Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Baterai Mobil Listrik Bisa Terbakar Lagi setelah Apinya Padam?

3 min read
Kenapa Baterai Mobil Listrik Bisa Terbakar Lagi setelah Apinya Padam?
ilustrasi mobil terbakar (pixabay.com/Oskars Zvejs)
  • Kebakaran mobil listrik dapat menyala kembali karena panas tersembunyi dalam sel baterai yang rusak, meski api di bagian luar sudah terlihat padam.
  • Kerusakan akibat benturan, korsleting, atau panas berlebih dapat memicu thermal runaway, menghasilkan panas dan gas mudah terbakar yang menyebar antar-sel.
  • Usai pemadaman, petugas perlu memantau suhu baterai dan menangani kendaraan sesuai prosedur; pemilik diminta menjauh, tidak membuka baterai, serta menghubungi darurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran mobil listrik menjadi perhatian karena api yang sudah terlihat padam ternyata belum tentu menandakan bahaya benar-benar berakhir. Dalam kondisi tertentu, api bisa kembali menyala beberapa waktu setelah proses pemadaman dilakukan.

Fenomena ini dikenal sebagai reignition atau penyalaan ulang. Salah satu faktor pemicunya adalah panas yang masih tersimpan di dalam sel baterai, terutama ketika kerusakan telah memicu reaksi berantai di dalam paket baterai.

  1. 1. Panas tersembunyi di dalam sel baterai

    ilustrasi mobil terbakar
    ilustrasi mobil terbakar (unsplash.com/Denis Morozov)

    Baterai mobil listrik umumnya terdiri atas banyak sel yang tersusun menjadi modul dan paket baterai. Ketika terjadi kerusakan serius, misalnya akibat benturan, korsleting internal, atau paparan panas berlebihan, sebagian sel dapat mengalami thermal runaway. Kondisi ini merupakan reaksi berantai ketika suhu sel meningkat tak terkendali dan menghasilkan panas serta gas.

    Api yang terlihat dari luar bisa saja sudah padam, tetapi bagian dalam baterai masih menyimpan panas tinggi. Tidak semua sel mengalami pendinginan secara bersamaan. Sel yang berada di bagian tengah paket baterai, misalnya, dapat lebih sulit dijangkau oleh air atau media pemadam karena terlindungi susunan komponen lainnya.

  2. 2. Reignition, api bisa kembali menyala

    ilustrasi mobil terbakar (pexels.com/Styves Exantus)
    ilustrasi mobil terbakar (pexels.com/Styves Exantus)

    Penyalaan ulang dapat terjadi ketika panas dari sel yang masih rusak memicu reaksi berbahaya pada sel di sekitarnya. Jika suhu internal kembali meningkat hingga mencapai kondisi yang memicu thermal runaway, gas mudah terbakar bisa terbentuk dan kemudian menyala. Karena itu, padamnya api yang terlihat tidak selalu berarti seluruh proses reaksi di dalam baterai sudah berhenti.

    Risiko ini berbeda dari kebakaran biasa yang sumber apinya telah sepenuhnya dikendalikan. Pada baterai yang mengalami kerusakan internal, proses pemanasan dapat berlangsung secara bertahap dan sulit diprediksi. Bahkan, penyalaan ulang bisa terjadi setelah jeda waktu yang cukup lama. Meski begitu, bukan berarti semua kebakaran mobil listrik pasti akan menyala kembali. Risiko bergantung pada tingkat kerusakan, kondisi baterai, dan keberhasilan proses pendinginan.

  3. 3. Mengapa mobil perlu dipantau setelah Kebakaran?

    Ilustrasi mobil terbakar (Pexels/Pixabay)
    Ilustrasi mobil terbakar (Pexels/Pixabay)

    Setelah api berhasil dipadamkan, petugas perlu memastikan suhu baterai terus menurun dan tidak menunjukkan tanda-tanda kenaikan kembali. Pemantauan dapat melibatkan kamera termal, alat pengukur suhu, serta pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan. Prosedur yang digunakan bergantung pada tingkat kerusakan, rekomendasi produsen, dan penilaian petugas pemadam kebakaran.

    Kendaraan yang baterainya mengalami kerusakan serius juga perlu ditangani dan dipindahkan sesuai prosedur keselamatan, bukan langsung dianggap aman untuk disimpan di sembarang tempat. Pemilik mobil sebaiknya tidak mencoba membuka atau memeriksa paket baterai sendiri. Jika terjadi kebakaran, segera menjauh dari kendaraan dan hubungi petugas darurat. Penanganan oleh tenaga terlatih penting karena bahaya dapat tetap ada meskipun api sudah tidak terlihat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More