Banyak calon pembeli mobil bekas yang sering kali langsung tergiur ketika melihat kendaraan berusia tua namun memiliki angka odometer yang sangat rendah. Pandangan umum yang beredar di pasar otomotif menganggap bahwa jarak tempuh yang minim merupakan indikator utama dari kondisi kendaraan yang masih segar dan bebas masalah. Alhasil, mobil dengan kriteria tersebut sering kali dihargai jauh lebih mahal karena dianggap sebagai barang simpanan yang sangat langka.
Asumsi tersebut tidak selamanya benar karena mobil yang jarang berjalan justru menyimpan berbagai potensi kerusakan yang tersembunyi di balik bodinya yang mulus. Kendaraan bermotor pada dasarnya dirancang untuk bergerak secara aktif agar seluruh sistem mekanis dan pelumasan dapat bekerja dengan optimal. Membiarkan sebuah mobil tua lebih sering terdiam di dalam garasi dalam waktu bertahun-tahun justru dapat memicu proses pembusukan komponen secara perlahan.
