ilustrasi mekanik sedang cek mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)
Oli yang lebih kental memiliki hambatan aliran lebih besar. Dalam kondisi tertentu, mesin membutuhkan tenaga tambahan untuk memompa dan mengalirkan oli ke seluruh sistem pelumasan. Efeknya memang tidak selalu langsung terasa saat berkendara, tetapi dapat memengaruhi efisiensi kerja mesin.
Pada kendaraan modern, pabrikan telah memperhitungkan hubungan antara kekentalan oli, perlindungan mesin, konsumsi bahan bakar, dan karakter kerja komponen. Karena itu, mengganti oli dengan tingkat kekentalan yang jauh lebih tinggi hanya karena dianggap lebih aman bukan selalu pilihan terbaik.
Jadi, oli kental tidak selalu berarti lebih baik untuk mesin. Pelumas terbaik adalah yang memiliki spesifikasi sesuai kebutuhan kendaraan dan kondisi penggunaannya. Sebelum memilih oli, perhatikan tingkat kekentalan, standar yang direkomendasikan, serta ketentuan pabrikan. Dengan begitu, oli dapat bekerja sebagaimana mestinya, baik saat mesin baru dinyalakan maupun ketika kendaraan digunakan dalam kondisi kerja yang berat.