Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mobil Tua Kilometer Rendah Belum Tentu Prima, Ini Alasannya
ilustrasi panel speedometer pada dasbor mobil (unsplash.com/Danny Sleeuwenhoek)
  • Banyak pembeli tergiur mobil tua berkilometer rendah, padahal jarang digunakan bisa menimbulkan kerusakan tersembunyi karena sistem mekanis tidak bekerja optimal.
  • Material karet yang mengeras dan oli yang mengendap dapat menyebabkan kebocoran cairan vital serta korosi di ruang mesin saat mobil lama kembali dihidupkan.
  • Bahan bakar yang lama tersimpan bisa membusuk dan membentuk endapan lengket, menyumbat sistem pasokan bensin hingga membuat mesin sulit dinyalakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang mau beli mobil lama yang jarang dipakai karena pikir masih bagus. Tapi ternyata mobil yang lama diam bisa rusak diam-diam. Karet di dalamnya bisa keras dan pecah, oli bisa turun dan bikin karat, bensin juga bisa jadi kotor dan nyumbat mesin. Jadi mobil tua belum tentu sehat walau kilometernya kecil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak calon pembeli mobil bekas yang sering kali langsung tergiur ketika melihat kendaraan berusia tua namun memiliki angka odometer yang sangat rendah. Pandangan umum yang beredar di pasar otomotif menganggap bahwa jarak tempuh yang minim merupakan indikator utama dari kondisi kendaraan yang masih segar dan bebas masalah. Alhasil, mobil dengan kriteria tersebut sering kali dihargai jauh lebih mahal karena dianggap sebagai barang simpanan yang sangat langka.

Asumsi tersebut tidak selamanya benar karena mobil yang jarang berjalan justru menyimpan berbagai potensi kerusakan yang tersembunyi di balik bodinya yang mulus. Kendaraan bermotor pada dasarnya dirancang untuk bergerak secara aktif agar seluruh sistem mekanis dan pelumasan dapat bekerja dengan optimal. Membiarkan sebuah mobil tua lebih sering terdiam di dalam garasi dalam waktu bertahun-tahun justru dapat memicu proses pembusukan komponen secara perlahan.

1. Pengerasan material karet dan risiko kebocoran cairan vital

ilustrasi setir mobil (freepik.com/senivpetro)

Komponen pertama yang paling cepat mengalami penurunan kualitas akibat mobil tua jarang digunakan adalah seluruh komponen yang terbuat dari bahan karet. Sifat dasar material karet membutuhkan pergerakan dan paparan suhu operasional yang stabil agar kelenturan strukturnya dapat terjaga dengan baik. Ketika kendaraan dibiarkan mati dalam durasi yang sangat lama, karet-karet tersebut akan mengeras, menjadi kaku, dan akhirnya pecah-pecah.

Kondisi karet yang getas ini akan merusak fungsi penyekat pada berbagai sil mesin, saluran radiator, hingga bagian selang minyak rem. Akibatnya, saat mobil tersebut kembali dihidupkan dan dipaksa berjalan, berbagai cairan vital di dalam mesin akan merembes dan bocor keluar dengan sangat masif. Kebocoran oli atau cairan pendingin yang tidak terdeteksi sejak dini ini tentu berisiko tinggi memicu kerusakan mesin yang fatal di tengah jalan.

2. Pengendapan pelumas yang memicu korosi di dalam ruang mesin

Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Efek buruk berikutnya dari mobil tua yang memiliki kilometer rendah berkaitan erat dengan sistem pelumasan oli di dalam jantung mekanis. Saat mesin mobil mati total dalam waktu berminggu-minggu, gaya gravitasi akan membuat seluruh cairan oli turun dan mengendap di bagian dasar bak penampungan. Kondisi ini menyebabkan komponen-komponen penting di bagian atas mesin, seperti poros bubungan dan dinding silinder, kehilangan lapisan pelindungnya.

Udara lembap yang terperangkap di dalam ruang mesin yang kering tanpa lapisan oli tersebut akan memicu munculnya titik-titik karat atau korosi. Selain itu, oli yang mengendap terlalu lama tanpa adanya sirkulasi juga dapat mengalami perubahan fase kimia menjadi lumpur pekat yang menyumbat jalur aliran. Ketika mesin dinyalakan kembali, gesekan kasar antarlogam akan terjadi tanpa ampun, yang berujung pada penurunan performa secara drastis.

3. Degradasi kualitas bahan bakar dan kerusakan sistem pasokan bensin

ilustrasi knalpot mobil keluar embun (pexels.com/Khunkorn Laowisit)

Bahan bakar minyak yang tersimpan terlalu lama di dalam tangki mobil tua yang jarang berjalan juga akan mengalami proses kedaluwarsa. Cairan bensin memiliki sifat yang mudah menguap dan dapat mengembun, sehingga menciptakan lapisan air di dasar tangki akibat perubahan suhu udara luar. Sifat kimia bensin yang membusuk ini juga akan berubah menjadi zat lengket seperti pernis atau gum yang sangat kotor.

Endapan zat lengket dan karat dari dinding tangki tersebut akan tersedot masuk dan menyumbat komponen pompa bensin serta lubang injektor yang sangat kecil. Sumbatan ini membuat pasokan bahan bakar ke ruang pembakaran menjadi terganggu, sehingga motor akan terasa pincang, tersendat-sendat, atau bahkan gagal dinyalakan. Oleh karena itu, memeriksa kesehatan komponen secara menyeluruh jauh lebih penting daripada sekadar mempercayai angka odometer yang rendah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article