Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Mobil Listrik Lebih Irit Dibanding Mobil Bensin Saat Macet?
interior BYD Sealion 7 (byd.com)
  • Mobil listrik lebih irit saat macet karena motor tidak perlu mempertahankan putaran idle ketika kendaraan berhenti, berbeda dengan mesin bensin yang tetap mengonsumsi bahan bakar.
  • Saat deselerasi, pengereman regeneratif mengubah sebagian energi kinetik menjadi listrik untuk disimpan di baterai, sehingga energi yang terbuang dalam lalu lintas stop-and-go berkurang.
  • Konsumsi energi mobil listrik tetap dipengaruhi AC, akselerasi, beban, ban, temperatur, dan rute; namun tanpa idle serta dengan regeneratif, mobil ini unggul di kemacetan perkotaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil listrik lebih hemat saat macet. Saat berhenti, motornya bisa diam dan tidak terus memakai energi seperti mobil bensin. Saat mobil listrik pelan atau mengerem, sebagian tenaga bisa masuk lagi ke baterai. Tapi AC, ban, cuaca, dan cara menyetir juga bisa membuat baterai lebih cepat habis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemacetan menjadi salah satu kondisi berkendara yang paling banyak menghabiskan bahan bakar pada mobil bermesin bensin. Mobil harus berulang kali berhenti, berjalan perlahan, kemudian kembali berakselerasi. Dalam kondisi seperti ini, konsumsi bahan bakar bisa meningkat cukup signifikan.

Menariknya, situasi yang sama justru tidak selalu menjadi masalah besar bagi mobil listrik. Kendaraan listrik memiliki karakter kerja yang berbeda karena motor listrik dapat mengatur energi dengan lebih efisien, terutama ketika kendaraan sering berhenti dan kembali bergerak dalam kecepatan rendah.

1. Motor listrik tidak perlu idle saat berhenti

ilustrasi macet (vecteezy.com/khunkorn)

Salah satu alasan mobil listrik lebih efisien ketika macet adalah tidak adanya kebutuhan untuk mempertahankan putaran mesin saat kendaraan berhenti. Pada mobil bensin, mesin pembakaran internal biasanya tetap menyala ketika mobil berhenti dalam kondisi idle, misalnya saat menunggu lampu merah atau terjebak kemacetan. Mesin tetap membutuhkan bahan bakar meskipun kendaraan tidak bergerak.

Mobil listrik tidak memiliki kondisi idle seperti mesin pembakaran internal. Ketika mobil berhenti dan pengemudi tidak meminta tenaga, motor listrik dapat berhenti bekerja sehingga tidak ada energi yang terus digunakan hanya untuk mempertahankan putaran mesin. Sistem kelistrikan tertentu memang tetap memakai energi untuk AC, lampu, layar, dan perangkat lainnya, tetapi kebutuhan tersebut berbeda dari mempertahankan mesin bensin tetap hidup.

2. Energi bisa dikembalikan saat deselerasi

ilustrasi kualitas baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

Keunggulan lainnya berasal dari sistem pengereman regeneratif. Ketika mobil listrik mengurangi kecepatan, sebagian energi kinetik kendaraan dapat diubah kembali menjadi energi listrik melalui motor yang bekerja sebagai generator. Energi tersebut kemudian disimpan kembali ke baterai untuk digunakan dalam perjalanan berikutnya.

Sistem ini sangat berguna di lalu lintas stop-and-go karena mobil sering mengalami deselerasi dan kembali berakselerasi. Pada mobil konvensional, energi gerak ketika mengerem umumnya berubah menjadi panas melalui sistem pengereman. Pengereman regeneratif tidak berarti seluruh energi bisa dikembalikan, tetapi proses tersebut membantu mengurangi energi yang terbuang selama kendaraan melambat.

3. Efisiensi tetap dipengaruhi gaya berkendara

ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Andraz Lazic)

Meski mobil listrik memiliki keunggulan saat macet, bukan berarti konsumsi energinya selalu rendah dalam semua kondisi. Penggunaan AC, akselerasi agresif, beban kendaraan, kondisi ban, temperatur, serta karakteristik rute tetap memengaruhi konsumsi energi. Dalam kemacetan ekstrem, perangkat kabin yang terus bekerja juga mengambil energi dari baterai.

Pada mobil bensin, konsumsi bahan bakar juga bisa dibuat lebih efisien dengan menjaga akselerasi tetap halus dan menghindari perpindahan kecepatan yang tidak perlu. Namun, karakter dasar motor listrik membuatnya sangat cocok menghadapi kondisi stop-and-go. Tidak adanya kebutuhan idle dan adanya pengereman regeneratif membuat energi dapat digunakan lebih efisien ketika mobil berulang kali berhenti dan bergerak. Itulah sebabnya mobil listrik sering menunjukkan keunggulan konsumsi energi ketika digunakan menghadapi kemacetan perkotaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article