3 Desain Mobil Modern yang Justru Membahayakan Pengemudi dan Penumpang

- Recall sekitar 4,3 juta kendaraan di China menyoroti handle pintu darurat yang sulit ditemukan saat sistem kelistrikan gagal, sehingga berpotensi menghambat evakuasi penumpang.
- Pemindahan pengaturan AC, audio, dan fungsi kendaraan ke layar sentuh membuat kabin minimalis, tetapi dapat menuntut perhatian pengemudi lebih besar dibanding tombol fisik.
- China memperketat standar handle pintu mulai 2027, mewajibkan mekanisme mekanis dan penanda darurat yang jelas agar keselamatan tidak kalah oleh desain futuristis.
Mobil modern kini berlomba tampil futuristis. Handle pintu dibuat rata dengan bodi, tombol fisik mulai menghilang, sementara berbagai fungsi kendaraan dipindahkan ke layar sentuh berukuran besar. Tampilan memang terlihat lebih bersih dan canggih, tetapi ada pertanyaan penting: apakah semua inovasi tersebut tetap mudah digunakan saat kondisi darurat?
Pertanyaan itu semakin relevan setelah jutaan mobil dari sejumlah pabrikan besar terkena recall di China. Masalahnya bukan mesin atau baterai, melainkan handle pintu darurat di dalam kabin yang sulit ditemukan ketika sistem kelistrikan kendaraan gagal. Menurut carnewschina.com, persoalan tersebut berpotensi menghambat penumpang keluar dari mobil saat terjadi keadaan darurat.
1. Saat handle pintu lebih mementingkan tampilan

BYD Seal (byd.com) Handle pintu rata bodi menjadi salah satu ciri mobil modern, terutama pada kendaraan listrik. Desain ini dianggap mampu membuat tampilan mobil lebih rapi sekaligus membantu aerodinamika. Namun, mekanisme elektronik yang digunakan juga menimbulkan persoalan ketika mobil mengalami kecelakaan dan sistem kelistrikan tidak lagi berfungsi.
Karena itu, mobil modern umumnya tetap memiliki mekanisme pembukaan mekanis sebagai jalur darurat. Masalahnya, keberadaan handle tersebut justru terkadang sulit dikenali karena tersembunyi atau memiliki warna yang menyatu dengan interior. China kemudian melakukan recall besar yang mencakup sekitar 4,3 juta kendaraan dari sejumlah merek, termasuk Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Geely, Chery, Dongfeng, BAIC, dan lainnya. (Reuters)
Kasus ini menunjukkan bahwa komponen keselamatan seharusnya tidak dibuat seperti teka-teki. Dalam situasi mobil terbakar, terendam, atau mengalami kecelakaan berat, penumpang tidak memiliki banyak waktu untuk mencari tuas tersembunyi. Berdasarkan laporan Reuters, solusi recall antara lain berupa penambahan penanda pada mekanisme pembukaan darurat serta pembaruan perangkat lunak untuk membantu membuka jalur keluar setelah kecelakaan. (Reuters)
2. Terlalu banyak fungsi dipindahkan ke layar sentuh

Ilustrasi Tesla (Pexels/I'm Zion) Tren lain yang semakin umum adalah menghilangkan tombol fisik dan memindahkan berbagai pengaturan ke layar sentuh. Pengaturan AC, ventilasi, audio, hingga beberapa fungsi kendaraan kini dapat diakses melalui menu digital. Kabin menjadi terlihat minimalis, tetapi pengoperasiannya bisa membutuhkan perhatian lebih besar dibandingkan menekan tombol secara langsung.
Saat berkendara, pengemudi idealnya dapat mengoperasikan fungsi penting tanpa terlalu lama mengalihkan pandangan dari jalan. Tombol fisik memiliki keuntungan karena posisi dan bentuknya bisa dikenali melalui sentuhan. Sebaliknya, layar sentuh sering kali mengharuskan mata mencari ikon atau membuka beberapa lapisan menu sebelum fungsi yang dibutuhkan ditemukan.
Masalahnya bukan berarti layar sentuh harus dihilangkan sepenuhnya. Teknologi digital tetap menawarkan banyak kemudahan, mulai dari pengaturan kendaraan hingga pembaruan perangkat lunak. Namun, fungsi yang penting dan sering digunakan sebaiknya tetap mempertimbangkan akses yang cepat dan intuitif, terutama ketika kendaraan sedang bergerak atau berada dalam situasi yang membutuhkan respons segera.
3. Keselamatan harus lebih penting daripada desain futuristis

Ilustrasi Tesla (Pexels/Saksham Vikram) Recall besar di China menjadi peringatan bahwa desain otomotif tidak boleh hanya dinilai dari tampilan. carnewschina.com melaporkan handle pembuka darurat pada sejumlah kendaraan sulit dikenali karena warnanya mirip dengan trim kabin. Dalam kondisi kegagalan sistem tegangan rendah, situasi tersebut berpotensi menyulitkan penghuni untuk membuka pintu dan keluar dari kendaraan.
China bahkan telah memperketat aturan mengenai handle pintu kendaraan. Standar baru yang akan berlaku pada 2027 mengharuskan adanya mekanisme pembukaan mekanis dan menuntut handle darurat di dalam kabin agar mudah dikenali serta terlihat jelas. Langkah ini memperlihatkan bahwa regulator mulai mempertanyakan desain yang terlalu mengandalkan sistem elektronik untuk fungsi dasar seperti keluar dari mobil.
Mobil boleh semakin pintar, minimalis, dan futuristis. Namun, ketika kecelakaan terjadi, teknologi secanggih apa pun harus tetap mudah digunakan oleh manusia yang sedang panik. Handle pintu, tombol darurat, hingga kontrol penting seharusnya dirancang bukan hanya agar terlihat keren saat dipamerkan, tetapi juga agar bisa ditemukan dan digunakan dalam hitungan detik ketika keselamatan benar-benar dipertaruhkan.



















