Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nvidia dan Horizon Robotics Dominasi Perang Chip di Mobil Listrik China

Ilustrasi Tesla (Pexels/I'm Zion)
Ilustrasi Tesla (Pexels/I'm Zion)
Intinya sih...
  • Horizon Robotics mendominasi solusi kamera ADAS di China dengan pangsa pasar 47,66%, mengungguli Mobileye yang memiliki 27,81% pasar.
  • Nvidia memimpin teknologi Urban NOA dengan pangsa pasar 49,36%, memungkinkan kendaraan bernavigasi otomatis di lingkungan perkotaan yang kompleks.
  • Penggunaan solusi pihak ketiga tetap menjadi jalur utama bagi produsen untuk mencapai produksi massal dan penyebaran sistem Urban NOA secara efisien di pasar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pasar kendaraan listrik dan otomotif pintar di China sepanjang tahun 2025 menjadi panggung utama bagi produsen chipset dunia. Laporan terbaru mengungkapkan persaingan ketat antara teknologi lokal dan global dalam menguasai ekosistem sistem kemudi otomatis atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) di pasar otomotif terbesar di dunia tersebut.

Berdasarkan data dari Gaogong Industry Institute (GGII) yang dilansir melalui carnewschina.com, dua nama besar muncul sebagai penguasa di segmen yang berbeda. Horizon Robotics mendominasi solusi kamera terintegrasi, sementara raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, masih tak tergoyahkan dalam urusan komputasi kemudi otomatis perkotaan yang lebih kompleks.

1. Dominasi Horizon Robotics pada segmen kamera ADAS depan

Ilustrasi Tesla (Pexels/Saksham Vikram)
Ilustrasi Tesla (Pexels/Saksham Vikram)

Horizon Robotics berhasil mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar dalam segmen solusi kamera terintegrasi depan dan chip kontrol domain kecil di China selama tahun 2025. Perusahaan lokal ini mengantongi pangsa pasar sebesar 47,66%, sebuah angka yang menunjukkan kepercayaan tinggi dari para produsen mobil domestik terhadap teknologi lokal untuk fitur asisten pengemudi standar.

Di belakang Horizon Robotics, terdapat Mobileye yang menguasai 27,81% pasar. Jika digabungkan, kedua raksasa ini mengontrol lebih dari 75% pasar, meninggalkan pesaing lain seperti Renesas, Xilinx, dan Ambarella dengan selisih yang sangat jauh. Penetrasi perangkat ADAS dengan kamera depan pabrikan di China mencapai 8,92 juta unit, membuktikan bahwa fitur keselamatan aktif bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan standar bagi 38,83% kendaraan baru di sana.

2. Nvidia memimpin teknologi Urban NOA yang semakin canggih

Ilustrasi pengisian daya listrik Tesla (Pexels/DaeYeoung Ahn)
Ilustrasi pengisian daya listrik Tesla (Pexels/DaeYeoung Ahn)

Pada segmen yang lebih tinggi, yaitu chip komputasi Urban Navigate on Autopilot (NOA), Nvidia tetap menjadi raja dengan pangsa pasar mencapai 49,36%. Teknologi Urban NOA memungkinkan kendaraan bernavigasi secara otomatis di lingkungan perkotaan yang kompleks. Meskipun Huawei dan Horizon Robotics membayangi di posisi kedua dan ketiga, Nvidia masih memegang kendali hampir separuh pasar berkat kekuatan pemrosesan data mereka yang superior.

Sepanjang tahun 2025, jumlah kendaraan penumpang yang dilengkapi dengan sistem Urban NOA di China mencapai 2,07 juta unit. Angka ini mewakili lonjakan tahunan yang fantastis sebesar 155,83%. Pertumbuhan masif ini didorong oleh ekspansi fitur NOA dari model mobil mewah ke model mainstream yang lebih terjangkau, seperti langkah BYD yang mulai menyematkan solusi ADAS berbasis kamera pada model-model kelas bawah mereka.

3. Tren penggunaan solusi pihak ketiga dalam produksi massal

Ilustrasi nvidia (freepik.com/UMA media)
Ilustrasi nvidia (freepik.com/UMA media)

Meskipun terdapat tren di mana beberapa produsen otomotif berupaya mengembangkan platform komputasi dan algoritme mereka sendiri secara mandiri, data menunjukkan kenyataan yang berbeda di lapangan. Penggunaan solusi dari pihak ketiga tetap menjadi jalur utama bagi produsen untuk mencapai produksi massal yang cepat dan penyebaran sistem Urban NOA secara efisien di pasar.

Laporan tersebut mencatat bahwa tingkat adopsi platform yang dikembangkan sendiri oleh produsen mobil dalam kendaraan produksi massal sebenarnya masih sangat rendah, yakni kurang dari 5 persen pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa keahlian teknis dan skala ekonomi yang dimiliki oleh produsen chip spesialis seperti Nvidia, Huawei, dan Horizon Robotics masih sulit untuk ditandingi oleh tim internal pabrikan mobil dalam waktu singkat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Tips Menyewa Mobil Buat Mudik, Biar Dapat Harga Termurah

03 Feb 2026, 11:05 WIBAutomotive