Kia Periksa 1.000 Titik Bodi Kendaraan dengan Teknologi Digital

- Kia memakai Digital Measuring Center di Korea Selatan untuk mengukur hingga 1.000 titik struktur bodi kendaraan dan mengevaluasinya berdasarkan sekitar 600 kriteria kualitas.
- Pintu, liftgate, dan kendaraan yang sudah dirakit dipindai dengan teknologi optik 3D; kamera serta sensor merekam hingga 500 data per detik saat komponen bergerak.
- Data pengukuran terhubung ke pusat data dan dianalisis melalui DATA-FIT serta DATA-AUDIT untuk menemukan sumber penyimpangan, menentukan perbaikan, dan mendukung pengembangan berbasis AI.
Jakarta, IDN Times – Kia mengandalkan proses pengukuran digital secara detail untuk menjaga kualitas kendaraan sejak tahap pengembangan.
Melalui Digital Measuring Center (DMC) di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan, Kia dapat mengukur hingga 1.000 titik pada struktur bodi kendaraan dengan mengacu pada sekitar 600 kriteria kualitas.
1. Struktur bodi diperiksa hingga 1.000 titik

Pemeriksaan dimulai dari struktur dasar kendaraan (Dok. Kia) Pemeriksaan dimulai dari struktur dasar kendaraan menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM). Perangkat tersebut memanfaatkan sensor kontak berpresisi tinggi untuk membaca koordinat tiga dimensi pada 1.000 titik yang telah ditentukan.
Dari pengukuran itu, engineer dapat menghitung jarak dan penyimpangan antartitik, memeriksa kesejajaran, serta memastikan setiap bagian berada pada posisi yang sesuai. Data tersebut kemudian menjadi dasar evaluasi terhadap sekitar 600 kriteria kualitas.
“Setiap titik yang diukur memberi engineer data untuk memahami kondisi kendaraan dan menentukan bagian yang masih perlu disempurnakan. Melalui DMC, kualitas dibangun sejak awal, kemudian acuannya diteruskan hingga tahap produksi,” ujar Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia, Selasa (8/9/2026).
2. Pintu dan liftgate dipindai dalam kondisi bergerak

Kia periksa 1.000 titik bodi kendaraan (Dok. Kia) Pengukuran tidak hanya menyasar struktur bodi. Kia juga memeriksa komponen bergerak seperti pintu dan liftgate menggunakan pemindai optik 3D yang terpasang pada lengan robot. Komponen dibawa ke area pemeriksaan menggunakan Autonomous Mobile Robots (AMR).
Pemindai kemudian membaca bentuk komponen secara menyeluruh untuk memastikan ukuran dan posisinya sesuai rancangan serta dapat berfungsi dengan baik ketika dipasang pada bodi kendaraan.
Setelah seluruh komponen terpasang, DMC kembali memindai kendaraan secara lengkap untuk mendeteksi penyimpangan ukuran yang mungkin terakumulasi mulai dari struktur bodi, komponen bergerak, bagian yang telah dipasang, hingga trim.
Pengujian juga dilakukan ketika komponen bergerak dalam kondisi pengoperasian. Kamera berkecepatan tinggi dan sejumlah sensor mampu menangkap hingga 500 data pengukuran per detik ketika pintu, liftgate, atau komponen lain dibuka dan ditutup. Pengukuran ini memungkinkan engineer melihat perubahan bentuk yang tidak dapat ditangkap mata manusia.
3. Data pengukuran dipakai untuk mencari sumber masalah

First drive Kia all-new Seltos di GIIAS 2026 (IDN Times/Fadhliansyah) Seluruh hasil pengukuran DMC terhubung dengan pusat data yang menggabungkan informasi dari berbagai tahap pengembangan, sistem, dan pemasok.
Ketika ditemukan perbedaan kualitas, engineer dapat membandingkan data untuk mencari sumber penyimpangan dan menentukan perbaikan.
Kia menggunakan dua sistem analisis, yakni DATA-FIT dan DATA-AUDIT. DATA-FIT mengolah hasil pengukuran untuk mencari konfigurasi perakitan yang optimal dalam ruang virtual, sedangkan DATA-AUDIT menandai kemungkinan sumber penyimpangan sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan.
Kia juga menyebut data yang telah terkumpul akan diarahkan untuk membangun infrastruktur berbasis kecerdasan buatan guna mendukung pengembangan kendaraan berikutnya. Pendekatan ini membuat pengelolaan kualitas dilakukan sejak tahap pengembangan, bukan hanya setelah masalah muncul pada kendaraan.
“Bagi konsumen, seluruh proses tersebut memang tidak terlihat, tetapi hasilnya dapat dirasakan melalui kerapian, kenyamanan, dan fungsi kendaraan saat digunakan sehari-hari,” kata Harry.




















