Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Penyebab Tarikan Motor Matic Tersendat saat Kecepatan Rendah?

4 min read
Apa Penyebab Tarikan Motor Matic Tersendat saat Kecepatan Rendah?
ilustrasi motor matic (pexels.com/Tiwi riders)
  • Tarikan motor matic yang tersendat pada kecepatan rendah dapat muncul sebagai getaran, mesin terasa tertahan, atau respons gas tidak halus saat mulai berjalan.
  • Sumber gangguan bisa berasal dari CVT, termasuk kampas ganda kotor atau aus, V-belt, pulley, dan roller yang kondisinya sudah tidak optimal.
  • Sistem pembakaran dan pemasukan udara, seperti throttle body, injektor, busi, serta filter udara, juga perlu diperiksa bertahap untuk menemukan penyebabnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Motor matic yang terasa tersendat saat melaju pelan bisa cukup mengganggu, terutama ketika digunakan di jalanan padat. Gejalanya biasanya terasa ketika motor baru mulai bergerak atau saat mempertahankan kecepatan rendah. Kondisi tersebut bisa muncul sebagai tarikan yang tidak halus, mesin seperti tertahan, atau motor terasa bergetar sebelum kembali normal.

Penyebabnya tidak selalu berasal dari mesin karena sistem transmisi otomatis juga berperan besar dalam menghasilkan tarikan awal. Kondisi CVT, suplai bahan bakar, hingga sistem pengapian dapat memengaruhi respons motor pada putaran rendah. Berikut beberapa penyebab yang perlu diperhatikan ketika tarikan motor matic terasa tersendat.

  1. 1. Kampas ganda CVT mulai kotor atau aus

    ilustrasi motor
    ilustrasi motor ojek (pexels.com/wildfire1775)

    Kampas ganda berperan dalam menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang ketika motor mulai bergerak. Jika permukaan kampas atau rumah kopling kotor akibat debu dan material gesekan, proses pengaitan dapat menjadi kurang halus. Akibatnya, motor bisa terasa bergetar atau tersendat terutama ketika mulai berjalan dari posisi diam.

    Kondisi tersebut biasanya lebih terasa saat motor digunakan pada kecepatan rendah. Debu dari komponen CVT memang dapat terkumpul seiring pemakaian sehingga pemeriksaan dan pembersihan berkala diperlukan. Jika kampas sudah mengalami keausan atau permukaannya tidak lagi baik, komponen tersebut mungkin perlu diperiksa lebih lanjut oleh mekanik.

  2. 2. V-belt atau komponen CVT mengalami keausan

    ilustrasi motor ojek
    ilustrasi motor ojek (pexels.com/Arif Syuhada)

    V-belt menjadi salah satu komponen penting dalam sistem CVT karena bertugas meneruskan tenaga dari pulley depan ke pulley belakang. Seiring pemakaian, permukaan dan struktur V-belt dapat mengalami keausan. Kondisi komponen CVT yang sudah tidak optimal dapat memengaruhi respons tarikan, termasuk ketika motor bergerak pada kecepatan rendah.

    Selain V-belt, pulley dan roller juga dapat memengaruhi karakter akselerasi motor matic. Roller yang permukaannya sudah tidak rata atau mengalami keausan dapat membuat perpindahan rasio CVT tidak bekerja sehalus biasanya. Jika tarikan mulai berubah secara bertahap, pemeriksaan seluruh bagian CVT lebih tepat daripada langsung mengganti satu komponen.

  3. 3. Throttle body atau injektor kotor

    ilustrasi motor matic
    ilustrasi motor matic (pexels.com/Jeffrey Ligan)

    Pada motor injeksi, throttle body mengatur jumlah udara yang masuk ke mesin, sedangkan injektor membantu menyuplai bahan bakar. Kotoran pada area tersebut dapat mengganggu respons mesin, terutama ketika pengendara membuka gas sedikit pada putaran rendah. Akibatnya, tarikan bisa terasa seperti tersendat sebelum mesin kembali merespons.

    Gejala ini terkadang disertai idle yang kurang stabil atau respons gas yang terasa terlambat. Namun, tingkat pengaruhnya dapat berbeda tergantung kondisi motor dan sumber masalahnya. Pemeriksaan sistem injeksi dapat membantu memastikan apakah gangguan memang berasal dari throttle body, injektor, atau komponen lain.

  4. 4. Busi mulai lemah atau kotor

    ilustrasi motor
    ilustrasi orang naik motor (pexels.com/pexels)

    Busi bertugas menghasilkan percikan api untuk membantu proses pembakaran di dalam mesin. Jika busi sudah aus, kotor, atau celah elektrodanya tidak sesuai, pembakaran dapat menjadi kurang optimal. Pada putaran rendah, kondisi tersebut bisa terasa sebagai tarikan yang tersendat atau mesin seperti kehilangan respons sesaat.

    Busi biasanya juga memiliki interval pemeriksaan atau penggantian sesuai rekomendasi pabrikan. Selain kondisi busi, sistem pengapian lain juga perlu diperhatikan jika gejala tidak hilang setelah busi diperiksa. Jangan langsung menyimpulkan bahwa masalah pasti berasal dari CVT karena gangguan pembakaran dapat memberikan sensasi yang hampir serupa.

  5. 5. Filter udara terlalu kotor

    ilustrasi motor ojek
    ilustrasi motor ojek (pexels.com/joaquin carfagna)

    Filter udara berfungsi menyaring udara yang masuk ke mesin sebelum digunakan dalam proses pembakaran. Jika filter terlalu kotor, aliran udara dapat terganggu dan memengaruhi kerja mesin. Pada kondisi tertentu, perubahan tersebut dapat membuat respons gas terasa kurang halus, terutama ketika motor digunakan pada putaran rendah.

    Kondisi filter udara juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat motor digunakan. Jalan berdebu atau penggunaan kendaraan yang cukup sering dapat membuat filter lebih cepat kotor. Karena itu, pemeriksaan filter udara sebaiknya menjadi bagian dari perawatan berkala agar sistem pemasukan udara tetap bekerja sesuai kebutuhan mesin.

    Tarikan motor matic yang tersendat pada kecepatan rendah bisa berasal dari berbagai bagian, mulai dari CVT hingga sistem pembakaran. Kampas ganda, V-belt, roller, throttle body, injektor, busi, dan filter udara semuanya dapat memengaruhi karakter tarikan. Gejalanya juga bisa terlihat mirip sehingga pemeriksaan perlu dilakukan secara bertahap.

    Jika motor hanya sesekali terasa tersendat, perawatan rutin mungkin sudah cukup untuk menemukan penyebabnya. Namun, apabila gejala semakin sering muncul, disertai getaran kuat, suara aneh, mesin sulit langsam, atau tenaga berkurang, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Menemukan sumber masalah sejak awal dapat membantu mencegah gangguan kecil berkembang menjadi kerusakan komponen yang lebih besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More