Spesifikasi BYD Seal (IDN Times/Fadhliansyah)
Permasalahan bermula tak lama setelah Akbar Faizal membeli BYD Seal Premium pada Desember 2025. Mobil tersebut dilaporkan mengalami gangguan serius berupa kondisi tidak stabil saat dikendarai, yang ia gambarkan seperti “oleng” atau “joget”.
Kondisi ini membuat kendaraan tidak nyaman digunakan, dan keluhan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak dealer dan jaringan resmi untuk dilakukan pemeriksaan.
Namun, proses penanganan justru berjalan lambat. Mobil disebut sempat tidak jelas statusnya selama lebih dari dua bulan tanpa kepastian hasil perbaikan.
Setelah akhirnya masuk ke bengkel yang direkomendasikan, perbaikan yang dilakukan tidak memberikan hasil sesuai harapan. Bahkan, analisa teknis yang dilakukan disebut tidak tepat dan justru memperparah kondisi kendaraan.
Situasi ini diperburuk oleh kurangnya koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat, mulai dari dealer, bengkel, perusahaan pembiayaan, hingga asuransi. Akbar menilai terjadi saling lempar tanggung jawab, sehingga penyelesaian masalah menjadi terhambat.
Hingga memasuki bulan keempat, kendaraan tersebut belum juga mendapatkan solusi yang jelas. Kondisi ini membuat konsumen merasa dirugikan karena tidak bisa menggunakan mobil dalam waktu lama.