Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bahaya Ibu Jari Melingkar di Dalam Setir Saat Menyetir

Bahaya Ibu Jari Melingkar di Dalam Setir Saat Menyetir
ilustrasi setir mobil (pexels.com/Matheus Ferrero)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Melingkarkan ibu jari di dalam setir meningkatkan risiko dislokasi atau patah tulang saat kemudi terkena kickback akibat jalan berlubang, batu, atau permukaan rusak.
  • Posisi ibu jari di dalam bingkai setir membuat pergelangan tangan kaku, membatasi gerakan, dan memperlambat respons pengemudi ketika harus bermanuver darurat.
  • Saat airbag mengembang akibat benturan, tangan yang terlalu dekat dengan area tengah kemudi berpotensi terhempas dan mengalami cedera lebih parah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Posisi memegang lingkar kemudi yang tepat merupakan aspek dasar keselamatan berkendara yang kerap diabaikan oleh banyak pengemudi. Kebiasaan melingkarkan ibu jari ke bagian dalam bingkai setir masih sering terjadi tanpa disadari dampaknya.

Gaya memegang setir yang salah ini terkesan memberikan cengkeraman yang lebih kuat saat mengemudikan kendaraan. Namun posisi jari tersebut justru menyimpan risiko cedera fisik yang sangat serius ketika kendaraan melintasi medan yang tidak rata.

1. Risiko cedera parah akibat efek kickback pada kemudi

ilustrasi setir mobil
ilustrasi setir mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Efek kickback merupakan hentakan keras dan mendadak pada lingkar kemudi saat roda depan menghantam lubang, batu besar, atau permukaan jalan yang rusak. Hentakan tersebut dapat memutar setir secara liar dan sangat cepat tanpa sempat diantisipasi.

Jika ibu jari berada di bagian dalam bingkai setir, putaran cepat tersebut akan langsung menghantam tulang jempol dengan keras. Dampak buruk yang paling sering terjadi adalah dislokasi sendi hingga patah tulang ibu jari secara mendadak.

2. Terhambatnya respons dan kendali manuver darurat

Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif
Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif (freepik.com/diana.grytsku)

Meletakkan ibu jari di dalam rim setir akan mengunci pergelangan tangan pada satu posisi yang kaku. Kondisi ini membuat fleksibilitas pergerakan tangan menjadi sangat terbatas saat harus memutar setir secara cepat untuk menghindari bahaya.

Pengemudi akan membutuhkan waktu lebih lama untuk melepaskan jempol dan mengubah arah kemudi saat situasi kritis. Keterlambatan respons yang hanya sepersekian detik tersebut dapat berujung pada kegagalan manuver penyelamatan diri di jalan raya.

3. Potensi cedera tambahan dari lontaran airbag

apa itu setir teleskopik, fungsi, dan bedanya dengan tilt steering
ilustrasi setir teleskopik pada mobil (freepik.com/pvproduction)

Fitur keselamatan kantong udara atau airbag akan mengembang dengan daya dorong yang sangat tinggi ketika sistem mendeteksi adanya benturan keras. Jalur mekanis pengembangan kantong udara ini berada tepat di area tengah lingkar kemudi.

Posisi ibu jari yang terperangkap di dalam bingkai setir membuat tangan berada terlalu dekat dengan penutup airbag. Lontaran keras dari perangkat keselamatan ini dapat menghempaskan tangan pengemudi dan memperparah tingkat cedera yang dialami.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More