BYD M6 EV terbaru dibekali baterai lebih besar (Dok. BYD)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai peresmian fasilitas BYD menjadi bagian penting dalam penguatan industri otomotif nasional. Menurut Agus, investasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perakitan kendaraan, tetapi berkembang menjadi ekosistem kendaraan listrik yang melibatkan rantai industri lebih luas.
“Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri,” ujar Agus pada kesempatan sama.
Pemerintah mendorong keterkaitan industri tersebut mulai dari pengolahan bahan baku, manufaktur baterai dan battery pack, produksi kendaraan listrik, pengembangan pasar domestik hingga pengolahan baterai bekas.
Agus juga berharap BYD memperkuat keterlibatan industri komponen dan pemasok domestik sehingga keberadaan pabrik dapat memberikan efek yang lebih luas terhadap rantai pasok otomotif nasional.
“Karena itu, peresmian fasilitas produksi pada hari ini menjadi momentum penting karena saya yakin akan menandai langkah BYD dari keberhasilan pembangunan pasar menuju penguatan kegiatan manufaktur di dalam negeri,” kata Agus.
Dengan demikian, pabrik Subang bukan hanya diarahkan sebagai fasilitas produksi kendaraan BYD, tetapi juga sebagai salah satu titik pengembangan manufaktur kendaraan energi baru di Indonesia. Liu bahkan menyebut fasilitas tersebut sebagai basis produksi kendaraan energi baru 100 persen terbesar di Indonesia saat ini.