni kick-off TEY ke-14 (Dok. Toyota)
Intinya Sih
  • Toyota Eco Youth ke-14 bertema dekarbonisasi mengajak pelajar SMA sederajat menciptakan inovasi berbasis kearifan lokal untuk mendukung target Net Zero Emissions 2060.
  • Program ini menyeleksi proposal, memilih 25 karya terbaik, lalu memberi pengembangan proyek, mentoring, kunjungan lapangan, presentasi final, dan penganugerahan agar inovasi bermanfaat bagi masyarakat.
  • Sejak 2005, Toyota Eco Youth melibatkan 2.033 sekolah di 34 provinsi, menghasilkan 9.972 proposal, mengimplementasikan 232 proyek lingkungan, serta membangun 32 Eco Gallery.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Program Toyota Eco Youth (TEY) resmi memasuki penyelenggaraan ke-14 dengan mengusung tema “Decarbonization, Lead The Change, Together for Earth” serta tagline EcoPioneer.

Program yang digelar Toyota Indonesia ini mengajak pelajar SMA dan sederajat di seluruh Indonesia untuk menghadirkan inovasi berbasis kearifan lokal sebagai solusi nyata dalam mendukung upaya dekarbonisasi dan target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Peluncuran Toyota Eco Youth ke-14 dilakukan di Valley Market, Bogor, Kamis (6/8/2026). Melalui program ini, Toyota ingin memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan yang mampu menjawab persoalan lingkungan melalui kreativitas, kolaborasi, dan implementasi proyek yang berdampak bagi masyarakat.

1. Toyota nilai solusi dekarbonisasi bisa dimulai dari lingkungan sekitar

Toyota Eco Youth 2026 resmi dimulai, menandai peluncuran program lingkungan Toyota bagi kalangan muda.
Toyota Eco Youth 2026 resmi dimulai (Dok. Toyota)

Toyota menilai upaya menekan emisi karbon tidak selalu harus diawali dari inovasi berskala besar. Justru, persoalan lingkungan yang ditemui sehari-hari dinilai dapat menjadi titik awal lahirnya solusi berkelanjutan dari kalangan pelajar.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Nyoman Winaya, mengatakan Toyota Eco Youth selama lebih dari dua dekade terus menjadi wadah lahirnya inovasi lingkungan yang berangkat dari potensi daerah masing-masing.

“Emisi Karbon adalah tantangan bersama yang tidak mengenal batas wilayah. Oleh karena itu, solusi untuk menguranginya dapat berawal dari persoalan lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selama lebih dari 20 tahun, semangat itulah yang terus kami tumbuhkan melalui Toyota Eco Youth," ujar I Nyoman Winaya.

2. Peserta terbaik akan mendapat pendampingan hingga proyek dijalankan

Acara peluncuran resmi TEY ke-14 yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat, dalam dokumentasi Toyota.
Peluncuran TEY ke-14 dilakukan di Bogor, Jawa Barat (Dok. Toyota)

Toyota Eco Youth bukan sekadar kompetisi proposal lingkungan. Program ini memberikan pendampingan kepada peserta terpilih agar gagasan yang mereka buat benar-benar dapat diimplementasikan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Setelah tahap sosialisasi di berbagai kota, peserta akan melalui proses seleksi proposal, pemilihan 25 karya terbaik, pengembangan proyek, sesi mentoring, kunjungan lapangan (genba), hingga presentasi final dan penganugerahan.

Pendampingan menjadi fokus utama penyelenggaraan TEY ke-14 agar setiap inovasi berkembang menjadi solusi yang berkelanjutan.

“Kami berharap para EcoPioneer dapat menjadi penggerak perubahan yang menginspirasi sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan,” kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Jap Ernando Demily.

3. Sudah melibatkan lebih dari 2.000 sekolah di Indonesia

Toyota Eco Youth sudah digelar sejak 2005 (Toyota)
Toyota Eco Youth sudah digelar sejak 2005 (Toyota)

Sejak pertama kali digelar pada 2005, Toyota Eco Youth telah berkembang menjadi salah satu program pengembangan inovasi lingkungan bagi pelajar yang berkelanjutan. Program ini juga menghadirkan Eco Gallery di sejumlah sekolah sebagai sarana edukasi untuk menjaga semangat kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam peluncuran TEY ke-14, Toyota turut menghadirkan Ni Kadek Karina Dewi dan Putu Darma Yasa, pemenang TEY ke-12 dari SMA Negeri Bali Mandara. Keduanya berhasil mengembangkan Bioghum, bio-briket berbahan limbah sorgum yang memperoleh pengakuan internasional.

Selain itu, kreator konten sekaligus pegiat lingkungan Jerhemy Owen juga hadir untuk berbagi cara mengemas isu lingkungan agar lebih dekat dengan generasi muda.

Hingga saat ini, Toyota Eco Youth telah melibatkan 2.033 sekolah dari 34 provinsi, menghasilkan 9.972 proposal inovasi, mengimplementasikan 232 proyek lingkungan, serta membangun 32 Eco Gallery di berbagai sekolah di Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More