Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Teknologi Baterai EV yang Bisa Mengubah Masa Depan Mobil

3 min read
5 Teknologi Baterai EV yang Bisa Mengubah Masa Depan Mobil
ilustrasi mengisi baterai mobil listrik (freepik.com/freepik)
  • Baterai menjadi komponen kunci mobil listrik karena memengaruhi jarak tempuh, waktu pengisian, biaya, dan usia pakai kendaraan.
  • Solid-state serta LFP generasi baru dikembangkan untuk meningkatkan kepadatan energi, keselamatan, ketahanan, dan potensi harga baterai yang lebih terjangkau.
  • Sodium-ion, pengisian ultracepat, dan teknologi masa pakai panjang menargetkan bahan baku melimpah, pengisian singkat, serta degradasi lebih lambat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perkembangan mobil listrik tidak hanya bergantung pada motor listrik dan infrastruktur pengisian daya. Baterai menjadi salah satu komponen paling penting karena menentukan jarak tempuh, waktu pengisian, biaya, hingga usia pakai kendaraan.

Sejumlah teknologi baterai baru kini terus dikembangkan oleh produsen otomotif dan perusahaan teknologi. Jika berhasil diterapkan secara luas, inovasi tersebut berpotensi membuat mobil listrik semakin praktis digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. 1. Baterai solid-state

    Ilustrasi baterai mobil listrik (byd.com)
    Ilustrasi baterai mobil listrik (byd.com)

    Baterai solid-state mengganti elektrolit cair yang umum digunakan baterai lithium-ion dengan material padat. Teknologi ini berpotensi menawarkan kepadatan energi lebih tinggi sehingga baterai dapat menyimpan energi lebih banyak tanpa harus memiliki ukuran yang jauh lebih besar.

    Selain meningkatkan jarak tempuh, baterai solid-state juga dikembangkan untuk meningkatkan aspek keselamatan. Elektrolit padat berpotensi mengurangi risiko tertentu yang berkaitan dengan elektrolit cair yang mudah terbakar. Namun, produksi massal dengan biaya kompetitif masih menjadi tantangan.

  2. 2. Baterai lithium-iron-phosphate generasi baru

    ilustrasi baterai mobil listrik (wuling.id)
    ilustrasi baterai mobil listrik (wuling.id)

    Lithium-iron-phosphate atau LFP semakin banyak digunakan pada mobil listrik karena dikenal memiliki ketahanan siklus yang baik dan tidak menggunakan nikel serta kobalt. Pengembangan berikutnya berusaha meningkatkan kepadatan energi dan kemampuan pengisian dayanya.

    Teknologi LFP generasi baru juga berpotensi membuat baterai lebih terjangkau. Bagi pasar seperti Indonesia, perkembangan ini menarik karena harga baterai sangat memengaruhi harga jual mobil listrik sekaligus biaya kepemilikan dalam jangka panjang.

  3. 3. Baterai sodium-ion

    Ilustrasi baterai mobil listrik (byd.com)
    Ilustrasi baterai mobil listrik (byd.com)

    Sodium-ion menggunakan ion natrium sebagai pembawa muatan, bukan lithium. Natrium tersedia lebih melimpah sehingga teknologi ini berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku lithium yang menjadi komponen penting dalam industri baterai.

    Teknologi ini juga menarik untuk kendaraan listrik dengan kebutuhan jarak tempuh yang tidak terlalu tinggi. Kekurangannya saat ini adalah kepadatan energi yang masih cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa teknologi lithium-ion. Pengembangan lebih lanjut dapat mempersempit perbedaan tersebut.

  4. 4. Baterai dengan pengisian ultracepat

    ilustrasi mengisi baterai mobil listrik (unsplash.com/chuttersnap)
    ilustrasi mengisi baterai mobil listrik (unsplash.com/chuttersnap)

    Pengisian daya menjadi salah satu perhatian utama pengguna mobil listrik. Karena itu, produsen baterai berlomba mengembangkan sel yang mampu menerima daya sangat besar dalam waktu singkat tanpa mempercepat degradasi baterai secara berlebihan.

    Teknologi ini dapat mengubah kebiasaan pengisian mobil listrik. Jika waktu yang diperlukan semakin mendekati durasi mengisi bahan bakar, ketergantungan pengguna terhadap pengisian di rumah bisa berkurang. Tantangannya adalah kebutuhan infrastruktur listrik dan sistem pendinginan yang mampu menangani daya sangat tinggi.

  5. 5. Baterai dengan masa pakai lebih panjang

    ilustrasi baterai mobil listrik
    ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

    Penelitian baterai juga tidak hanya mengejar kapasitas besar, tetapi bagaimana mempertahankan performa setelah digunakan selama bertahun-tahun. Sistem manajemen baterai, material elektroda, pendinginan, dan metode pengisian terus dikembangkan untuk memperlambat degradasi.

    Baterai yang lebih awet dapat memberikan keuntungan bagi pemilik kendaraan maupun industri. Nilai kendaraan bekas berpotensi lebih mudah dipertahankan karena kondisi baterai menjadi lebih terprediksi. Di sisi lain, baterai yang sudah tidak optimal untuk mobil juga masih dapat dimanfaatkan sebagai penyimpanan energi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More