Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Jalur Macet Bikin Nyetir Jadi Lebih Cepat Pegal?
ilustrasi mual saat terkena AC mobil (freepik.com/diana.grytsku)
  • Kemacetan membuat tubuh lebih cepat pegal karena posisi statis, gerakan pedal berulang, dan konsentrasi tinggi, meski pengemudi hanya duduk di balik kemudi.
  • Perpindahan gas, rem, dan kopling terus-menerus membebani kaki, sementara fokus pada kendaraan sekitar dapat menegangkan leher serta bahu.
  • Pengaturan kursi yang menopang punggung, postur rileks, dan istirahat atau peregangan saat sudah aman berhenti dapat membantu mengurangi keluhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau jalan macet, orang yang menyetir bisa cepat pegal. Kakinya sering pindah dari gas ke rem, dan kadang ke kopling. Leher dan bahu juga tegang karena harus melihat mobil dan motor terus. Duduk lama membuat punggung sakit. Kursi perlu diatur enak, lalu istirahat saat sudah aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Terjebak kemacetan bukan cuma menguras waktu dan kesabaran, tetapi juga bisa membuat tubuh terasa pegal. Perjalanan yang biasanya ditempuh dalam 30 menit dapat berubah menjadi berjam-jam ketika lalu lintas padat. Setelah sampai tujuan, leher terasa kaku, bahu tegang, dan punggung bawah nyeri meski sepanjang perjalanan hanya duduk di balik kemudi.

Menariknya, menyetir di tengah kemacetan terkadang terasa lebih melelahkan dibandingkan berkendara jarak jauh di jalan tol yang lancar. Kondisi ini bukan sekadar akibat lamanya duduk, melainkan juga kombinasi antara posisi tubuh, gerakan berulang, dan konsentrasi tinggi yang dibutuhkan saat menghadapi lalu lintas padat.

1. Kaki terus bergerak menginjak pedal

ilustrasi macet (unsplash.com/Kathy)

Saat lalu lintas lancar, pengemudi bisa mempertahankan kecepatan relatif stabil. Sebaliknya, dalam kemacetan, kaki harus berulang kali berpindah dari pedal gas ke rem. Pada mobil bertransmisi manual, kaki kiri juga terus bekerja mengoperasikan pedal kopling ketika kendaraan mulai bergerak dan kembali berhenti.

Gerakan berulang tersebut membuat otot kaki bekerja terus-menerus, terutama ketika jarak antarkendaraan sangat pendek dan arus lalu lintas hanya bergerak sedikit demi sedikit. Jika posisi kursi terlalu jauh, kaki harus menjulur berlebihan. Sebaliknya, posisi terlalu dekat dapat membuat lutut menekuk secara berlebihan. Pengaturan kursi yang tepat membantu mengurangi ketegangan pada kaki dan pinggul selama perjalanan.

2. Leher dan bahu tegang karena konsentrasi tinggi

ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Andraz Lazic)

Ketika menghadapi kemacetan, pengemudi harus terus memperhatikan kendaraan di depan, spion, kendaraan dari samping, serta pergerakan sepeda motor yang menyelip. Aktivitas ini menuntut konsentrasi tinggi. Tanpa disadari, tubuh bisa ikut menegang, terutama pada bagian leher dan bahu.

Situasi semakin melelahkan ketika pengemudi mempertahankan posisi kepala yang sama dalam waktu lama. Bahu yang terangkat, genggaman setir terlalu kuat, dan posisi duduk membungkuk dapat menambah beban otot. Stres akibat perjalanan yang tidak kunjung lancar juga bisa memperburuk ketegangan tersebut. Karena itu, menjaga bahu tetap rileks dan menggenggam setir secukupnya dapat membantu mengurangi rasa pegal.

3. Duduk terlalu lama membebani punggung

ilustrasi setir mobil (pexels.com/JESHOOTS.com)

Meski terlihat tidak banyak bergerak, duduk di dalam mobil dalam waktu lama tetap membuat otot bekerja untuk menopang tubuh. Posisi duduk yang kurang tepat dapat meningkatkan tekanan pada punggung bawah. Jika sandaran kursi terlalu tegak, terlalu rebah, atau tidak menopang lekukan alami tulang belakang dengan baik, rasa tidak nyaman bisa muncul lebih cepat.

Untuk mengurangi keluhan tersebut, atur kursi agar punggung mendapat dukungan yang memadai dan kedua tangan dapat menjangkau setir tanpa harus membungkuk. Saat kemacetan berlangsung lama, manfaatkan tempat berhenti yang aman untuk beristirahat sejenak setelah keluar dari arus lalu lintas. Lakukan peregangan ringan ketika kendaraan sudah terparkir dengan aman, bukan saat mobil masih bergerak.

Pada akhirnya, rasa pegal ketika menyetir di tengah kemacetan muncul akibat kombinasi posisi statis, gerakan berulang, dan ketegangan otot. Mengatur posisi duduk, menjaga tubuh tetap rileks, serta beristirahat secara berkala bisa membantu perjalanan terasa lebih nyaman. Jangan abaikan nyeri yang berat, menetap, atau disertai kebas dan kelemahan karena kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article