Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mobil Baru Datang dari Dealer, Tapi Odometernya Kok Gak Nol?
ilustrasi odometer mobil (pexels.com/Erik Mclean)
  • Odometer mobil baru bisa sudah bertambah karena proses produksi, distribusi, pemindahan unit, pemeriksaan kualitas, dan PDI; kondisi ini tidak otomatis menandakan kendaraan bekas.
  • Pembeli perlu mencocokkan angka odometer dengan kondisi eksterior, interior, serta ban, termasuk memeriksa goresan, penyok, bekas perbaikan, dan tanda pemakaian.
  • Sebelum menandatangani serah terima, catat odometer, minta penjelasan dealer, cocokkan identitas serta kelengkapan unit dengan SPK, dan dokumentasikan ketidaksesuaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil baru bisa punya angka kilometer karena sudah dipindah dari pabrik, kapal, truk, gudang, dan dealer. Mobil juga dipakai sebentar saat dicek. Tapi kita harus lihat bodi, jok, setir, pedal, dan ban. Kalau angkanya terlalu besar atau mobil terlihat aneh, tanya dealer dulu sebelum tanda tangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil baru datang dengan angka odometer yang sudah menunjukkan beberapa kilometer sering membuat calon pemilik bertanya-tanya. Wajar saja, karena mobil tersebut belum pernah digunakan untuk perjalanan pribadi, tetapi jarak tempuhnya ternyata tidak lagi nol.

Kondisi ini sebenarnya bisa normal dalam batas tertentu. Namun, angka pada odometer tetap perlu diperiksa bersama kondisi fisik kendaraan agar tidak ada kesalahpahaman sebelum proses serah terima dilakukan.

1. Mobil baru memang bisa menempuh jarak sebelum diserahkan

ilustrasi odometer mobil (pexels.com/Malte Luk)

Sebelum sampai ke tangan pembeli, mobil baru biasanya sudah melalui beberapa proses perpindahan. Kendaraan dapat bergerak dari area produksi ke tempat penyimpanan, masuk dan keluar dari kapal atau truk pengangkut, hingga dipindahkan ke gudang dan dealer.

Selain proses distribusi, mobil juga dapat dijalankan saat pemeriksaan sebelum penyerahan. Aktivitas seperti pengecekan kualitas, pre-delivery inspection atau pdi, serta pemindahan unit di area dealer dapat membuat angka odometer bertambah.

Karena itu, melihat odometer tidak berada di angka nol bukan berarti mobil tersebut otomatis pernah dipakai sebagai kendaraan pribadi atau bekas. Beberapa kilometer hingga jarak tertentu masih bisa terjadi akibat proses logistik dan pemeriksaan kendaraan.

Meski begitu, angka odometer tetap harus masuk akal. Jika jarak tempuh terlihat cukup tinggi untuk ukuran mobil baru, jangan ragu meminta penjelasan mengenai riwayat penggunaan dan perpindahan kendaraan tersebut.

2. Cocokkan angka odometer dengan kondisi fisik mobil

ilustrasi odometer mobil (pexels.com/Evgeniy Lejnev)

Pemeriksaan odometer sebaiknya tidak dilakukan secara terpisah. Lihat juga kondisi eksterior dan interior untuk memastikan semuanya masih sesuai dengan status kendaraan baru. Perhatikan adanya goresan, penyok, bekas perbaikan, atau perbedaan warna pada panel bodi.

Bagian yang sering disentuh juga bisa menjadi petunjuk. Periksa kondisi jok, setir, pedal, tombol, layar, karpet, hingga gagang pintu. Mobil dengan jarak tempuh rendah umumnya masih menunjukkan kondisi yang sangat baik, meski tetap mungkin ada sedikit kotoran akibat proses pengiriman dan pemeriksaan.

Ban juga dapat diperiksa sebagai pelengkap. Perhatikan apakah ban masih sesuai spesifikasi bawaan dan kondisinya masih layak sebagai ban yang digunakan untuk unit baru. Namun, jangan hanya menjadikan satu bagian sebagai patokan untuk menyimpulkan riwayat kendaraan.

Jika ditemukan kondisi yang tidak sesuai dengan angka odometer, dokumentasikan dengan foto atau video. Bukti tersebut dapat membantu saat meminta klarifikasi kepada pihak dealer sebelum dokumen serah terima ditandatangani.

3. Jangan terburu-buru tanda tangan serah terima

ilustrasi odometer mobil (pexels.com/freestocks.org)

Momen menerima mobil baru memang membuat tidak sabar untuk segera membawa pulang kendaraan. Namun, proses serah terima sebaiknya dimanfaatkan untuk memeriksa unit secara menyeluruh, termasuk mencatat angka odometer saat mobil diserahkan.

Tanyakan kepada sales atau petugas dealer mengenai alasan jarak tempuh yang tercatat. Jika penjelasannya berkaitan dengan proses pengiriman, pemindahan, atau pemeriksaan, minta informasi tersebut dijelaskan dengan jelas dan sesuai kondisi kendaraan.

Selain odometer, cocokkan nomor rangka, nomor mesin, tipe, warna, tahun produksi, serta kelengkapan mobil dengan surat pemesanan kendaraan atau spk. Pastikan pula aksesori dan bonus yang telah dijanjikan tersedia sebelum proses penerimaan dianggap selesai.

Jika angka odometer terasa tidak wajar atau kondisi unit menimbulkan keraguan, lebih baik selesaikan pertanyaan tersebut terlebih dahulu. Jangan merasa sungkan meminta waktu untuk memeriksa mobil karena kendaraan tersebut akan digunakan dalam jangka panjang.

Odometer mobil baru tidak harus selalu nol, tetapi angka yang tercatat tetap bukan hal yang boleh diabaikan. Cek, cocokkan, dan tanyakan sebelum tanda tangan, karena mobil baru seharusnya membawa rasa tenang, bukan tanda tanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article