Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jutaan Mobil Ditarik di China karena Handle Pintu Sulit Dikenali

Jutaan Mobil Ditarik di China karena Handle Pintu Sulit Dikenali
ilustrasi pintu mobil (pexels.com/Ayyeee Ayyeee)
  • Produsen mobil di China menarik jutaan kendaraan karena handle darurat mekanis sulit dikenali, terutama saat kecelakaan atau gangguan kelistrikan menghambat penumpang keluar.
  • Tesla mencatat recall terbesar, meliputi 2.975.910 Model 3 dan Model Y buatan China; merek lain seperti Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Geely, dan Chery juga terdampak.
  • Produsen akan memasang label handle darurat dan memperbarui perangkat lunak OTA; China menerapkan standar baru pada Januari 2027 untuk memastikan mekanisme pintu mudah dikenali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mobil modern semakin dipenuhi teknologi canggih, tetapi urusan keselamatan dasar ternyata masih bisa menjadi masalah besar. Sejumlah produsen mobil kini mengajukan penarikan kembali atau recall besar-besaran di China akibat desain handle pintu darurat yang dinilai sulit dikenali.

Masalah ini bahkan berdampak pada jutaan kendaraan dari berbagai merek, termasuk Tesla, Geely, Xiaomi, Leapmotor, hingga Xpeng. Berdasarkan laporan carnewschina.com, recall tersebut disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah industri otomotif.

  1. 1. Handle darurat sulit terlihat saat kondisi genting

    ilustrasi pintu mobil
    ilustrasi pintu mobil (unsplash.com/Liubomyr Vovchak)

    Penyebab utama recall ini berkaitan dengan handle mekanis darurat yang berada di dalam kabin. Pada sejumlah model, komponen tersebut memiliki warna yang hampir sama dengan trim interior sehingga sulit dikenali. Dalam kondisi normal, masalah ini mungkin tidak terasa. Namun, situasinya bisa menjadi sangat berbahaya ketika terjadi kecelakaan atau sistem kelistrikan kendaraan mengalami gangguan.

    Handle mekanis seharusnya menjadi solusi ketika sistem elektronik tidak dapat digunakan. Sayangnya, jika penumpang kesulitan menemukan atau mengoperasikan handle tersebut, proses keluar dari mobil bisa terhambat. Produsen pun berencana menambahkan label peringatan secara gratis pada bagian handle darurat kendaraan yang terdampak recall.

    Pemerintah China sebelumnya juga telah menerbitkan standar baru bertajuk “Technical Requirements for Automobile Door Handle Safety”. Aturan tersebut akan berlaku mulai Januari 2027. Salah satu ketentuannya mewajibkan setiap pintu memiliki mekanisme pembukaan mekanis, sementara handle di dalam kabin harus mudah dikenali, terlihat jelas, dan ditempatkan dalam jarak tertentu dari tepi pintu.

  2. 2. Tesla menjadi merek dengan jumlah recall terbesar

    ilustrasi pintu mobil
    ilustrasi pintu mobil (pexels.com/Melike B)

    Berdasarkan informasi yang dirilis State Administration for Market Regulation atau SAMR dan dikutip carnewschina.com, sejumlah produsen mengajukan rencana recall sesuai regulasi penarikan produk otomotif cacat di China. Nama-nama yang terdampak antara lain BAIC, Chery, Dongfeng, FAW Hongqi, Geely, Leapmotor, Tesla, Xiaomi, dan Xpeng.

    Tesla menjadi merek dengan jumlah kendaraan terdampak paling besar. Sebanyak 2.975.910 unit Model 3 dan Model Y buatan China masuk dalam program recall. Selain itu, terdapat 46.041 unit kendaraan impor, yang mencakup Model 3, Model X, dan Model S.

    Produsen lain juga memiliki angka recall yang tidak sedikit. Leapmotor menarik kembali 371.200 unit C01 dan C11, Xiaomi sebanyak 390.435 unit SU7 model tahun 2024, serta Xpeng 264.842 unit G6, P7+, dan X9. Sementara itu, Zeekr menarik 92.658 unit 007 dan X, Dongfeng 53.452 unit, Chery 64.488 unit, BAIC BluePark 46.860 unit, dan FAW Hongqi 4.035 unit.

    Selain pemasangan label pada handle darurat, sebagian besar kendaraan terdampak juga akan mendapatkan pembaruan perangkat lunak melalui Over-The-Air atau OTA. Pembaruan tersebut akan menambahkan fungsi penurunan kaca otomatis setelah kecelakaan, sehingga diharapkan dapat memberikan jalur keluar tambahan bagi penumpang.

  3. 3. Kasus kecelakaan fatal menjadi sorotan besar

    ilustrasi pintu mobil
    ilustrasi pintu mobil (pexels.com/Tim Samuel)

    Persoalan handle pintu darurat ini semakin mendapat perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal. Salah satu kasus yang paling banyak dibicarakan adalah kecelakaan Xiaomi SU7 yang menewaskan tiga mahasiswa. Dalam laporan carnewschina.com disebutkan bahwa para korban diduga kesulitan menemukan mekanisme pembukaan darurat yang tersembunyi di kompartemen penyimpanan pada panel pintu.

    Akibatnya, para penumpang disebut tidak berhasil keluar dari kendaraan yang terbakar. Kasus tersebut kemudian menjadi salah satu sorotan terhadap desain pintu mobil modern yang semakin mengandalkan sistem elektronik dan menghilangkan bentuk handle konvensional yang mudah dikenali.

    Recall besar-besaran ini menjadi pengingat bahwa desain futuristis tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan. Ketika terjadi kecelakaan, penumpang tidak memiliki banyak waktu untuk mencari tombol atau tuas tersembunyi. Mekanisme keluar darurat harus mudah ditemukan dan dapat digunakan tanpa perlu memahami sistem kendaraan secara mendalam.

    Bagi industri otomotif, aturan baru China bisa menjadi sinyal bahwa era handle pintu yang terlalu tersembunyi akan mendapat pengawasan lebih ketat. Teknologi boleh terus berkembang, tetapi dalam situasi darurat, solusi paling sederhana justru bisa menjadi penentu keselamatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More