Lexus Siapkan SUV Made in China, Meluncur pada 2027

- Lexus akan meluncurkan SUV listrik produksi lokal China pada 2027, mengakhiri ketergantungan hampir tiga dekade pada impor untuk pasar tersebut.
- SUV akan dibuat di pabrik Toyota di Jinshan, Shanghai, memakai gigacasting dan sistem produksi otomatis; target awalnya sekitar 1.000 unit per bulan.
- Produksi lokal ditujukan menghadapi persaingan EV premium China dan penurunan penjualan Lexus, sekaligus menghindari bea impor 15 persen; spesifikasi serta harga belum diumumkan.
Lexus bersiap mengubah strategi bisnisnya di China dengan memproduksi kendaraan secara lokal untuk pertama kalinya. Merek mobil mewah asal Jepang itu dijadwalkan meluncurkan SUV listrik buatan China pada 2027. Langkah ini sekaligus mengakhiri ketergantungan Lexus terhadap mobil impor untuk pasar Negeri Tirai Bambu selama hampir tiga dekade.
SUV tersebut akan diproduksi di pabrik baru milik Toyota yang berlokasi di Distrik Jinshan, Shanghai. Berdasarkan laporan CarNewsChina.com pada 31 Oktober 2026, fasilitas ini dirancang menggunakan teknologi manufaktur modern untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi. Strategi tersebut juga menjadi respons Lexus terhadap persaingan ketat dari produsen mobil listrik premium lokal seperti Nio dan Zeekr.
1. Pabrik Shanghai mengandalkan teknologi gigacasting

ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk) Pembangunan pabrik Lexus di Jinshan dimulai pada 2025. Fasilitas ini beroperasi sebagai perusahaan yang sepenuhnya dimiliki asing atau wholly foreign-owned enterprise. Dengan demikian, Toyota dapat memproduksi kendaraan Lexus secara mandiri tanpa bergantung pada dua perusahaan patungan yang selama ini menjadi basis operasinya di China.
Salah satu teknologi yang akan digunakan adalah aluminium gigacasting. Metode ini memungkinkan sejumlah komponen struktur kendaraan digabung menjadi bagian yang lebih besar sehingga jumlah komponen dan tahapan perakitan bisa dikurangi. Pabrik tersebut juga tidak menggunakan jalur konveyor konvensional. Sebagai gantinya, kendaraan akan bergerak secara otomatis dari satu stasiun kerja ke stasiun berikutnya.
Produksi awal SUV listrik itu dilaporkan ditargetkan mencapai sekitar 1.000 unit per bulan atau 12.000 unit per tahun. Namun, angka tersebut belum bisa dianggap sebagai kapasitas produksi jangka panjang karena Toyota belum mengumumkan target akhir maupun jadwal peningkatan produksinya.
2. Spesifikasi baterai SUV listrik belum diumumkan

ilustrasi pabrik mobil (unsplash.com/carlos aranda) Hingga kini, Lexus belum mengungkap nama model, kapasitas baterai, spesifikasi motor listrik, jarak tempuh, maupun harga SUV tersebut. Jenis baterai yang akan digunakan juga masih menjadi tanda tanya. Sejumlah laporan menyebut kemungkinan penggunaan baterai lithium ternary berbentuk prismatik atau lithium iron phosphate (LFP), tetapi belum ada konfirmasi resmi dari Lexus.
Toyota sendiri tengah mengembangkan baterai solid-state berbasis sulfida bersama perusahaan Idemitsu Kosan. Teknologi tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada kendaraan listrik pada 2027–2028, sebelum memasuki produksi skala penuh pada tahap berikutnya. Meski waktunya berdekatan dengan peluncuran SUV Lexus, belum ada kepastian bahwa model tersebut akan memakai baterai solid-state.
3. Produksi lokal untuk menghadapi persaingan mobil listrik China

Pabrik BYD di Subang punya kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun (Dok. BYD) Keputusan memproduksi mobil di China tidak lepas dari tekanan pasar. Penjualan Lexus di negara tersebut turun dari puncak sekitar 227.000 unit pada 2021 menjadi 182.458 unit pada 2025. Sedan ES bahkan dilaporkan hanya mencatat sekitar 57.800 pengiriman selama Januari hingga Agustus 2026, turun sekitar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi lokal berpotensi membuat Lexus lebih kompetitif karena perusahaan dapat menghindari bea masuk 15 persen untuk mobil penumpang impor. Keuntungan tersebut memberi ruang bagi Lexus untuk menawarkan harga lebih fleksibel ketika berhadapan dengan merek premium lokal.
Strategi ini juga sejalan dengan perubahan pasar China. Kendaraan energi baru menyumbang sekitar 54 persen penjualan ritel mobil penumpang pada 2025. Dengan menghadirkan SUV listrik produksi lokal, Lexus berupaya memperkuat posisinya di pasar yang semakin didominasi kendaraan elektrifikasi. Namun, harga dan spesifikasi resminya masih harus menunggu pengumuman Toyota.




















