Mau Cek Kesehatan Mobil Listrik? Jangan Cuma Lihat Persentase Baterai

- Persentase baterai hanya menunjukkan energi tersisa, bukan kesehatan keseluruhan; State of Health dan kapasitas aktual menentukan apakah jarak tempuh masih terjaga.
- Sistem manajemen baterai memantau tegangan sel, temperatur, arus, dan pengisian; ketidakseimbangan tegangan atau suhu tidak normal perlu diperiksa lebih lanjut.
- Kebiasaan pengisian dan penggunaan memengaruhi usia baterai; pembeli mobil listrik bekas perlu mengecek kondisi baterai, bukan hanya indikator daya 100 persen.
Melihat angka persentase baterai menjadi kebiasaan setiap pemilik mobil listrik. Ketika indikator menunjukkan 80 persen atau 90 persen, kondisi baterai sering dianggap masih sangat baik.
Padahal, angka tersebut hanya menunjukkan perkiraan jumlah energi yang tersedia, bukan gambaran lengkap mengenai kesehatan baterai. Ada beberapa parameter lain yang lebih penting untuk mengetahui apakah baterai mobil listrik masih bekerja secara optimal.
1. Kapasitas baterai ikut menentukan kondisi sebenarnya

ilustrasi memantau baterai mobil listrik (wuling.id) Salah satu parameter penting adalah state of health atau SoH. Angka ini menggambarkan kapasitas baterai saat ini dibandingkan dengan kapasitas ketika masih baru. Misalnya, baterai yang awalnya memiliki kapasitas tertentu bisa mengalami penurunan kapasitas setelah digunakan dalam waktu lama.
Penurunan SoH merupakan hal normal karena baterai mengalami siklus pengisian dan pemakaian. Namun, kapasitas yang terus menurun dapat membuat jarak tempuh kendaraan semakin pendek. Karena itu, melihat persentase baterai 100 persen tidak otomatis berarti kapasitasnya masih sama seperti ketika mobil baru.
2. Kemampuan menerima dan menyimpan energi juga penting

ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske) Kondisi baterai juga dapat dilihat dari bagaimana baterai menerima serta menyimpan energi saat pengisian. Baterai yang sehat biasanya mampu menerima daya sesuai kemampuan sistem kendaraan dalam kondisi yang mendukung, meskipun kecepatan pengisian tetap dipengaruhi temperatur dan kondisi baterai.
Sistem manajemen baterai atau battery management system turut memantau berbagai parameter penting. Tegangan setiap sel, temperatur, arus, dan kondisi pengisian dapat digunakan untuk menjaga baterai tetap bekerja dalam batas yang aman. Jika terdapat perbedaan tegangan sel yang terlalu besar atau temperatur tidak normal, pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan.
3. Pola penggunaan ikut memengaruhi kesehatan baterai

ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦) Kebiasaan pengisian juga berpengaruh terhadap usia baterai. Paparan temperatur tinggi, penggunaan pengisian cepat secara berlebihan, serta terlalu sering membiarkan baterai berada pada kondisi sangat penuh atau sangat kosong dapat memberikan tekanan tambahan pada baterai dalam jangka panjang.
Meski demikian, bukan berarti pengisian cepat harus selalu dihindari. Teknologi baterai dan sistem manajemen pada EV modern sudah dirancang untuk mengatur proses tersebut. Yang terpenting adalah mengikuti rekomendasi pabrikan dan memperhatikan kondisi kendaraan, terutama jika jarak tempuh mulai berkurang secara signifikan atau muncul peringatan terkait sistem baterai.
Jadi, persentase baterai hanya menunjukkan seberapa banyak energi yang tersedia pada saat tertentu. Untuk mengetahui kesehatan baterai secara lebih akurat, kapasitas aktual, SoH, temperatur, keseimbangan sel, serta riwayat penggunaan juga perlu diperhatikan.
Bagi calon pembeli mobil listrik bekas, pemeriksaan kondisi baterai menjadi salah satu langkah penting sebelum melakukan transaksi. Jangan hanya terpaku pada indikator 100 persen, karena angka tersebut belum tentu menggambarkan kemampuan baterai secara keseluruhan.



















