Bahaya Ibu Jari Melingkar di Dalam Setir Saat Menyetir

- Melingkarkan ibu jari di dalam setir meningkatkan risiko dislokasi atau patah tulang saat kemudi terkena kickback akibat jalan berlubang, batu, atau permukaan rusak.
- Posisi ibu jari di dalam bingkai setir membuat pergelangan tangan kaku, membatasi gerakan, dan memperlambat respons pengemudi ketika harus bermanuver darurat.
- Saat airbag mengembang akibat benturan, tangan yang terlalu dekat dengan area tengah kemudi berpotensi terhempas dan mengalami cedera lebih parah.
Posisi memegang lingkar kemudi yang tepat merupakan aspek dasar keselamatan berkendara yang kerap diabaikan oleh banyak pengemudi. Kebiasaan melingkarkan ibu jari ke bagian dalam bingkai setir masih sering terjadi tanpa disadari dampaknya.
Gaya memegang setir yang salah ini terkesan memberikan cengkeraman yang lebih kuat saat mengemudikan kendaraan. Namun posisi jari tersebut justru menyimpan risiko cedera fisik yang sangat serius ketika kendaraan melintasi medan yang tidak rata.
1. Risiko cedera parah akibat efek kickback pada kemudi

Efek kickback merupakan hentakan keras dan mendadak pada lingkar kemudi saat roda depan menghantam lubang, batu besar, atau permukaan jalan yang rusak. Hentakan tersebut dapat memutar setir secara liar dan sangat cepat tanpa sempat diantisipasi.
Jika ibu jari berada di bagian dalam bingkai setir, putaran cepat tersebut akan langsung menghantam tulang jempol dengan keras. Dampak buruk yang paling sering terjadi adalah dislokasi sendi hingga patah tulang ibu jari secara mendadak.
2. Terhambatnya respons dan kendali manuver darurat

Meletakkan ibu jari di dalam rim setir akan mengunci pergelangan tangan pada satu posisi yang kaku. Kondisi ini membuat fleksibilitas pergerakan tangan menjadi sangat terbatas saat harus memutar setir secara cepat untuk menghindari bahaya.
Pengemudi akan membutuhkan waktu lebih lama untuk melepaskan jempol dan mengubah arah kemudi saat situasi kritis. Keterlambatan respons yang hanya sepersekian detik tersebut dapat berujung pada kegagalan manuver penyelamatan diri di jalan raya.
3. Potensi cedera tambahan dari lontaran airbag

Fitur keselamatan kantong udara atau airbag akan mengembang dengan daya dorong yang sangat tinggi ketika sistem mendeteksi adanya benturan keras. Jalur mekanis pengembangan kantong udara ini berada tepat di area tengah lingkar kemudi.
Posisi ibu jari yang terperangkap di dalam bingkai setir membuat tangan berada terlalu dekat dengan penutup airbag. Lontaran keras dari perangkat keselamatan ini dapat menghempaskan tangan pengemudi dan memperparah tingkat cedera yang dialami.


















