Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Melihat HP Sebentar Saat Berkendara Bisa Sangat Berbahaya?

2 min read
Kenapa Melihat HP Sebentar Saat Berkendara Bisa Sangat Berbahaya?
ilustrasi navigasi digital (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Melihat HP beberapa detik saat berkendara dapat membuat pengemudi kehilangan informasi penting, sementara kendaraan tetap bergerak dan kondisi jalan cepat berubah.
  • Membaca atau mengetik di HP membagi fokus otak, sehingga pengemudi berpotensi lebih lambat menyadari perubahan lalu lintas meski pandangan sudah kembali ke jalan.
  • Risiko meningkat di jalan padat, persimpangan, area sekolah, atau cuaca buruk; pengemudi disarankan berhenti di lokasi aman sebelum membuka pesan, navigasi, atau menerima panggilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melihat layar HP saat berkendara sering dianggap sebagai tindakan kecil yang hanya membutuhkan beberapa detik. Padahal, dalam situasi lalu lintas yang terus bergerak, waktu sesingkat itu sudah cukup untuk membuat pengemudi kehilangan informasi penting di depan kendaraan.

Risikonya bukan hanya karena tangan meninggalkan kemudi. Ketika perhatian berpindah ke layar, otak juga harus membagi fokus antara membaca informasi di HP dan mengawasi kondisi jalan. Kombinasi tersebut dapat membuat respons terhadap situasi mendadak menjadi lebih lambat.

  1. 1. Pandangan bisa kehilangan informasi penting

    Apa yang Terjadi jika Seluruh Satelit GPS Mati Mendadak Selama 24 Jam?
    ilustrasi navigasi menggunakan GPS (unsplash.com/ChrisCordes)

    Saat mata tertuju pada layar HP, pengemudi tidak sepenuhnya melihat apa yang terjadi di depan. Kendaraan lain dapat mengerem, pejalan kaki bisa menyeberang, atau sepeda motor tiba-tiba berpindah jalur ketika perhatian sedang teralihkan.

    Masalahnya, kondisi jalan berubah dalam hitungan detik. Bahkan jika pengemudi hanya melihat HP sebentar, kendaraan tetap bergerak dengan kecepatan tertentu. Semakin tinggi kecepatan, semakin jauh kendaraan berpindah selama mata tidak mengarah ke jalan. Akibatnya, ketika pandangan kembali ke depan, situasi yang dihadapi bisa sudah berubah.

  2. 2. Otak tidak benar-benar bisa fokus pada dua hal

    Pengemudi melihat aplikasi navigasi di dalam mobil
    Aplikasi navigasi membantu, tapi tetap perlu pertimbangan situasi nyata. (pexels.com/RDNE Stock project)

    Banyak orang merasa mampu mengemudi sambil sesekali melihat pesan karena menganggap aktivitas tersebut hanya dilakukan sebentar. Namun, perhatian manusia memiliki keterbatasan. Ketika membaca atau mengetik di HP, sebagian sumber daya mental digunakan untuk memahami informasi di layar.

    Kondisi tersebut dapat membuat pengemudi terlambat menyadari perubahan lalu lintas. Bahkan ketika mata sudah kembali melihat jalan, perhatian belum tentu langsung sepenuhnya kembali ke kondisi sekitar. Inilah yang membuat penggunaan HP saat berkendara berbeda dengan sekadar melihat objek di jalan.

  3. 3. Risiko makin besar saat situasi tidak terduga

    Ilustrasi navigasi (Pexels/ Rahul Pandit)
    Ilustrasi navigasi (Pexels/ Rahul Pandit)

    Melihat HP menjadi semakin berisiko ketika dilakukan di jalan padat, persimpangan, area sekolah, atau kondisi cuaca buruk. Pada situasi seperti itu, pengemudi membutuhkan perhatian penuh karena potensi perubahan kondisi jalan lebih tinggi.

    Penggunaan HP juga dapat memengaruhi kemampuan mengambil keputusan ketika muncul kejadian mendadak. Karena itu, jika perlu membaca pesan, membuka navigasi, atau melakukan panggilan, kendaraan sebaiknya dihentikan terlebih dahulu di lokasi yang aman. Beberapa detik yang digunakan untuk berhenti jauh lebih kecil risikonya dibandingkan kehilangan perhatian ketika kendaraan masih bergerak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More